Powered by Blogger.
"CINTA KEPADA ALLAH MEMBAWA KETENANGAN..CINTA KEPADA RASULULLAH MEMBAWA KE SYURGA YANG KEKAL ABADI "
"Cukuplah bila aku merasa mulia karena Engkau sebagai Tuhan bagiku dan cukuplah bila aku bangga bahawa aku menjadi hamba bagiMu. Engkau bagiku sebagaimana yang aku cintai, maka berilah aku taufik sebagaimana yang Engkau cintai" -Semoga dapat mengambil istifadah dan manfaat dari laman ini-

Friday, April 29, 2011

sangat JAHAT DAN KEJAM...


”Ya Abu Hurairah, sayangilah semua makhluk Allah, maka Allah akan menyayangimu dan menjagamu dari neraka pada hari kiamat.” Aku bertanya, “Ya Rasulullah, aku pernah menyelamatkan seekor lalat yang jatuh ke air.” Jawab Rasulullah, “Allah mencintaimu. Allah mencintaimu. Allah mencintaimu.” (Nasihat Rasulullah SAW pada Abu Hurairah)

SUATU hari, Rasulullah berkisah kepada para sahabat yang tengah berkumpul. Ia mengisahkan tentang seorang laki-laki dari kalangan Bani Israil tengah berjalan di bawah terik matahari, dengan rasa rasa haus yang amat sangat. Ketika ia melihat ada sebuah sumur, maka ia segera turun dan mengambil airnya untuk diminum. Setelah hausnya terpuaskan dan laki-laki itu hendak meninggalkan tempat itu, ia melihat seekor anjing yang sedang kehausan. Anjing itu menjilat-jilat pasir karena hausnya.

Dalam hatinya, laki-laki ini mengatakan,”Anjing ini menderita kehausan, sebagaimana aku.” Akhirnya, ia kembali turun ke sumur dan memenuhi sepatu kulitnya dengan air, dan diberikanlah kepada binatang malang itu.

Rasulullah SAW setelah membawakan kisah ini bersabda, ”Maka Allah memujinya dan mengampuninya.”

Mendengar kisah tersebut, para sahabat bertanya,”Wahai Rasulullah, apakah benar-benar kami memperoleh pahala karena binatang?” Rasulullah pun menjawab, ”Di setiap hati yang lembab ada shadaqah.”

‘Hati yang lembab’ adalah perumpamaan terhadap makhluk hidup apapun. Makhluk yang mati, hati dan badannya mengering. Sebab itulah, Imam An Nawawi menyimpulkan dari kisah di atas bahwa berbuat baik kepada binatang hidup, baik memberi minum atau lainnya merupakan sebuah bentuk shadaqah (Syarah Shahih Muslim, 7/503).

Jelas, dari keterangan di atas, Islam amat memuliakan binatang. Memenuhi kebutuhan binatang pula dihitung sebagai sebuah shadaqah, sebagaimana juga memberi kepada manusia, karena kedua-duanya ‘berhati lembab’.

Hal yang sama disebutkan Rasulullah, “Seorang Muslim tidak menanam tanaman, hingga memakan dari tanaman itu manusia, binatang atau burung, kecuali merupakan shadaqah baginya, hingga datang hari kiamat. (Riwayat Muslim)

Sayang Terhadap Binatang Termasuk Ajaran Islam

Islam adalah ajaran yang menebarkan kasih sayang dan rahmat kepada seluruh alam semesta. Tidak hanya membatasi kasih sayang hanya kepada sesama manusia saja, namun makhluk lain juga harus mendapatkan imbas rahmaniyah dari ajaran Islam ini. Hal ini disebabkan karena Allah telah menciptakan kehidupan binatang bersinggungan dengan kehidupan manusia, bahkan mempermudah kehidupan manusia.

Allah telah berfirman, ”Dan binatang ternak telah diciptkan-Nya untuk kalian, padanya ada (bulu) yang menghangatkan dan berbagai manfaat, serta sebagiannya kalian makan. Dan kalian memperoleh keindahan padanya, ketika kalian membawanya kembali ke kandang dan ketika kalian melepaskannya. Dan ia mengangkut beban-beban kalian ke suatu negeri yang kalian tidak sanggup mencapainya, kecuali dengan susah payah. Sungguh, Rabb kalian benar-benar Maha Pengasih dan Penyayang. Dan (Dia telah menciptakan) kuda, baghal dan keledai untuk kalian tunggangi dan sebagai perhiasan. Allah menciptakan apa yang tidak kalian ketahui. ” (An Nahl [16]: 5-8).

Dalam sejarah peradaban Islam sendiri, hubungan harmonis antara manusia dengan binatang terjalin dengan baik, sebagaimana eratnya hubungan antara Ashabul Kahfi dengan anjing mereka. Demikan pula Rasulullah, beliau juga berhijrah dengan onta setia beliau yang nama Al Qashwa`, disamping beliau juga memiliki beberapa onta lain yang bernama Al Adhba` dan Al Jadm. Seorang sahabat dalam kisah pembuka di atas, aslinya bernama Abdurrahman bin Shahr. Ia gemar membawa kucing kecil di sakunya, hingga Rasulullah memberikan panggilan kesayangan untuknya dengan sebutan Abu Hurairah, yang artinya ‘ayah kucing’.

Islam sebagai ajaran yang menekanan kepada pemeluknya untuk menyayangi binatang sebenarnya sudah tercermin dalam pembahasan dasar masalah fiqih, yakni masalah thaharah (bersuci), dimana kita sebagai Muslim, dilarang buang air besar atau air kecil ke dalam lubang, merujuk kepada hadits yang diriwayatkan Abu Dawud. Ada ulama yang menyebutkan bahwa di dalam liang biasanya ada binatang-binatang kecil. Dengan buang air di tempat itu, maka hal itu bisa menzalimi binatang-binatang tersebut. (lihat Mughni Al Muhtaj, 1/61).

Masih masalah thaharah, bahkan kita sebagai Muslim diwajibkan meninggalkan wudhu dan melakukan tayammum sebagai gantinya, seandainya ada binatang muhtaram yang kehausan, sementara persediaan air sangat terbatas. Binatang muhtaram adalah binatang yang tidak diperintahkan untuk dibunuh. (lihat, Mughni Al Muhtaj, 1/130).

Kita sebagai Muslim diwajibkan meninggalkan wudhu dan melakukan tayammum sebagai gantinya, seandainya ada binatang muhtaram yang kehausan, sementara persediaan air sangat terbatas.

Adab kepada Binatang Tunggangan

Disamping secara umum menganjurkan berbuat baik kepada binatang, secara spesifik, Islam menjelaskan bagaimana seharusnya para pemilik binatang tunggangan memperhatikan beberapa hal, hingga tidak ada pihak yang terzalimi.

Islam melarang seseorang memaksa binatang untuk mengangkut beban berat diluar kemampuan hewan itu, sebagaimana diriwayatkan oleh At Thabarani, “Jika kalian melihat tiga orang naik binatang tunggangan, maka lemparlah mereka, hingga salah satu dari mereka turun.”

Sebagaimana Rasulullah berpesan kepada para pemilik kendaraan agar memperhatikan makanan binatang tunggangan mereka. “Jika kalian melakukan perjalanan di daerah subur, maka berilah makanan ontamu dari daerah itu dan jika kalian melakukan perjalanan di daerah paceklik, maka percepatlah, hingga tidak membahayakannya.” (Riwayat Muslim)

Tentu, jika mereka masih berada di wilayah gersang, dan tidak ada makanan untuk onta mereka, maka keadaan demikian mengancam kehidupan binatang tersebut.

Binatang Pun Mengeluh

Kenapa Islam menjauhkan pemeluknya dari pebuatan zalim terhadap binatang? Karena binatang itu seperti manusia. Ia juga merasakan lapar, haus, lelah atau sakit jika terzalimi. Rasulullah pernah memperoleh pengaduan dari beberapa binatangyang memperoleh perlakukan tidak baik dari pemiliknya. Sebagaimana termaktub dalam Shahih Muslim, Rasulullah pernah berkisah, bahwa beliau menemui seorang laki-laki yang menarik sapi untuk mengangkut. Sapi itu menoleh kepada beliau dan mengatakan, “Demi Allah, aku tidak diciptakan untuk hal ini, namun untuk membajak.”

Dalam hadits lainnya yang diriwayatkan Abu Dawud disebutkan,

Suatu saat Rasulullah memasuki sebuah kebun milik sahabat Anshar. Di kebun itu terdapat seekor onta, yang tiba-tiba matanya mengeluarkan air mata ketika melihat Rasulullah. Akhirnya beliau bertanya,”Siapa pemilik onta ini?” Saat itu seorang pemuda datang dengan mengatakan,”Saya wahai Rasulullah.” Beliau pun menyampaikan,”Apakah engkau tidak takut kepada Allah mengenai binatang ini? Sesunggunya ia mengadu kepadaku, bahwa engkau membiarkannya lapar dan terus-menerus mamaksanya bekerja.” (H.R. Abu Dawud)

Tidak Menghina Binatang

Yang terlarang dalam Islam bukan hanya menzalimi binatang secara fisik, namun merendahkan ataun mencelanya juga dilarang, karena binatang pun termasuk ciptaan Allah Ta’ala. Pernah suatu saat Rasulullah menjumpai wanita yang tengah melaknat onta yang ia tunggangi, hingga akhirnya beliau menghukum wanita tersebut, sebagaimana disebutkan Imam Muslim. Imam Al Ghazali juga melarang merendahkan ciptaan Allah termasuk hewan, tatkala beliau membahas mengenai hal penjagaan terhadap mulut. (lihat Al Maraqi Al Ubudiyah, hal.69)

Sikap Para Ulama terhadap Binatang

Imam Abu Ishaq As-Sirazi. Suatu saat, tokoh besar dalam madzhab As Syafi’i ini berjalan bersama beberapa sahabatnya. Tiba-tiba ada seekor anjing berjalan di depan rombongan itu. Menyaksikan hal itu, salah seorang anggota romongan menghardik anjing tersebut. Mengetahui hal itu Abu Ishaq melarangnya dan menasehati,”Apakah engkau tidak tahu bahwa anjing itu dan kita sama-sama berhak menggunakan jalan ini?” (Al Majmu`, 1/45).

Semoga bermanfaat.
(dari blog ‘Suci Sekeping Hati’ )

Thursday, April 28, 2011

NASIHAT SAIDINA ALI


Berikut adalah 40 nasihat Saiyidina Ali sebagaimana yang terdapat di dalam kitab Nahjul Balagh dan Al-Bayan Wattabyeen r.a.

1. Pendapat seorang tua adalah lebih baik daripada tenaga seorang muda

2.Menyokong kesalahan adalah menindas kebenaran

3.Kebesaran seseorang itu bergantung dengan qalbunya yang mana adalah sekeping daging

4.Mereka yang bersifat pertengahan dalam semua hal tidak akan
menjadi miskin

5.Jagailah ibubapa kamu,nescaya anak2mu akan menjagai kamu

6.Bakhil terhadap apa yang ditangan adalah tidak mempunyai
kepecayaan terhadap Allah

7.Kekayaan seorang bakhil akan turun kepada ahli warisnya atau ke angin.Tidak ada yang terpencil dari seorang yang bakhil

8.Seorang arif adalah lebih baik daripada arif.Seorang jahat adalah lebih jahat daripada kejahatan

9.Ilmu adalah lebih baikdaripada kekayaan kerana kekayaan harus dijagai ,sedangakan ilmu menjaga kamu

10.Jagalah harta bendamu dengan mengeluarkan zakat dan angkatkan kesusahan mu dengan mendirikan sembahyang

11. Sifat menahan kemarahan adalah lebih mulia daripada membalas dendam

12.Mengajar adalah belajar

13.Berkhairatlah mengikut kemampuan mu dan janganlah kamu jadikan keluargamu hina dan miskin

14.Insan terbahagi kepada 3 :
1.mereka yang mengenal Allah
2.mereka yang mencari kebenaran
3.mereka yang tidak berpengetahuan dan tidak mencari kebenaran.
Golongan yang terakhir inilah yang paling rendah dan tak baik sekali dan mereka akan ikut sebarang ketua dengan buta seperti kambing

15.Insan tak akan melihat kesalahan seorang yang bersifat tawadhu' dan lemah

16.Janganlah kamu takut kepada sesiapa melainkan dosamu terhadap Allah

17.Mereka yang mencari kesilapan dirinya sendiri adalah selamat dari mencari kesilapan orang lain

18.Harga diri seseorang itu adalah berdasarkan apa yang ia lakukan untuk memperbaiki dirinya

19.Manusia sebenarnya sedang tidur tetapi akan bangun bila ia mati

20.Jika kamu mempunyai sepenuh keyakinan akan Al-Haq dan kebenaran, nescaya keyakinanmu tetap tidak akan berubah walaupun terbuka rahsia2 kebenaran itu.

21.Allah merahmati mereka yang kenal akan dirinya dan tidak melampaui batas

22.Sifat seseorang tersembunyi disebalik lidahnya

23.Seorang yang membantu adalah sayapnya seorang yang meminta

24.Insan tidur di atas kematian anaknya tetapi tidak tidur di atas
kehilangan hartanya

25.Barangsiapa yang mencari apa yang tidak mengenainya nescaya hilang apa yang mengenainya

26.Mereka yang mendengar orang yang mengumpat terdiri daripada golongan mereka yang mengumpat

27.Kegelisahan adalah lebih sukar dari kesabaran

28.Seorang yang hamba kepada syahwatnya adalah seorang yang lebih hina daripada seorang hamba kepada hamba

29.Orang yang dengki marah kepada orang tidak berdosa

30.Putus harapan adalah satu kebebasan , mengharap (kepada manusia) adalah suatu kehambaan

31.Sangkaan seorang yang berakal adalah suatu ramalan

32.Seorang akan mendapat tauladan di atas apa yang dilihat

33.Taat kepada perempuan(selain ibu) adalah kejahilan yang paling besar

34.Kejahatan itu mengumpulkan kecelaan yang memalukan

35.Jika berharta, berniagalah dengan Allah dengan bersedekah

36.Janganlah kamu lihat siapa yang berkata tetapi lihat apa yang
dikatakannya

37.Tidak ada percintaan dengan sifat yang berpura2

38.Tidak ada pakaian yang lebih indah daripada keselamatan

39.Kebiasaan lisan adalah apa yang telah dibiasakannya

40.Jika kamu telah menguasai musuhmu,maafkanlah mereka, kerana perbuatan itu adalah syukur kepada kejayaan yang telah kamu perolehi.

Wednesday, April 27, 2011

JOM LAYAN...PASTI BEST PUNYERRR ^__^

Monday, April 25, 2011

You ONE IN A MILION?? ASK YOUR HEART NOW...


Mungkin anda 1 dalam sejuta?? tepuk dada tanya iman...apakah anda adalah orang yang tergolong dalam orang yang bersabar dan bersyukur dengan apa yang ALLAH uji...

Ramai yang sabar dengan ujian ALLAH...tetapi hanya sedikit yang rasa bersyukur dan rasa kehambaan dengan ujian itu...tanyalah iman...

"tepuk dada tanya iman masing2....masing2 dah besar panjang...dah pandai fikir yang mana baik yang mana buruk..."

…Dan para malaikat masuk kepada tempat-tempat mereka dari semua pintu (sambil mengucapkan); keselamatan atas kalian berkat kesabaran kalian. Maka alangkah baiknya tempat kesudahan itu.” (QS. Ar-Ra’d [13]:23-24)

Sabar termasuk akhlak yang paling utama yang banyak mendapat perhatian Al-Qur’an dalam surat-suratnya. Imam al-Ghazali berkata, “Allah swt menyebutkan sabar di dalam al-Qur’an lebih dari 70 tempat.”
Ibnul Qoyyim mengutip perkataan Imam Ahmad: “Sabar di dalam al-Qur’an terdapat di sekitar 90 tempat.”
Abu Thalib al-Makky mengutip sebagian perkataan sebagian ulama: “Adakah yang lebih utama daripada sabar, Allah telah menyebutkannya di dalam kitab-Nya lebih dari 90 tempat. Kami tidak mengetahui sesuatu yang disebutkan Allah sebanyak ini kecuali sabar.”


[4:147] Mengapa Allah akan menyiksamu, jika kamu bersyukur dan beriman ? Dan Allah adalah Maha Mensyukuri lagi Maha Mengetahui.

[32:9] Kemudian Dia menyempurnakan dan meniupkan ke dalamnya roh (ciptaan)-Nya dan Dia menjadikan bagi kamu pendengaran, penglihatan dan hati; (tetapi) kamu sedikit sekali bersyukur.

’Dan mereka memperoleh manfaat padanya manfaat-manfaat dan minuman maka mengapakah mereka tidak bersyukur???’’(Yasin : 73)


Sunday, April 24, 2011

Keajaiban Quran - PENGIRAAN HALAJU CAHAYA DRPD AL-QURAN ???



Qs. 32 Surah Sajdah: 5. Dia mengatur urusan dari langit ke bumi, kemudian (urusan) itu naik kepadaNya dalam satu hari yang kadarnya adalah seribu tahun menurut perhitunganmu

Sekarang, mari kita perhatikan dengan menggunakan formula.

Jarak yang dicapai oleh cahaya selama 1 hari = jarak yang ditempuh bulan selama 1000 tahun atau 12000 bulan.

C . t = 12000 . L
dimana : C = kepantasan sesuatu benda
t = waktu selama satu hari
L = panjang perjalanan bulan selama satu bulan

Sekarang, sistem kalendar telah diuji mendapatkan nilai C yang sama dengan nilai C yang sudah diketahui setelah pengukuran.

Ada dua macam sistem kalendar bulan:
1. Sistem sinodik, didasarkan atas semua pergerakan bulan dan matahari dari bumi.
1 hari = 24 jam
1 bulan = 29.53059 hari

2. Sistem sidereal, didasarkan atas pergerakan relatif bulan dan matahari terhadap bintang
dan alam semesta.
1 hari = 23 jam 56 minit 4.0906 saat = 86164.0906 saat
1 bulan = 27.321661 hari
Bulan kembali ke posisi semula tepat pada garis lurus antara matahari dan bumi. Period ini disebut “satu bulan sinodik”

Selanjutnya perhatikan laluan bulan selama satu bulan sidereal, Laluannya bukan berupa lingkaran seperti yang mungkin anda bayangkan melainkan berbentuk curve yang panjangnya L = v . T.

Dimana:
v = kepantasan bulan
T = period revolusi bulan
= 27.321661 hari
a = 27.321661 days/365.25636 days x 360 o = 26.92848o

Ada dua jenis kepantasan bulan :
1. Kecepatan relatif terhadap bumi yang bisa dihitung dengan formula berikut: ve = 2 . p . R / T

dimana R = jejari revolusi bulan = 384264 km
T = period revolusi bulan = 655.71986 jam
Jadi ve = 2 * 3.14162 * 384264 km / 655.71986 jam
= 3682.07 km/jam

2. Kepantasan relatif terhadap bintang atau alam semesta. Einstein mengatakan bahawa kepantasan jenis kedua ini dihitung dengan mendarabkan yang pertama dengan cosinus a, sehingga: v = Ve * Cos a

Dimana a adalah sudut yang dibentuk oleh revolusi bumi selama satu bulan sidereal
a = 26.92848o
Bandingkan C (kepantasan sesuatu benda) hasil perhitungan dengan nilai C (kepantasan cahaya) yang sudah diketahui !

Jika:
L = v . T
v = Ve * Cos a
Ve = 3682.07 km/jam
a = 26.92848 o
T = 655.71986 jam
t = 86164.0906 saat

Maka:
C . t = 12000 . L
C . t = 12000 . v . T
C . t = 12000 . (Ve * Cos a) . T
C = 12000 . ve . Cos a . T / t
C = 12000 * 3682.07 km/jam * 0.89157 * 655.71986 jam / 86164.0906 saat
C = 299792.5 km/saat


Sekarang…mari kita bandingkan antara yg ditulis Al-Quran dengan perkiraan abad 20.

Al-Quran ————————————–> C = 299792.5 Km/saat
US National Bureau of Standards, ——> C = 299792.4574 + 0.0011 km/saat
The British National Physical Laboratory, C = 299792.4590 + 0.0008 km/saat

Conferrence ke-17 tentang Penetapan Ukuran dan Berat Standard Dunia ialah :

”Satu meter adalah jarak tempuh cahaya dalam ruang vacum ialah 1/299792458 saat”.

Sumber : Dikirimkan oleh seorang pensyarah UPM

: Prof. Madya Dr. Mat Rofa Ismail

Saturday, April 23, 2011

Islam will rule the world when NABI ISA and Imam Mahdi, and down to earth

Resurrection by Quran...


Assalamu ‘alaikum wa rahmatullah wa barakatuh.

Salah seorang akh pernah bertanya kepada saya mengenai kiamat, tanda-tanda dan bagaimana terjadinya. Tema tentang kiamat telah dibicarakan oleh Al-Qur’anul Karim dan dijelaskan oleh sunah muthaharah. Adapula buku yang ditulis khusus mengenai tema ini, seperti kitab Isya’ah Ji Asyrathis Sa’ah.

Pembicaraan mengenai tema ini bisa panjang lebar, tetapi dalam kesempatan seperti ini, saya berusaha menekan dan meringkas pembahasannya, lantas mengambil pelajaran darinya, supaya pembahasan ini bisa menggambarkan maksud secara jelas, menghilangkan keraguan, dan mencegah kerancuan.

Kiamat merupakan misteri. Allah telah memonopoli pengetahuan mengenainya dan tidak memberitahukannya kepada seorang pun.

“Sesungguhnya Allah, hanya pada sisi-Nya sajalah pengetahuan tentang hari Kiamat; dan Dialah Yang menurunkan hujan, dan mengetahui apa yang ada dalam rahim.” (Luqman: 34)

“Mereka menanyakan kepadamu tentang kiamat, ‘Bilakah terjadinya?’ Katakanlah, ‘Sesungguhnya pengetahuan tentang kiamat itu adalah pada sisi Tuhanku; tidak seorang pun yang dapat menjelaskan waktu keda-tangannya selain Dia. Kiamat itu amat berat (huru-haranya bagi makhluk) yang di langit dan di bumi. Kiamat itu ddak akan datang kepadamu melainkan dengan tiba-tiba.’ Mereka bertanya kepadamu seakan-akan kamu benar-benar mengetahuinya. Katakanlah, ‘Sesungguhnya pengetahuan tentang hari Kiamat itu adalah di sisi Allah, tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui.’” (Al-A’raf: 187)

“Dan tahukah kamu (wahai Muhammad), boleh jadi hari berbangkit itu sudah dekat waktunya?” (Al-Ahyab: 63)

Jadi, kiamat adalah misteri, yang tidak diketahui kecuali oleh Allah. Ia akan mendatangi manusia secara tiba-tiba. Tetapi waktu kedatangannya sudah dekat.

“Telah dekat (datangnya) kiamat dan telah terbelah bulan.” (Al-Qamar: 1)

Inilah pandangan Al-Qur’anul Karim mengenai kiamat.

Adapun mengenai tanda-tanda kiamat, ia juga telah memberikan isyarat sekilas tanpa menjelaskannya secara mendetail. Sebagaimana firman Allah,

“Dan tidaklah yang mereka tunggu-tunggu melainkan hari kiamat (yaitu) kedatangannya kepada mereka secara tiba-tiba, karena sesungguhnya telah datang tanda-tandanya.” (Muhammad: 18)

Di antara tanda-tanda kedatangan kiamat adalah

1. Keluarnya binatang melata sebagaimana yang disebutkan dalam firman Allah swt.,

“Dan apabila perkataan telah jatuh atas mereka, Kami keluarkan sejenis binatang melata dari bumi yang akan mengatakan kepada mereka, bahwa sesungguhnya manusia dahulu tidak yakin kepada ayat-ayat Kami.” (An-Naml: 82)

2. Kemudian turunnya Isa as. sebagaimana yang disebutkan dalam firman Allah,

“Dan sesungguhnya Isa itu benar-benar memberikan pengetahuan tentang hari kiamat. Karena itu, janganlah kamu raguragu tentang kiamat itu.” (Ay-Zukhruf: 61)

Dan firman Allah:

“Tiada seorang pun dari Ahli Kitab, kecuali akan beriman kepadanya sebelum kematiannya.” (An-Nisa’: 159)

3. Kemudian keluarnya Ya’juj dan Ma’juj sebagaimana yang disebutkan dalam firman Allah:

“Mereka berkata, ‘Hai Dzulqarnain, sesungguhnya Ya’juj dan Ma’juj itu orang-orang yang membuat kerusakan di muka bumi, maka dapatkah kami memberikan suatu pembayaran kepadamu …” (Al-Kahfi: 94) sampai firman Allah: “…Maka apabila sudah datang janji Tuhanku, Dia akan menjadikannya hancur luluh; dan janji Tuhanku itu adalah benar. Kami biarkan mereka di hari itu bercampur aduk antara satu dengan yang lain, kemudian ditiup lagi sangkakala, lalu Kami kumpulkan mereka semuanya.” (Al-Kahfi: 98)

Dan firman Allah swt.:

“Hingga apabila dibukakan (tembok) Ya’juj dan Ma’juj, dan mereka turun dengan cepat dari seluruh tempat yang tinggi.” (Al-Anbiya’: 96)

4. Kemudian munculnya asap di langit sebagaimana yang disebutkan dalam firman Allah:

“Maka tunggulah hari ketika langit membawa kabut yang nyata. Yang meliputi manusia. Inilah adzab yang pedih.” (Ad-Dukhan: 10-11)

Inilah tanda-tanda kiamat yang disebutkan secara global.

Adapun bagaimana peristiwa yang terjadi ketika kiamat, maka telah diisyaratkan oleh Al-Qur’anul Karim dalam firman Allah:

“Apabila matahari digulung. Dan apabila bintang-bintang berjatuhan,” (At-Takwir: 1-2) dan ayat-ayat selanjutnya.

Kemudian dalam firman Allah:

“Apabila hari kiamat terjadi. Tak seorang pun dapat berdusta tentang kejadiannya. (Kejadian itu) merendahkan (satu golongan) dan meninggikan (golongan lain). Apabila bumi diguncangkan sedahsyat-dahsyatnya. Dan gunung-gunung dihancurluluhkan sehancur-hancurnya. Maka jadilah ia debu yang beterbangan.” (Al-Waqi’ah: 1-6)

“Dan kamu lihat gunung-gunung itu, kamu sangka dia tetap di tempatnya, padahal ia berjalan sebagaimana jalannya awan.” (An-Naml: 88)

“Yaitu pada hari (ketika) bumi diganti dengan bumi yang lain dan (demikian pula) langit, dan mereka semuanya (di padang Mahsyar) berkumpul menghadap ke hadirat Allah yang Maha Esa lagi Mahaperkasa.” (Ibrahim: 48)

Kondisi yang digambarkan oleh Al-Qur’an ini sungguh menakjubkan dan merupakan salah satu kemukjizatannya. Ia tidak pernah menyampaikan sesuatu yang bertentangan dengan akal, yang sukar dipahami oleh manusia, atau yang membutuhkan pemikiran rumit. Bahkan, perkara-perkara yang ditegaskan oleh para astronom tidak bertentangan dengan apa yang tercantum dalam Al-Qur’anul Karim, karena ia merupakan kitab universal yang tidak membahas detail-detail masalah, tetapi hanya menyebutkan masalah-masalah yang bersifat umum. Maka, ketika Anda mempercayainya, hendaknya Anda mempercayainya tanpa keraguan sedikit pun.

Jika beralih kepada pembicaraan tentang kiamat dalam hadits, maka kita mendapati bahwa kita diperintahkan untuk mengambil hadits-hadits yang shahih dan bersih dari cacat.

“Sesungguhnya telah ada pada diri Rasulullah itu suri teladan yang baik bagi kalian.” (Al-Ahzab: 21)

Kita mendapati hadits-hadits ini sesuai dengan kitab Allah dan tidak ada pertentangan di antara keduanya. Rasulullah saw. telah menyatakan bahwa beliau tidak mengetahui tentang kiamat, sebagaimana yang disebutkan dalam sebuah hadits yang masyhur ketika beliau ditanya oleh Jibril as. mengenai kiamat. Beliau menjawab, “Yang ditanya tidak lebih tahu dari yang bertanya.”

Kemudian beliau menyatakan bahwa kiamat itu sudah dekat, di dalam sabda beliau, “Aku diutus sedangkan jarak antara diriku dengan kiamat seperti ini.”

Banyak hadits yang berbicara tentang tanda-tanda kiamat diriwayatkan oleh Al-Bukhari, Muslim, dan para muhadits lain. Bisa dilihat bahwa Nabi saw. dalam kebanyakan hadits-hadits ini memberikan keterangan singkat sebagaimana hadits-hadits mengenai fitnah dan tanda-tanda kiamat.

Sebagian dari hadits-hadits tersebut menjelaskan tentang Al-Masih Ad-Dajjal. Ia berkebangsaan Yahudi, dan pernah muncul di zaman Nabi saw. sampai-sampai Umar ra. meminta izin kepada beliau untuk membunuhnya. Lantas Nabi saw. bersabda, “Jika ia bisa diketahui, kamu tidak bisa juga mengalahkannya.” Beberapa hadits menyebutkan banyak sifat-sifatnya, di antaranya bahwa ia akan turun di akhir zaman. Kemudian kita mendapati motif-motif politis melatarbelakangi pembuatan cerita-cerita yang menggambarkan Al-Mahdi Al-Muntazhar dan hadits-hadits palsu mengenainya. Misalnya: “Khalifah Allah di bumi-Nya adalah Al-Mahdi.” Hadits palsu ini dibuat lantaran khalifah yang memegang kekuasaan ketika itu adalah Al-Mahdi dari dinasti Bani Abas. Ini merupakan klaim politis. Karena itu, kita tidak mendapati sunah yang shahih yang menguatkan anggapan tentang Al-Mahdi ini. Status hadits-hadits mengenainya berkisar antara lemah dan palsu. Kemudian, jika Anda mengetahui bahwa ada sebagian orang yang menyampaikan keterangan-keterangan aneh tentang Ya’juj dan Ma’juj, sampai-sampai mereka mengatakan, “Yajuj dan Majuj bukan manusia keturunan Adam”, niscaya Anda tahu adanya idhthirab dalam hadits.

Idhtbirab adalah terjadinya pertentangan antara matan atau/dan sanad hadits yang diriwayatkan oleh seorang perawi dengan sanad atau/dan matan hadits yang diriwayatkan oleh perawi lain yang lebih kuat tanpa bisa dicari titik temu antara keduanya, pen. hadits tersebut. Jika kita memperhatikan ini, di samping memperhatikan keterangan-keterangan yang bersifat global dan sekilas, maka kita mengetahui bahwa kita tidak terikat dengan berita-berita seperti ini. Kita tidak harus menggambarkannya secara terperinci sebagaimana yang telah dijelaskan oleh para penulis. Kita hanya mengimaninya secara global sebagaimana penjelasan global yang diberikan Rasulullah saw. kepada kita, misalnya dalam hadits-hadits tentang fitnah, peristiwa-peristiwa alam seperti terbitnya matahari dari barat, dan peristiwa-peristiwa sosial seperti kekacauan di antara bangsa-bangsa.

Satu hal yang aneh, orang-orang Yahudi mencita-citakan berdirinya negara di tanah Palestina, di rumah Daud, karena beranggapan bahwa akan ada seorang raja yang datang dengan mengendarai keledai ke Baitul Maqdis. Mereka masih menunggunya hingga sekarang. Di antara hal-hal unik yang selayaknya diingat dari kisah Nabi saw, bahwa beliau saw. pernah masuk Palestina bersama sahabat-sahabatnya dengan mengendarai keledai. Seharusnya ini bisa menjadi bukti pembenar nubuwah bagi orang-orang Yahudi. Tetapi, mustahil mereka mau mengakui hal itu, karena Allah telah menggariskan nista dan kehinaan bagi mereka hingga hari kiamat.

‘Dan (ingatlah) ketika Tuhan kalian memberitahukan, bahwa sesungguhnya Dia akan mengirim kepada mereka (orang-orang Yahudi) sampai hari kiamat orang-orang yang akan menimpakan kepada mereka adzab yang seburuk-buruknya.” (Al-A’raf: 167)

“Lalu ditimpakanlah kepada mereka nista dan kehinaan serta mereka mendapat kemurkaan dari Allah. Hal itu (terjadi) karena mereka selalu mengingkari ayatayat Allah dan membunuh para nabi tanpa alasan yang benar. Demikian itu (terjadi) karena mereka selalu berbuat durhaka dan melampaui batas.” (Al-Baqarah: 61)

Ringkasnya, Ikhwan sekalian, orang-orang mukmin wajib beriman kepada perkara-perkara ini secara global serta berpegang teguh kepada kitab dan sunah mereka, setelah itu hendaklah mereka membiarkan perincian dari semua itu dibuktikan oleh waktu. Waktulah yang akan menyempurnakan penjelasannya.

SECRET WONDERS OF CREATION ... Praise God ...


1) Nisbah 1.618 ni memang dah diakui nisbah yang ajaib dalam rekabentuk sebab rekabentuk gunakan nisbah ni akan jadi cantik di mata manusia. itulah sebab nisbah 1.618 ini dipanggil Nisbah Emas atau Purata Emas.

2)Yang lagi ajaib rupa-rupanyanya bila diukur, kota mekah bukan sahaja terletak dengan cantiknya pada nisbah 1.618 di bumi, malah juga berada dalam nisbah ini di Arab Saudi. Kaabah juga ajaib sebab terletak dengan nisbah ini dalam Kota Mekah.

3)Tambah-tambah ajaib lagi bila ayat 96 surah al imran, ada terselit perkataan mekah di tengah-tengah ayat tu. Ayat ni relevan sebab menyebut ttg mekah sbg petunjuk keimanan manusia. Bila di kira huruf sebelum dan selepas perkataan mekah, ternyatalah perkataan mekah dalam ayat tu pun terletak dlm nisbah emas 1.618....

Friday, April 22, 2011

Wajah Imam Mahdi di Bulan


PENDAPAT ULAMA TENTANG IMAM AL-MAHDI

Dari Dzar dari Abdullah dari Nabi SAW yang bersabda : "Sekiranya dunia hanya tinggal sehari sahaja (sebelum qiamat) nescaya Allah memanjangkan hari itu sehingga bangkit padanya seorang lelaki dari keturunanku atau dari kaum keluargaku, yang namanya spt namaku, nama bapanya spt nama bapaku, ia akan memenuhi bumi dengan keadilan dan saksama sebagaimana bumi dipenuhi kezaliman dan kekejaman. Hadith riwayat Abu Daud dan Turmizi.

Dari Abu Said Al-Khudri ra berkata : "Aku telah mendengar Rasulullah SAW bersabda ; "Akan lahir dari umatku seorang lelaki yang menyeru dengan sunahku, Allah menurunkan hujan dari langit untuknya, bumi mengeluarkan kasil dan darinya buni dipenuhi dengan kedurjaan dan kekejaman. Ia memerintah umat ini selama tujuh tahun dan akan berada di baitul Maqdis. Hadith riwayat At-Tabarani.

Di antara tanda-tanda besar Qiamat ialah munculnya Imam Mahdi yang akan memerintah dunia ini dengan keadilan ketika dunia dicengkam oleh kejahatan kerana turunnya Dajjal. Walau bagaimanapun terdapat setengah-tengah pihak yang mempertikaikan kemunculan Imam Mahdi. Mereka berpendapat ia adalah perkara dongeng yang sengaja dicipta oleh orang-orang Yahudi dan Syiah.

Sesungguhnya kemunculan Imam Mahdi di akhir zaman telah diyakini dan diimani oleh golongan Ahli Sunnah Wal Jamaah berdasarkan ramai tokoh-tokoh utamanya meriwayatkan hadith tentang Al-Mahdi. Di antara mereka ialah Abu Daud, At-Turmizi, Ibnu Majah, Imam Ahmad, At-Tabarani, An-Nasaie, Ibnu Hibban, Muslim dan Al-Bukhari (rujuk hadith di atas).

Di samping itu, hadith-hadith mengenai kemunculan Al-Mahdi turut diriwayatkan oleh para sahabat utama Rasulullah SAW spt Ibnu Mas’ud, Ummu Salamah, Saidina Ali krw, Tsuban, Abu Hurairah, Ibnu Abbas, Saidina Uthman Affan, Qurah bin Qias, Huzaifah Al-Yaman, Ammar bin Yassir, Anas bin Malik, Abdul Rahman bin Auf dsb.

Berikut adalah beberapa pendapat ulama Ahli Sunnah Wal Jamaah mengenai persoalan mengenai kemunculan Imam Al-Mahdi di akhir zaman secara ringkas.

1. AI-Imam Abu Hanifah menjelaskan di dalam kitabnya Feqhul Akbar bahawa segala tanda-tanda hari qiamat adalah semuanya benar menurut hadits-hadits Rasulullah SAW dan salah satu di antara tanda-tandanya ialah kemunculan Imam Mahdi.

2. Al-Hafiz Ibnu Katsir di dalam Tafsir Ibnu Katsir menjelaskan, “Menurut pendapat yang jelas bahawa di antara Imam yang memimpin manusia itu ialah Al-Mahdi yang telah diberitahu oleh hadits-hadits yang diriwayatkan dan Rasulullah SAW yang menyebut perkara itu. Bukannya yang ditunggu­-tunggu oleh golongan Rafidhah, di mana menurut dakwaan mereka Mahdi itu telah dilahirkan kemudian akan muncul pula dan satu gua di Samira’ di dalam negeri Iraq. Pendapat ini tidak ada kebenarannya.”

3. Ibnu Hajar AI-Asqalani menyebut di dalam Fathul Bari (syarah sahih Al-Bukhari), “Telah berkata Abul Hussein Al-Aburie di dalam kitabnya Manaqib As-Syafie,” Telah menjadi khabar mutawatir bahawa Al-Mahdi itu lahir dari kalangan umat ini.”

4. Tersebut di dalam Sahih Muslim Masykul juzu’ kelapan m.s 185 hadits Rasulullah SAW,

Di akhir umatku kelak ada seorang khalifah yang membahagi-bahagikan harta tanpa mengira-ngira.”

Imam At-Tunmizi dan Abu Daud menyebut yang dimaksudkan seorang khalifah itu ialah Al-Mahdi. Dan mereka telah sepakat berkata bahawa hadits-hadits ini adalah hassan dan sahih.

5. Dalam kitab Tuhfah AI-A’laie Fi UImu Tauhid m.s 42,

“Dan bahawasanya turun Nabi Isa ketika Dajal mengepung Mahdi serta pengikut-pengikutnya dalam kota Baitul Maqdis. Maka turun Nabi Isa AS daripada langit atas menara sebelah timur masjid Syam dan pergi ke Baitul Maqdis maka ia membunuh Dajal dengan lembing dan Dajal hancur dengan semata-mata melihat Nabi Isa seperti hancur garam di dalarn air.

6. Ibnu Hajjar Al-Haitami menyebut di dalam kitabnya Fathul Mubin Li Syarah Al-“Arbaiin : “Bahawa Nabi Isa AS tuurn diakhir zaman memusnahkan salib dan membunuh babi sebgaimana tersebut dalam hadith sahih dan ia membunuh Dajjal, ia turun ketika solat Subuh dan berjemaah di belakang Al-Mahdi”.

7. Tersebut di dalam kitab Mastika Hadits Rasulullah SAW yang diterbitkan oleh Majlis Kebangsaan Bagi Hal Ehwal Agama Islam Malaysia dalam bab Beriman Kepada Hari Akhirat,

“Sayugia diingat, bahawa hadits-hadits berkenaan dengan zahinnya Mahdi, keluar Dajal, dan turunnya Nabi Isa AS adalah hadits-hadits yang sampai kepada martabat hadits mutawatir, demikianlah ditegaskan oleh ulama hadits.”

8. Syeikh Daud bin Syeikh Abdullah Al-Pattani menyebut di dalam kitabnya Darus Tsamin m.s 69.

“(Dan ketiganya) daripada tanda qiamat yang akan datang daripada beberapa tanda yang besar seperti keluar Mahdi...”

9. Ibnu Taimiyah di dalam kitabnya Al-Minhajul Sunnah An-Nabawiyah juzu’ 4 m.s 211 menyebut,

“Sesungguhnya hadits-hadits yang menyebut zahirnya Imam Mahdi adalah terdiri drp hadits-hadits sahih yang telah diriwayatkan oleh A1-Imam Abu Daud, Turmizi, Imam Ahmad dan lain-lain.”

Kemudian Ibni Taimiyah menyebut pula bahawa Al-Mahdi itu daripada keturunan Sayidina Hassan bin Ali dan bukannya daripada Sayidina Hussin bin Ali sebagairnana yang disebutkan oleh Sayidina Ali r.a (riwayat Abu Daud).

10. Dalam kitab Al-Manarul Munif Fi Sahihi Wad Dha’if karangan Ibni Qaiyim Al-Jauziyah,

“Orang-orang Islam telah bersalah faham pada perkara Al-Mahdi di atas 4 qaul, dan kebanyakan hadits-hadits itu menunjukkan bahawa Al-Mahdi itu seorang lelaki dari ahli bait Rasulullah SAW dan keturunan Sayidina Hassan bin Ali yang keluar pada akhir zaman kelak. Bahawa dunia ini sedang penuh dengan kezaliman dan kejahatan, maka Al-Mahdi itu memenuhkan bumi dengan keadilan dan kebajikan.”

rujukan : http://tayibah.com/eIslam/imam_mahdi2.htm

Wednesday, April 20, 2011

AZAN BERKUMANDANG DI GEREJA NEW YORK


New York (ANTARA News) - "Allahu Akbar Allaahu Akbar... Laa Ilaaha Ilallaah", demikian azan --panggilan salat bagi kaum muslim-- dilantunkan dari awal hingga akhir dengan suara bariton oleh Christopher Herbert dan menggema di Gereja Marble Collegiate di kawasan Manhattan, New York.

Suara azan yang dikumandangkan anggota jamaah Marble Collegiate Church itu merupakan salah satu acara yang mengawali berlangsungnya dialog segitiga kalangan penganut agama Kristen, Yahudi dan Islam di New York, Minggu.

Dialog yang mengusung tema "Perspektif dari Tiga Agama" tersebut menghadirkan tiga pemimpin agama, yaitu pemimpin masyarakat muslim Indonesia Syamsi Ali, Pendeta Yahudi Peter J. Rubinstein, dan Pendeta Edwin G. Mulder --mewakili komunitas Marble Collegiate Church.

Mengawali sesi dialog, Syamsi Ali, yang juga Ketua Dewan Masjid Al-Hikmah New York, membawakan bacaan Alquran Surat Ali Imran ayat 102 yang maknanya menekankan bahwa persaudaraan merupakan sebuah karunia.

Tidak hanya azan, dialog itu juga dimulai dengan pembacaan doa dan puji-pujian ala Yahudi dan Kristen.
Menurut Syamsi, pengumandangan azan oleh salah satu Gereja telah melalui konsultasi dengan pihaknya.

"Mereka menanyakan apa yang bisa dibawakan untuk menghormati kedatangan warga muslim. Saya katakan azan saja. Beliau (Chrisopher Herbert, red) sendiri mengambil sekolah teologi di Universitas Harvard di Boston," kata Syamsi ketika menjawab pertanyaan ANTARA tentang berkumandangnya azan di Marble Collegiate Church.

Gereja yang didirikan pada tahun 1854 itu sendiri dipadati oleh ratusan anggota Gereja serta beberapa warga muslim dan Yahudi.


Dialog segitiga --Islam, Kristen, Yahudi-- berlangsung santai karena ketiga pemimpin agama kerap saling melontarkan gurauan.

"Sekarang dia dulu yang jawab," kata Rubenstein sambil menunjuk Syamsi Ali ketika Pendeta Mulder mengajukan pertanyaan kedua kepadanya.

"Oh, terima kasih karena memberikan kesempatan duluan kepada yang paling muda," kata Syamsi yang disambut tawa gemuruh dari jamaah.

Bertindak sebagai moderator, Pendeta Mulder mengajukan lima pertanyaan kepada Syamsi dan Rubenstein, yaitu apa pedoman dan prinsip agama yang dianut; masalah terkini yang menjadi keprihatinan masing-masing; apa peranan rumah ibadah masing-masing dalam bidang politik; apa artinya saling menghormati; serta bagaimana mereka merayakan Hari Pernyataan Terima Kasih.

Pertanyaan-pertanyaan tersebut dijawab secara singkat oleh Syamsi, Rubenstein dan Mulder.

Tentang masalah terkini, Syamsi menjawab bahwa persepsi yang salah tentang Islam adalah salah satu isu yang saat ini sangat memprihatinkan.

"Prihatin karena ada kesalahpahaman terhadap Islam, juga adanya Islamophobia (ketakutan akan Islam, red). Media sangat berperan besar dalam membangun pemahaman," kata Syamsi.

Rubenstein melihat perdamaian dengan keadilan sebagai masalah serius yang harus diwujudkan sementara Pendeta Mulder menyebut rasisme sebagai salah satu masalah besar dan memprihatinkan.

Tentang peranan rumah ibadah dalam bidang politik, ketiga pemimpin agama memberikan jawaban serupa, yaitu berusaha mendorong jamaahnya untuk melihat masalah-masalah yang berada di sekililingnya dan bagaimana mereka dapat berkontribusi untuk memecahkannya.

Untuk isu Hari Pernyataan Terima Kasih, Syamsi menerangkan bahwa setiap waktu bagi muslim adalah pernyataan terima kasih.

"Kami dibiasakan untuk selalu mengucapkan kata `Alhamdulillahi Robbil `Alamiin`," ujarnya.

Sambil menutup sesi dialog, Pendeta Mulder menyebut berlangsungnya dialog segitiga sebagai hal yang khusus yang mewarnai Thanksgiving.

Seperti diungkapkan Mulder, dialog seperti pada hari Minggu itu telah memasuki tahun ke-15.
(*)

Editor: Ruslan Burhani
COPYRIGHT © 2011

Tuesday, April 19, 2011

syiar golongan kafir yang menjangkiti penimbul fitnah dalam jamaah Islam


1. Golongan yang berbisik-bisik di belakang atau tidak melalui saluran jika tidak berpuas hati dan menimbulkan puak-puak dalam jamaah.

"As-Syahid Sayyid Qutb ketika menafsirkan ayat yang membicarakan tentang berbisikan (Surah An-Nisak ayat 114-pen) berkata : Nampaknya sebahagian kaum muslimin - yang terdiri drpd mereka yang belum sensitif dengan deria tanzim Islami (gerakan Islam)- ketika berlaku sesuatu perkara, mereka berkumpul sesama sendiriuntuk bersembang-sembang dan berbisikan serta bermesyuarat jauh dari pantauan qiadah (pimpinan) mereka.

Kaedah ini tidak diperakui oleh tabiat perjalanan Jamaah Islam dan ruh tanzim Islami yang menuntut agar segala pandangan, pendapat dan cadangan (atau kritikan) yang timbul hendaklah dibentangkan kepada qiadah secara lansung (face to face). Perkumpulan-perkumpulan pinggiran (klik atau team) dalam jamaah adalah tidak dibenarkan.

Adalah diperhatikan bahawa perkumpulan-perkumpulan yang wujud di dalam jamaah akan menyebabkan keadaan kucar-kacir dan menyusahkan jamaah, sekali pun orang yang melakukannya tidak berniat demikian (mungkin niat kerana sayangkan jemaah). Tetapi, cara pengutaraan permasalahan semasa yang dihadapi atau pembentangan pendapat dan cadangan (atau kritikan) dengan cara demikian (tidak melalui saluran) sudah cukup untuk membawa kepada kesulitan dan ketidak patuhan." [Fi Zilal Al-Quran, 6/351]


2. Penimbul fitnah (perpecahan) dalam jamaah seringkali menggunakan alasan yang indah untuk menjustifikasi tindakan

Sikap menjustifikasikan tindakan sumbang dengan alasan yang indah (cth : kerana sayangkan jamaah) ini adalah merupakan syiar golongan kafir yang menjangkiti penimbul fitnah dalam jamaah Islam.

"Kemudian ada pemimpin yang dituduh tidak memahami permainan politik. Qiaskan apa yang berlaku sekarang dengan apa yang telah berlaku dahulu. Al-Quran telah memberi amaran kepada kita daripada terlibat dengan tuduhan-tuduhan tersebut kerana ia merupakan syiar golongan kafir. Firaun(dan menteri-menterinya) telah berkata tentang Nabi Musa a.s ;

{dan Firaun berkata ; Biarkan aku membunuh Musa dan biarlah dia memohon kepada Tuhannya kerana aku bimbang dia akan menukar agama kamu atau dia akan menimbulkan kerosakan di muka bumi} - Surah Al-Ghafir ayat 26

{Dan berkata pula ketua-ketua dari kaum Firaun ; Adakah kamu (wahai Firaun) hendak membiarkan Musa dan kaumnya untuk melakukan kerosakan di bumi (Mesir)} - Surah Al-A'raf ayat 127

Bukankah inilah perkataan yang turut digunakan oleh setiap thagut yang melakukan kerosakan di atas muka bumi dan mendakwa yang yang mereka melakukan pembaikan?

Bukankah ia merupakan perkataan batil yang hodoh dan digunakan bagi berhadapan dengan kebenaran yang indah?

Bukankah ia juga perkataan yang digunakan oleh si penjahat bagi membangkitkan keraguan dan syak wasangka di sisi seorang yang beriman lagi tenang?

Logik yang digunakan adalah sama. Ia berulang ketika bertembung di antara kebenaran dan kebatilan, iman dan kufur, kebaikan dan keburukan di sepanjang zaman dan setiap tempat. Kisah ini sentiasa berulang dari masa ke semasa" [Fi Zilal Al-Qur'an, 5/3078]

Oleh itu para daie hendaklah sentiasa berwaspada daripada menyerupai golongan kafir, iaitu dengan mengadakan alasan ;

- bahawa fitnah yang digembar-gemburkan bertujuan untukmembaiki,
- bahawa mereka keluar dari jamaah demi melakukanpembetulan,
- bahawa bisikan yang dilakukan di kalangan mereka bertujuan untuk berbincang (wacana),
- bahawa umpatan yang dilakukan bertujuan untuk mewujudkan suasana dialog,
- bahawa percanggahan dengan pemimpin atas alasankebenaran bukannya satu,
- bahawa ketidak tegasan (dengan Islam-pen) dengan hujjah untuk mendapatkan sokongan,
- bahawa tidak taat kepada dakwah atas alasanmempermudahkan (dinamik)
- bahawa mengkritik golongan yang membawa kebaikan dengan alasan (kebaikan) itu subjektif,
- bahawa meninggalkan dasar-dasar syarak dengan hujjahmaslahah,........

Tetapi, kerosakan adalah tetap kerosakan, tidak boleh diubah oleh ibarat dan lafaz yang digunakan untuk menggambarkannya. Tetap teguh di atas manhaj adalah lebih utama daripada mendapat sokongan yang cepat. Kesatuan jamaah adalah daripada lebih utama mendapat sokongan di dalam satu-satu situasi. Kemaslahatan umum mengatasi kepentingan individu.

* Petikan dari buku Fitnah Dalam Kehidupan Pendakwah - Muhammad Ahmad Ar-Rashid m.s. 33
* Petikan dari buku Fitnah Dalam Kehidupan Pendakwah - Muhammad Ahmad Ar-Rashid m.s. 55-57

STUDY NO 1 JEMAAH BUKAN NO 2



Salam imtihan kepada semua...semoga ALLAH merahmati...dipermudahkan segala urusan....


Monday, April 18, 2011

PENANTIAN ITU ADALAH UJIAN...


Penantian adalah satu ujian,
tetapkanlah ku selalu dalam harapan,
karena keimanan tak hanya diucapkan,
adalah ketabahan menghadapi cobaan,
sabarkanlah ku menanti pasangan hati,
tulus kan kusambut sepenuh jiwa ini,
di dalam asa diri menjemput berkahMu,
tibalah ijinMu atas harapan ini,
Robbi teguhkanlah ku dipenantian ini,
Berikanlah cahaya terangmu selalu,
Robbi hanya padamu ya doaku ini,
Duhai tempat mengadu segala rasa diri.

Sunday, April 17, 2011

Penantian itu satu penyeksaan namun ia sebenarnya adalah ujian..


Penantian itu satu penyeksaan namun ia sebenarnya adalah ujian..

"Allah telah menciptakan kamu sekalian dari satu hakikat dan satu jenis yang sama, kemudian Dia membuat dari jenis itu pasangannya."
(Surah az-Zumar:6)

Wanita sekarang LEBIH AWLA tidak berpurdah..


Sumber: qaradhawi.net

Terjemahan : Purdah dan zaman kini.

Dan pada masalah yang lain, as-Syeikh al-Qaradhawi telah berkata, menjawab soalan tentang (samada) wajib berpurdah atau tidak: "purdah adalah satu perkara yang wajib mengikut setengah pandangan ulamak. Dan sebahagian ulamak yang lain mengharuskannya..namun, saya tidak berpandangan bahawa ianya adalah wajib..Sesiapa yang hendak berpurdah, dia bebas berbuat demikian..Namun, pada zaman kita sekarang, saya melihat (berpandangan) bahawa muslimah lebih awla tidak berpurdah, ini kerana untuk membolehkannya bergaul dengan wanita yang tidak bertudung (membuka aurat) dan mendekati mereka."

As-Syeikh merujuk kepada perkara tersebut bahawa: "wanita yang bertudung (tidak berpurdah) (lebih) boleh merapati (wanita yang tidak bertudung) [(berbanding wanita yang berpurdah)]. Beliau berkata: "bagi wanita yang berpurdah, bagaimana dia ingin mengajak mereka yang tidak bertudung (tidak menutup aurat) secara berperingkat-peringkat?"

Beliau menambah dengan katanya: "saya mempunyai satu risalah tentang purdah; satu qaul yang mengatakan kewajipan berpurdah dan satu qaul lagi mengatakan bahawa ia adalah satu bid'ah. Di sana juga ada orang yang mengatakan bahawa purdah itu bid'ah dan (kumpulan) yang lain pula mengatakan ia adalah wajib. Namun, saya tidak bersetuju dengan kedua-dua pihak ini".

Beliau menjelaskan bahawa "berpurdah bukanlah suatu bid'ah.. (Di sana) ada qaul dalam Mazhab Hanbali dan qaul dalam mazhab-mazhab yang lain. Dan jamhur fuqaha' berpendapat bahawa muka seorang wanita itu bukanlah aurat. Sehinggakan al-Imam Ibn Qudamah as-Syeikh dari Mazhab Hanbali (juga) berkata dalam Kitab al-Mughni bahawa muka bukanlah aurat."

Siiru 'ala barakatillah...

GENGGAMLAH TANGAN ISTERIMU..DISAAT DIRINYA MENANGIS...


Jika isteri menangis dihadapanmu….

“hargai lah ia sblm terlewat…”

Jika seorang isteri menangis dihadapanmu,

itu bererti dia tidak dapat menahannya lagi…

Jika kau memegang tangannya saat dia menangis, dia akan tinggal bersamamu sepanjang hidupmu..

Jika kau membiarkannya pergi, dia tidak akan kembali menjadi dirinya yang dulu, selamanya!

Seorang isteri tidak akan menangis dengan mudah, kacuali didepan orang yang sangat dia sayangi, dia akan menjadi lemah!

Seorang isteri tidak akan menangis dengan mudah, hanya jika dia sangat menyayangimu.

Dia akan menurunkan rasa EGOnya.

Wahai suami2,

jika seorang istri pernah menangis karenamu, tolong pegang tangannya dengan penuh pengertian.

Kerana dia adalah orang yang akan tetap bersamamu sepanjang hidupmu disaat kau terpuruk terlalu dalam …

Wahai suami2, jika seorang isteri menangis keranamu, tolong jangan menyia-nyiakannya. Mungkin, kerana keputusanmu, kau merosakkan kehidupannya.

Saat dia menangis didepanmu, saat dia menangis keranamu. Lihatlah jauh kedalam matanya. Dapatkah kau lihat dan kau rasakan SAKIT yang dirasakannya keranamu ?

Apakah keistimewaan perempuan ini ? ”

Dibalik KELEMBUTANYA dia memiliki kekuatan yang begitu dahsyat..

TUTUR katanya merupakan KEBENARAN..

SENYUMAN’nya adalah SEMANGAT bagi orang yang dicintainya. .

PELUKAN & CIUMAN’nya bisa memberi KEHANGATAN bagi anak2nya..

Dia TERSENYUM bila melihat temannya tertawa..

Dia TERHARU Dia MENANGIS bila melihat KESENGSARAAN pd org2 yg dikasihinya. ..

Dia mampu TERSENYUM dibalik KESEDIHAN’nya. .

Dia sangat GEMBIRA melihat KELAHIRAN..

Dia begitu sedih melihat KEMATIAN..

TITISAN air matanya bisa membawa PERDAMAIAN.

Tapi dia sering dilupakan oleh SUAMI krn 1 hal…

Bahawa “Betapa BERHARGAnya dia”…

Sebarkan ini ke SELURUH ISTERI2 yg soleha dan SUAMI2 yang kamu kenal agar mereka tidak lupa bahwa ISTERI mrk

begitu berHARGA… Dan sangat berHARGA.


Saturday, April 16, 2011

"Pergilah kamu dari sini. Jangan engkau muncul lagi di hadapan mataku."


Wahsyi bin Harb, terkenal dalam sejarah sebagai seorang hamba kulit hitam yang telah membunuh dengan kejam Sayidina Hamzah r.a., bapa saudara Rasulullah SAW.

Ketika terjadinya Perang Uhud, Hindun telah menawarkan kepada Wahsyi agar membunuh Sayidina Hamzah r.a. dan sebagai ganjarannya dia akan dimerdekakan. Wahsyi yang memang menunggu-nunggu peluang keemasan itu telah menerima tawaran tersebut. Wahsyi segera berangkat ke medan Uhud secara sembunyi-sembunyi dan mencari-cari Sayidina Hamzah. Akhirnya dia mengenal pasti orang yang dicari iaitu Sayidina Hamzah r.a. bapa saudara kepada Rasulullah SAW. Wahsyi mula mencari tempat yang paling strategi iaitu dengan berlindung di sebalik batu. Beliau menunggu masa yang sesuai untuk bertindak. Setelah cukup yakin, beliau pun melemparkan lembingnya tanpa disedari oleh Sayidina Hamzah r.a. dan lembing itu tepat mengenai sasarannya. Sayidina Hamzah rebah ke bumi lalu syahid.

Wahsyi segera memberitahu tuannya, lalu datanglah Hindun mendapatkan jasad Sayidina Hamzah yang sudah tidak bernyawa itu. Dibelahnya dada Sayidina Hamzah r.a. dengan kejam dan tanpa belas kasihan terus dikeluarkan jantungnya. Kemudian dengan rakus sekali dia mengunyah jantung Sayidina Hamzah r.a. kerana hendak memakannya, tetapi dia tidak mampu menelannya. Setelah hatinya puas, Hindun pun meninggalkan mayat bapa saudara Rasulullah itu.

Setelah peperangan tamat, kesemua para syuhadak dikumpulkan untuk dikebumikan. Rasulullah SAW terasa amat hiba dan sedih apabila melihat mayat bapa saudaranya itu diperlakukan sedemikian rupa. Rasulullah menanggung kedukaan yang sangat hebat yang tidak dapat digambarkan oleh kata-kata.

Ketika hari pembukaan (futuh) Mekah, Rasulullah SAW telah mengutus seseorang kepada Wahsyi untuk menyerunya kepada Islam. Akhirnya Wahsyi memeluk Islam, lalu dibawa ke hadapan Rasulullah SAW.

Rasulullah bertanya, "Kamukah yang bernama Wahsyi?"
"Ya," jawab Wahsyi.
"Kamukah yang telah membunuh bapa saudaraku Hamzah?" tanya Rasulullah.
"Benar," jawab Wahsyi. "

"Ceritakan kepadaku bagaimana kamu melakukan pembunuhan itu ," pinta Rasulullah.

Wahsyi pun menceritakan satu persatu apa yang telah dilakukan kepada bapa saudara Nabi itu, bagaimana tubuh bapa saudara baginda dilapah dengan kejam oleh Hindun dan dimakan hati dan jantungnya.
Selesai sahaja bercerita, Rasulullah SAW yang dalam keadaan teramat sedih berkata kepadanya: "Pergilah kamu dari sini. Jangan engkau muncul lagi di hadapan mataku."

Hancur luluh hati Wahsyi mendengar kata-kata yang keluar dari mulut baginda. Namun dia akur dan insaf bahawa perbuatannya dahulu telah menyakiti hati kekasih Allah iaitu Rasulullah SAW. Walaupun dosanya telah diampunkan lantaran memeluk Islam, tetapi atas kasih sayang Rasulullah, dia dilarang menampilkan diri di hadapan baginda, takut-takut perasaan Rasulullah tercacat apabila terpandang wajahnya. Mencacatkan hati kekasih Allah sangat besar akibatnya dan tidak akan selamat di dunia lebih-lebih lagi di Akhirat.

Lalu Wahsyi yang sedar akan kedudukannya, redha menerima ketentuan itu. Dia memperbaiki dirinya dan meningkatkan ketaqwaannya kepada Tuhan. Sewaktu-waktu menghadiri majlis baginda, Wahsyi mengintai-ngintai dari jauh untuk melihat wajah Rasulullah SAW. Semakin hari hatinya semakin cinta dengan Nabi SAW. Dan semakin hari hatinya juga semakin rasa berdosa terhadap baginda atas perbuatannya dahulu. Lalu timbul azam di hatinya untuk menebus kembali dosa-dosanya itu dengan melakukan sesuatu yang akan menggembirakan baginda.

Wahsyi bertekad dan berazam tidak akan pulang lagi ke Kota Mekah demi untuk merebut cinta kekasih Allah iaitu Muhammad SAW. Beliau benar-benar ingin menebus kesalahannya dengan menyebarkan Islam. Keazaman Wahsyi itu telah dibuktikannya dengan menjelajah ke seluruh pelosok dunia untuk berdakwah mengajak seramai mungkin manusia kepada Islam, hingga akhirnya beliau mati di luar Jazirah Arab.

Friday, April 15, 2011

ISTERI SOLEHAH KASIHKAN SUAMI


Taat

Tanggungjawab utama seorang isteri ialah isteri perlulah taat dan patuh kepada suaminya. Kesetiaan isteri kepada suaminya perlu diutamakan terlebih dahulu lebih daripada keluarga terdekatnya sendiri. Ini berdasarkan kepada sabda Rasulullah SAW:"Sekiranya aku ini orang yang menyuruh mana-mana orang supaya sujud kepada orang lain tentu sekali aku akan menyuruh isteri sujud kepada suaminya" - HR Abu Daud dan al-Hakim.

Isteri hendaklah mematuhi perintah si suami asalkan ia tidak bertentangan dengan ajaran Islam. Andainya suami menyuruh melakukan dosa maka isteri dibenarkan membantah. Sabda Rasulullah SAW: "Tidak boleh mentaati mahkluk dalam perkara menderhaka kepada Allah SWT" - HR Ahmad.
Setelah berkahwin, suami mempunyai hak ke atas isteri. Oleh sebab itu, jika isteri ingin keluar rumah atau berpuasa sunat, dia hendaklah meminta izin daripada suami. Sabda Rasulullah SAW: "Tidak halal bagi sesorang isteri yang beriman dengan Allah dan hari akhirat untuk berpuasa, sedangkan suaminya ada di sampingnya kecuali dengan keizinan suaminya itu" - HR al-Bukhari, Muslim dan Ahmad Ibn Hanbal.

Larangan berpuasa tanpa keizinan suami ini diwujudkan kerana dikhuatiri si isteri tidak dapat melayan kemahuan si suami dengan baik. Oleh sebab itu, meminta izin adalah sangat penting.

Melayan suami

Si isteri juga hendaklah melayan kehendak suami dengan baik pada bila-bila masa sahaja. Hubungan yang perlu dijaga ialah hubungan kelamin antara kedua-duanya. Oleh sebab itu, si isteri hendaklah memastikan agar dia melayan kehendak suaminya. Sabda Rasulullah SAW: "Apabila seorang suami mengajak isterinya ke tempat tidur, tetapi dia enggan melayan ajakan suaminya, maka suami tidur dengan marah pada waktu malam itu, nescaya malaikat mengutuknya sampai waktu subuh" - HR sebahagian Ahli Sunnah.

Untuk mengelakkan daripada digolongkan ke dalam golongan yang ingkar, maka isteri perlulah memenuhi kemahuan si suami jika tidak mempunyai alasan yang kukuh untuk menolaknya.

Mengurus rumahtangga

Tugas seorang isteri ialah untuk menjadikan tempat tinggalnya sebagai satu tempat untuk berehat serta menghasilkan persekitaran yang menyenangkan. Isteri hendaklah menghias rumah itu supaya ia kelihatan damai dan rasa senang hati untuk tinggal di situ. Untuk menghias rumah itu, si isteri perlulah menghias mengikut kemampuan keperluan keluarga itu. Citarasa hiasan dalaman itu bergantung kepada suami isteri asalkan ia tidak melanggar hukum Islam.

Apabila si suami memberi wang perbelanjaan kepada si isteri, maka si isteri mestilah berbelanja dengan bijak serta tidak membazir-bazirkan wang pemberian suaminya. Si isteri hendaklah berbelanja mengikut keperluan dan bukannya dengan hawa nafsu. Si isteri mestilah memahami keadaan ekonomi suami yang sibuk mencari nafkah untuk keluarganya.

Oleh sebab itu, si isteri hendaklah membuat perbelanjaan keluarganya dengan bijak supaya tidak ada perbelanjaan melebihi pendapatan. Maka, si isteri hendaklah berjimat-cermat dalam membuat pembelian supaya suami isteri itu hidup dalam serba kesederhanaan sahaja. Tanggungjawab Bersama.

Pengurusan rumahtangga adalah tanggungjawab seorang isteri. Walaupun mempunyai pembantu rumah, isteri masih bertanggungjawab untuk menyelia segala pengurusan rumah itu. Suami pula diharapkan dapat membantu si isteri dalam melakukan kerja-kerja rumah. Dengan adanya kerjasama daripada kedua-dua belah pihak, maka akan wujudlah sebuah keluarga bahagia serta dapat merapatkan lagi hubungan sesama mereka.

Menjaga maruah diri, suami dan keluarga

Sebagai seorang isteri, dia hendaklah menjaga maruah dan akhlak terutamanya apabila keluar dari rumah. Apabila si isteri keluar rumah kerana sebab-sebab tertentu seperti bekerja, melawat sanak saudara atau keluar membeli-belah, pakaian yang dipakai hendaklah menutup aurat dan tidak menjolok mata, berjalan dengan cara yang tidak menarik perhatian ramai serta berkelakuan baik. Si isteri perlulah menundukkan pandangan serta menjauhkan dirinya daripada segala fitnah yang mungkin akan berlaku.

Firman Allah: (Hai Nabi! katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu dan isteri-isteri orang Mukmin: Hendaklah mereka menghulurkan Jilbabnya ke seluruh tubuh mereka. Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, kerana itu mereka tidak diganggu. Dan Allah adalah maha Pengampun lagi maha Penyayang.") - Al-Ahzab; 59.

Seperti juga tanggungjawab si suami terhadap si isteri, segala kecacatan yang ada pada si suami hendaklah dirahsiakan. Ini adalah untuk mengelakkan perasaan aib timbul yang boleh menjurus kepada perbalahan. Sudah tentu perbalahan seperti ini perlu dielakkan kerana ia boleh mengganggu pembentukan keluarga bahagia.

Mnyenangkan hati suami

Apabila si suami memberikan pemberian dalam apa sahaja bentuk, adalah menjadi tanggungjawab si isteri untuk menghargai pemberian suami itu. Si isteri tidak boleh meminta-minta hadiah daripada si suami yang melebihi daripada kemampuannya. Jika mendapat hadiah walaupun yang kecil sahaja, isteri hendaklah menghargainya dan tidak mengkritik-kritik bentuk hadiah itu.

Dalam pepatah Arab ada menyebut: "Accept the little I may give you, my love for you will grow deeper, and raise not your voice in my presence, especially when I am in a moody crisis" - (Imam al-Ghazali).

Untuk menyenangkan hati si suami melihat isteri, maka si isteri haruslah menjaga dirinya supaya kelihatan ceria dan menarik. Ketika berada di dalam rumah, si isteri perlulah mengenakan solekan yang sewajarnya agar suami tertarik hati melihatnya. Si isteri juga hendaklah memakai wangi-wangian yang boleh menarik perhatian si suami.

Seorang perempuan tua Arab ada menasihatkan anaknya pada hari perkahwinannya: "Oo my daughter! You are leaving the home in which you were brought up for a house in which you brought up for a house unknown to you and to a companion unfamiliar to you. Be a floor to him, he will be a roof to you; be a soft seat to him, he will be a pillar for you; and be like a slave girl to him and he will be a slave boy to you. Avoid inopportune behaviour, least he should be bored with you; and be not aloof lest he should become indifferent to you. If he approaches you, come running to him; and if he turns away, do not impose yourself upon him. Take care of his nose, his eye and his ear. Let him not smell except a good odour from you; let not his eye see you except in an agreeable appearance; and let him hear nothing from you except nice, fine words" - (Imam al-Ghazzali).

Pendorong dan memberi motivasi

Isteri yang solehah seharusnya menjadi teman berunding bagi suami, menjadi sahabat dalam menyelesaikan masalah. Itulah sebabnya hubungan suami isteri itu diertikan orang sebagi 'teman hidup'. ika suami menghadapi masalah untuk mencapai cita-citanya dan keluarganya, maka berilah motivasi kepada suami disamping menghiburkan hatinya.

Dalam sesebuah institusi keluarga, ahli-ahlinya perlulah bersama-sama memikul tanggungjawab supaya pembentukan keluarga bahagia akan tercapai. Dalam hal yang sedemikian, terdapat beberapa tanggungjawab yang dipikul bersama oleh suami isteri. Kedua-duanya perlulah mendalami ilmu fardu ain. Ini adalah perlu kerana ilmu ini merupakan panduan untuk mereka dalam menjalani kehidupan seharian. Kita juga wajib menuntut ilmu sampai ke liang lahad. Dengan mempelajari lebih banyak ilmu fardu ain, suami isteri dapat menghayati kehidupan Islam lebih bermakna lagi.

Untuk menyelesaikan apa juga masalah keluarga, suami isteri perlulah sentiasa berbincang demi kebaikan bersama. Perbincangan adalah lebih baik daripada bersikap autokratik kerana kata sepakat dapat dicapai untuk kebaikan bersama dan tidak untuk kepentingan satu pihak sahaja. Malah, dengan perbincangan juga suami isteri boleh mendapat ilham baru untuk menyelesaikan masalah yang dihadapi bersama. Dalam menunaikan tanggungjawab masing-masing, kadang-kadang kita memerlukan pertolongan dalam hal-hal kebajikan.

Isteri kadang-kadang memerlukan pertolongan si suami untuk membuat kerja-kerja rumah. Dalam hal sebegini, adalah perlu bagi pasangannya untuk meringankan beban yang dihadapi oleh pasangannya supaya kerja-kerja dapat dilaksanakan dengan cepat dan betul. Apabila seorang daripada mereka melakukan perkara yang ditegah, adalah menjadi tanggungjawab pasangannya untuk menegur kesilapan yang telah dilakukan. Suami isteri hendaklah saling tegur menegur dan menghalang pasangan masing-masing daripada melakukan kemungkaran, sebaliknya melakukan lebih banyak hal-hal kebajikan.

Kedua-duanya perlulah bersikap jujur dan selalu menepati janji antara satu sama lain kerana perkahwinan dianggap sebagai satu institusi yang mana ahli-ahlinya perlulah saling percaya mempercayai antara satu lama lain tanpa perlu berbohong atau menyimpan rahsia. Oleh sebab itulah maka suami isteri hendaklah bersikap terbuka dan berterus terang dalam banyak hal tanpa menyembunyikan kebenaran.
Suami isteri perlulah saling memaafkan dan menasihati kerana sebagai manusia, kita tidak dapat lari daripada melakukan kesilapan. Ini adalah penting kerana tanpa sikap pemaaf dan saling tegur menegur ini, maka suami isteri itu akan hidup dalam kekacauan kerana sering melakukan kesilapan tanpa ada orang yang ingin menegurnya ataupun sering berbalah kerana tidak ada sikap pemaaf itu.

Salah satu hikmah berkahwin ini ialah suami isteri dapat melakukan solat berjemaah. Seperti yang diketahui, jika kita solat berjemaah, maka pahala yang diperolehi adalah berganda-ganda daripada solat secara sendiri. Dengan melakukan solat berjemaah ini maka perhubungan ukhwah antara suami isteri dapat dipereratkan. Yang paling penting dalam kehidupan sebagai suami isteri ini ialah bertawakal kepada Allah setelah berusaha sedaya upaya untuk mencapai kebahagiaan dalam hidup berumahtangga.

Kesimpulan

Secara kesimpulannya, dapatlah kita lihat bahawa perkahwinan ini adalah penting dalam sesebuah masyarakat kerana keluarga merupakan batu asas dalam pembinaan sesebuah masyarakat. Untuk melahirkan sesebuah masyarakat yang bahagia, kita perlulah memastikan bahawa ahli-ahli masyarakat itu menjalankan tanggungjawab masing-masing. Untuk melahirkan masyarakat yang yang kuat, mulia, dan saling bertangungjawab, pembentukan keluarga yang bahagia adalah sangat penting. Oleh sebab itu, adalah penting untuk membentuk sesebuah keluarga bahagia.

Note: Petikan dari laman http://ubmhkpt.blogspot.com

wibiya widget

  © Blogger templates The Professional Template by Ourblogtemplates.com 2008

Back to TOP