Powered by Blogger.
"CINTA KEPADA ALLAH MEMBAWA KETENANGAN..CINTA KEPADA RASULULLAH MEMBAWA KE SYURGA YANG KEKAL ABADI "
"Cukuplah bila aku merasa mulia karena Engkau sebagai Tuhan bagiku dan cukuplah bila aku bangga bahawa aku menjadi hamba bagiMu. Engkau bagiku sebagaimana yang aku cintai, maka berilah aku taufik sebagaimana yang Engkau cintai" -Semoga dapat mengambil istifadah dan manfaat dari laman ini-

Tuesday, November 16, 2010

KISAH NABI ISMAIL DAN NABI IBRAHIM

Kisah tentang penyembelihan Nabi Ibrahim AS atas Nabi Ismail AS, yang kemudian diganti oleh Allah SWT seekor kambing, telah dijelaskan oleh Allah SWT dalam Al-Qur'an, tepatnya surat Ash-Shaffat, ayat 99-113. Kira-kira, kisah globalnya sebagai berikut : Adalah mimpi Nabi Ibrahim AS yang menerangkan beliau menyembelih putranya, Ismail AS. Dalam Qur'an dijelaskan, "Maka tatkala anak itu sampai (pada umur sanggup) berusaha bersama-sama Ibrahim, Ibrahim berkata:"Hai anakku sesungguhnya aku melihat dalam mimpi bahwa aku menyembelihmu.Maka fikirkanlah apa pendapatmu!" Ia menjawab:"Hai bapakku, kerjakanlah apa yang diperintahkan kepadamu; insya Allah kamu akan mendapatiku termasuk orang-orang yang sabar". (QS. 37:102) Bahwasanya mimpi seorang nabi merupakan wahyu, sehingga Nabi Ibrahim AS pun melakukan wahyu yang memerintahkan penyembelihan itu. "Tatkala keduanya telah berserah diri dan Ibrahim membaringkan anaknya atas pelipis(nya), (nyatalah kesabaran keduanya)". (QS. 37:103) Nabi Ibrahim AS telah melaksanakan perintah dalam mimpi itu tanpa keraguan, maka Allah SWT pun berfirman :"Dan Kami panggillah dia:"Hai Ibrahim", (QS. 37:104). "...sesungguhnya kamu telah membenarkan mimpi itu", sesungguhnya demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik". (QS. 37:105) Allah menerangkan itu semua, dan menyatakan : "Sesungguhnya ini benar-benar suatu ujian yang nyata". (QS. 37:106). Lalu, Allah SWT mengganti penyembelihan Ismail AS itu dengan firman-Nya, "Dan Kami tebus anak itu dengan dengan seekor sembelihan yang besar". (QS. 37:107). Para ulama sepakat bahwa yang dimaksud dengan "Sembelihan Yang Besar" adalah kambing/domba. Lalu, bagaimana dengan pertanyaan Anda, bahwa itu semua adalah cerita versi Yahudi/Bani Israel? Memang, baik Islam maupun Yahudi mempunyai cerita-cerita tentang para Nabi. Itu karena sumber sejarahnya sama, yaitu sejarah Nabi Ibrahim AS. Baik, Islam maupun Yahudi sama-sama mengagungkan Nabi Ibrahim AS. Kalau memang cerita versi Yahudi adalah seperti Islam, maka itulah kesamaan agama-agama samawi. Tetapi, ada satu hal yang membedakan dan diubah ceritanya oleh orang-orang Yahudi/Bani Israel. Orang Yahudi mengklaim bahwa yang disembelih bukanlah Ismail, tetapi Ishaq [Anda bisa mengecek keterangan ini dalam Perjanjian Lama]. Di sinilah yang ditolak dan dibenarkan sejarahnya oleh Allah SWT sebagaimana yang termaktub dalam ayat Qur'an di atas. Demikian, maaf jika tidak memuaskan.

KISAH NABI ISMAIL DAN NABI IBRAHIM

Kisah tentang penyembelihan Nabi Ibrahim AS atas Nabi Ismail AS, yang kemudian diganti oleh Allah SWT seekor kambing, telah dijelaskan oleh Allah SWT dalam Al-Qur'an, tepatnya surat Ash-Shaffat, ayat 99-113. Kira-kira, kisah globalnya sebagai berikut : Adalah mimpi Nabi Ibrahim AS yang menerangkan beliau menyembelih putranya, Ismail AS. Dalam Qur'an dijelaskan, "Maka tatkala anak itu sampai (pada umur sanggup) berusaha bersama-sama Ibrahim, Ibrahim berkata:"Hai anakku sesungguhnya aku melihat dalam mimpi bahwa aku menyembelihmu.Maka fikirkanlah apa pendapatmu!" Ia menjawab:"Hai bapakku, kerjakanlah apa yang diperintahkan kepadamu; insya Allah kamu akan mendapatiku termasuk orang-orang yang sabar". (QS. 37:102) Bahwasanya mimpi seorang nabi merupakan wahyu, sehingga Nabi Ibrahim AS pun melakukan wahyu yang memerintahkan penyembelihan itu. "Tatkala keduanya telah berserah diri dan Ibrahim membaringkan anaknya atas pelipis(nya), (nyatalah kesabaran keduanya)". (QS. 37:103) Nabi Ibrahim AS telah melaksanakan perintah dalam mimpi itu tanpa keraguan, maka Allah SWT pun berfirman :"Dan Kami panggillah dia:"Hai Ibrahim", (QS. 37:104). "...sesungguhnya kamu telah membenarkan mimpi itu", sesungguhnya demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik". (QS. 37:105) Allah menerangkan itu semua, dan menyatakan : "Sesungguhnya ini benar-benar suatu ujian yang nyata". (QS. 37:106). Lalu, Allah SWT mengganti penyembelihan Ismail AS itu dengan firman-Nya, "Dan Kami tebus anak itu dengan dengan seekor sembelihan yang besar". (QS. 37:107). Para ulama sepakat bahwa yang dimaksud dengan "Sembelihan Yang Besar" adalah kambing/domba. Lalu, bagaimana dengan pertanyaan Anda, bahwa itu semua adalah cerita versi Yahudi/Bani Israel? Memang, baik Islam maupun Yahudi mempunyai cerita-cerita tentang para Nabi. Itu karena sumber sejarahnya sama, yaitu sejarah Nabi Ibrahim AS. Baik, Islam maupun Yahudi sama-sama mengagungkan Nabi Ibrahim AS. Kalau memang cerita versi Yahudi adalah seperti Islam, maka itulah kesamaan agama-agama samawi. Tetapi, ada satu hal yang membedakan dan diubah ceritanya oleh orang-orang Yahudi/Bani Israel. Orang Yahudi mengklaim bahwa yang disembelih bukanlah Ismail, tetapi Ishaq [Anda bisa mengecek keterangan ini dalam Perjanjian Lama]. Di sinilah yang ditolak dan dibenarkan sejarahnya oleh Allah SWT sebagaimana yang termaktub dalam ayat Qur'an di atas. Demikian, maaf jika tidak memuaskan.

Sunday, November 14, 2010

JOM BERAMAL DI BULAN ZULHIJJAH

Nabi SAW. bersabda yang bermaksud;

"Tiada sesuatu hari yang mana orang beramal soleh di dalamnya yang lebih disukai Allah daripada hari-hari ini(yakni permulaan Zulhijjah dari 1 hingga 10). Sahabat bertanya: Walaupun jihad fisabiliLlah ya Rasulullah? Jawab Rasulullah SAW.; Walaupun jihat fisabilillah kecuali seorang keluar dengan membawa semua hartanya dan tidak kembali sama sekali (yakni habis hartanya dan mati)."

Salah satu cara yang telah dianjurkan oleh agama kita ialah dengan berpuasa sunat pada tanggal 1 hingga 9 Zulhijjah. Kelebihan berpuasa pada hari itu berbeza-beza pula, menurut sebuah Hadis yang telah diriwayatkan oleh Ibnu Abbas r.a., Rasulullah bersabda maksudnya;

1 Zulhijjah - Kesalahan Nabi Adam diampuni Allah, barang siapa berpuasa pada hari itu, diampuni Allah akan dosanya.

2 Zulhijjah - Doa Nabi Yunus diperkenankan oleh Allah, barangsiapa berpuasa pada hari itu seolah-olah ia berpuasa setahun dan tidak pernah berbuat maksiat sedikit pun.

3 Zulhijjah – Doa Nabi Zakaria diperkenankan Allah, barang siapa berpuasa pada hari itu, diperkenankan Allah segala doanya.

4 Zulhijjah – Nabi Isa a.s. telah dilahirkan, barang siapa berpuasa pada hari itu terhindar ia daripada kefakiran serta kemelaratan dan pada hari kiamat kelak ia akan tergolong bersama dengan orang-orang terhormat.

5 Zulhijjah – Nabi Musa a.s. dilahirkan, barang siapa berpuasa pada hari itu terlepas ia daripada sifat munafik serta seksa kubur.

6 Zulhijjah – Allah membukakan pintu kebajikan kepada Nabi-NabiNya, barang siapa berpuasa pada hari itu ia akan dipandang oleh Allah dengan penuh rahmat dan kasih sayang serta terlepas daripada azab.

7 Zulhijjah – Pintu neraka jahannam akan dikunci dan dibuka semula lewat 10 Zulhijjah. Barang siapa berpuasa pada hari itu, dikuncikan Allah baginya 30 pintu kesulitan dan dibukakan 30 pintu kesenangan.

8 Zulhijjah – Nabi Ibrahim bermimpi mendapat perintah dari Allah supaya menyembelih puteranya Ismail. Seharian ia berfikir apakah perintah itu datangnya dari Allah atau dari syaitan. Hari itu telah dinamakan dengan dari "Tarwiya" (hari berfikir-fikir). Barang siapa berpuasa pada hari itu ia akan diberi Allah pahala yang tidak terhitung jumlahnya, hanya Allah yang mengetahui.

9 Zulhijjah – Turun ayat terakhir kepada Rasulullah s.a.w. yang tersebut dalam surah al-Ma'idah, ayat 3. Menurut sejarah, 81 hari setelah ayat ini diturunkan iaitu pada hari Jumaat tanggal 9 Zulhijjah tahun 9 H ketika Nabi wukuf di Arafah, baginda pun wafat. Pada hari itu juga Allah memberitahu kepada Nabi Ibrahim bahawa perintah menyembelih anak itu sememangnya adalah perintah dariNya bukan dari syaitan. Justeru hari itu dinamakan hari "Arafah" (hari tahu). Barangsiapa yang berpuasa pada hari itu akan diampunkan Allah dosanya setahun yang lalu dan setahun yang akan datang.

10 Zulhijjah - Adalah Hari Raya Aidul Adha (korban) dinamakan juga hari "Nahar" (menyembelih). Barang siapa berkorban pada hari itu dengan seekor korban, maka setiap titisan darah yang mengalir dari leher haiwan itu akan diampuni Allah akan dosanya serta dosa ahli keluarganya. Barang siapa yang bersedekah dengan memberi makanan kepada fakir miskin atau satu sedekah pada hari itu, maka ia akan dibangkitkan oleh Allah pada hari kemudian dalam keadaan aman dan sentosa serta timbangan amal baiknya lebih berat daripada Bukit Uhud yang terdapat di Madinah.

Menurut pandangan beberapa ulama, mereka yang memuliakan bulan zulhijjah bakal menerima ganjaran seperti berikut :

1. Berkat pada umurnya.
2. Bertambah hartanya.
3. Kehidupan rumahtangganya akan terjamin.
4. Membersihkan diri daripada dosa dan kesalahan yang telah lalu
5. Amal ibadat serta kebaikannya akan berganda.
6. Allah akan memudahkan pada saat kematiannya.
7. Allah akan menerangi kuburnya selama berada di alam barzakh.
8. Allah akan memberatkan timbangan amal baiknya semasa di Mahsyar.
9. Selamat daripada kejatuhan kedudukannya di dunia.
10. Martabatnya akan dinaikkan pada sisi Allah.

JOM BERAMAL DI BULAN ZULHIJJAH

Nabi SAW. bersabda yang bermaksud;

"Tiada sesuatu hari yang mana orang beramal soleh di dalamnya yang lebih disukai Allah daripada hari-hari ini(yakni permulaan Zulhijjah dari 1 hingga 10). Sahabat bertanya: Walaupun jihad fisabiliLlah ya Rasulullah? Jawab Rasulullah SAW.; Walaupun jihat fisabilillah kecuali seorang keluar dengan membawa semua hartanya dan tidak kembali sama sekali (yakni habis hartanya dan mati)."

Salah satu cara yang telah dianjurkan oleh agama kita ialah dengan berpuasa sunat pada tanggal 1 hingga 9 Zulhijjah. Kelebihan berpuasa pada hari itu berbeza-beza pula, menurut sebuah Hadis yang telah diriwayatkan oleh Ibnu Abbas r.a., Rasulullah bersabda maksudnya;

1 Zulhijjah - Kesalahan Nabi Adam diampuni Allah, barang siapa berpuasa pada hari itu, diampuni Allah akan dosanya.

2 Zulhijjah - Doa Nabi Yunus diperkenankan oleh Allah, barangsiapa berpuasa pada hari itu seolah-olah ia berpuasa setahun dan tidak pernah berbuat maksiat sedikit pun.

3 Zulhijjah – Doa Nabi Zakaria diperkenankan Allah, barang siapa berpuasa pada hari itu, diperkenankan Allah segala doanya.

4 Zulhijjah – Nabi Isa a.s. telah dilahirkan, barang siapa berpuasa pada hari itu terhindar ia daripada kefakiran serta kemelaratan dan pada hari kiamat kelak ia akan tergolong bersama dengan orang-orang terhormat.

5 Zulhijjah – Nabi Musa a.s. dilahirkan, barang siapa berpuasa pada hari itu terlepas ia daripada sifat munafik serta seksa kubur.

6 Zulhijjah – Allah membukakan pintu kebajikan kepada Nabi-NabiNya, barang siapa berpuasa pada hari itu ia akan dipandang oleh Allah dengan penuh rahmat dan kasih sayang serta terlepas daripada azab.

7 Zulhijjah – Pintu neraka jahannam akan dikunci dan dibuka semula lewat 10 Zulhijjah. Barang siapa berpuasa pada hari itu, dikuncikan Allah baginya 30 pintu kesulitan dan dibukakan 30 pintu kesenangan.

8 Zulhijjah – Nabi Ibrahim bermimpi mendapat perintah dari Allah supaya menyembelih puteranya Ismail. Seharian ia berfikir apakah perintah itu datangnya dari Allah atau dari syaitan. Hari itu telah dinamakan dengan dari "Tarwiya" (hari berfikir-fikir). Barang siapa berpuasa pada hari itu ia akan diberi Allah pahala yang tidak terhitung jumlahnya, hanya Allah yang mengetahui.

9 Zulhijjah – Turun ayat terakhir kepada Rasulullah s.a.w. yang tersebut dalam surah al-Ma'idah, ayat 3. Menurut sejarah, 81 hari setelah ayat ini diturunkan iaitu pada hari Jumaat tanggal 9 Zulhijjah tahun 9 H ketika Nabi wukuf di Arafah, baginda pun wafat. Pada hari itu juga Allah memberitahu kepada Nabi Ibrahim bahawa perintah menyembelih anak itu sememangnya adalah perintah dariNya bukan dari syaitan. Justeru hari itu dinamakan hari "Arafah" (hari tahu). Barangsiapa yang berpuasa pada hari itu akan diampunkan Allah dosanya setahun yang lalu dan setahun yang akan datang.

10 Zulhijjah - Adalah Hari Raya Aidul Adha (korban) dinamakan juga hari "Nahar" (menyembelih). Barang siapa berkorban pada hari itu dengan seekor korban, maka setiap titisan darah yang mengalir dari leher haiwan itu akan diampuni Allah akan dosanya serta dosa ahli keluarganya. Barang siapa yang bersedekah dengan memberi makanan kepada fakir miskin atau satu sedekah pada hari itu, maka ia akan dibangkitkan oleh Allah pada hari kemudian dalam keadaan aman dan sentosa serta timbangan amal baiknya lebih berat daripada Bukit Uhud yang terdapat di Madinah.

Menurut pandangan beberapa ulama, mereka yang memuliakan bulan zulhijjah bakal menerima ganjaran seperti berikut :

1. Berkat pada umurnya.
2. Bertambah hartanya.
3. Kehidupan rumahtangganya akan terjamin.
4. Membersihkan diri daripada dosa dan kesalahan yang telah lalu
5. Amal ibadat serta kebaikannya akan berganda.
6. Allah akan memudahkan pada saat kematiannya.
7. Allah akan menerangi kuburnya selama berada di alam barzakh.
8. Allah akan memberatkan timbangan amal baiknya semasa di Mahsyar.
9. Selamat daripada kejatuhan kedudukannya di dunia.
10. Martabatnya akan dinaikkan pada sisi Allah.

Wednesday, November 10, 2010

arwah ibu lawat ARWAH ANAK di KUALA LUMPUR

Kisah ini diceritakan oleh seorang ustaz yang bertugas memandikan mayat orang Islam di hospital.

Lebih kurang jam 3.30 pagi, saya menerima panggilan dari Hospital Tengku Ampuan Rahimah,

Klang, Selangor untuk menguruskan jenazah lelaki yang sudah seminggu tidak dituntut.

Di luar bilik mayat itu cukup dingin dan gelap serta sunyi dan hening.

Hanya saya dan seorang penjaga bilik tersebut yang berada dalam bilik berkenaan.

Saya membuka dengan hati-hati penutup muka jenazah.

Kulitnya putih,badannya kecil dan berusia awal 20-an.

Allah Maha Berkuasa.

Tiba-tiba saya lihat muka jenazah itu sedikit demi sedikit bertukar menjadi hitam.

Mulanya saya tidak menganggap ia sebagai aneh,

namun apabila semakin lama semakin hitam, hati saya mula bertanya-tanya.

Saya terus menatap perubahan itu dengan teliti,

sambil di hati tidak berhenti-henti membaca ayat-ayat suci Al-Quran.

Detik demi detik berlalu,wajah jenazah semakin hitam.

Selepas lima minit berlalu,barulah ia berhenti bertukar warna.

Ketika itu wajah mayat berkenaan tidak lagi putih seperti warna asalnya,

tetapi hitam seperti terbakar.

Saya keluar dari bilik berkenaan dan duduk termenung memikirkan kejadian aneh yang berlaku itu.

Pelbagai pertanyaan timbul di kepala saya;

apakah yang sebenarnya telah terjadi?

Siapakah pemuda itu?

Mengapa wajahnya bertukar hitam?

Persoalan demi persoalan muncul di fikiran saya.

Sedang saya termenung tiba-tiba saya dapati ada seorang wanita berjalan menuju ke arah saya.

Satu lagi pertanyaan timbul, siapa pula wanita ini yang berjalan seorang diri

di bilik mayat pada pukul 4.00 Semakin lama dia semakin hampir,

dan tidak lama kemudian berdiri di hadapan saya.

Dia berusia 60-an dan memakai baju kurung.

Ustaz," kata wanita itu.

"Saya dengar anak saya meninggal dunia dan sudah seminggu mayatnya tidak dituntut.

Jadi saya nak tengok jenazahnya." kata wanita berkenaan dengan lembut.

Walaupun hati saya ada sedikit tanda tanya,

namun saya membawa juga wanita itu ke tempat jenazah tersebut.

Saya tarik laci 313 dan buka kain penutup wajahnya.

"Betulkah ini mayat anak mak cik?"tanya saya.

"Mak cik rasa betul... tapi kulitnya putih."

"Makcik lihatlah betul-betul." kata saya.

Selepas ditelitinya jenazah berkenaan,

wanita itu begitu yakin yang mayat itu adalah anaknya.

Saya tutup kembali kain penutup mayat dan menolak kembali lacinya ke dalam dan

membawa wanita itu keluar dari bilik mayat.

Tiba di luar saya bertanya kepadanya.

"Mak cik, ceritakanlah kepada saya apa sebenarnya yang berlaku

sampai wajah anak mak cik bertukar jadi hitam?" tanya saya.

Wanita itu tidak mahu menjawab sebaliknya menangis teresak-esak.

Saya ulangi pertanyaan tetapi ia masih enggan menjawab.

Dia seperti menyembunyikan sesuatu.

"Baiklah, kalau mak cik tidak mahu beritahu,

saya tak mahu uruskan jenazah anak mak cik ini. "

kata saya untuk menggertaknya.

Bila saya berkata demikian, barulah wanita itu membuka mulutnya.

Sambil mengesat airmata, dia berkata,

"Ustaz, anak saya ni memang baik,

patuh dan taat kepada saya.

Jika dikejutkan di waktu malam atau pagi supaya buat sesuatu kerja,

dia akan bangun dan buat kerja itu tanpa membantah sepatahpun.

Dia memang anak yang baik.

Tapi..." tambah wanita itu lagi

"apabila makcik kejutkan dia untuk bangun sembahyang,

Subuh misalnya, dia mengamuk marahkan mak cik.

Kejutlah dia, suruhlah dia pergi ke kedai,

dalam hujan lebat pun dia akan pergi, tapi kalau dikejutkan supaya bangun sembahyang,

anak makcik ini akan terus naik angin.

Itulah yang mak cik kesalkan." kata wanita tersebut.

Jawapannya itu memeranjatkan saya.

Teringat saya kepada hadis nabi bahawa barang siapa yang tidak sembahyang,

maka akan ditarik cahaya iman dari wajahnya.

Mungkin itulah yang berlaku.

Wajah pemuda itu bukan sahaja ditarik cahaya keimanannya,

malah diaibkan dengan warna yang hitam.

Selepas menceritakan perangai anaknya,

wanita tersebut meminta diri untuk pulang.

Dia berjalan dengan pantas dan hilang dalam persekitaran yang gelap.

Kemudian saya pun memandikan, mengapankan dan menyembahyangkannya.

Selesai urusan itu, saya kembali ke rumah semula.

Saya perlu balik secepat mungkin kerana perlu bertugas keesokan harinya sebagai imam di Masjid Sultan Sallehuddin Abdul Aziz Shah, Shah Alam.

Selang dua tiga hari kemudian, entah kenapa hati saya begitu tergerak untuk menghubungi waris mayat pemuda tersebut. Melalui nombor telefon yang diberikan oleh Hospital Tengku Ampuan Rahimah,

saya hubungi saudara Allahyarham yang agak jauh pertalian persaudaraannya.

Selepas memperkenalkan diri, saya berkata,

"Encik, kenapa encik biarkan orang tua itu datang ke hospital seorang diri di pagi-pagi hari.

Rasanya lebih elok kalau encik dan keluarga encik yang datang

sebab encik tinggal di Kuala Lumpur lebih dekat dengan Klang."

Pertanyaan saya itu menyebabkan dia terkejut,

"Orang tua mana pula?" katanya.

Saya ceritakan tentang wanita berkenaan, tentang bentuk badannya,

wajahnya,tuturannya serta pakaiannya.

"Kalau wanita itu yang ustaz katakan,

perempuan itu adalah emaknya, tapi.... emaknya dah meninggal lima tahun lalu!"

Saya terpaku, tidak tahu apa yang hendak dikatakan lagi.

Jadi 'apakah' yang datang menemui saya pagi itu?

Walau siapa pun wanita itu dalam erti kata sebenarnya,

saya yakin ia adalah 'sesuatu' yang Allah turunkan untuk memberitahu kita apa yang sebenarnya telah berlaku hingga menyebabkan wajah pemuda berkenaan bertukar hitam.

Peristiwa tersebut telah terjadi lebih setahun lalu, tapi masih segar dalam ingatan saya.

Ia mengingatkan saya kepada sebuah hadis nabi,

yang bermaksud bahawa jika seseorang itu meninggalkan sembahyang satu waktu dengan sengaja,

dia akan ditempatkan di neraka selama 80,000 tahun.

Bayangkanlah seksaan yang akan dilalui kerana satu hari di akhirat

bersamaan dengan seribu tahun di dunia.

Kalau 80,000 tahun?

-sekian-

www.haticlassic.blogspot.com .•´¯`•.¸¸.•


Tuesday, November 9, 2010

ketahui SIFAT 20....

Sifat-sifat Allah yang wajib diketahui oleh orang-orang Islam yang terkandung di dalam al-Quran berjumlah 20 sifat. Termasuk juga sifat-sifat Mustahil yang wajib diketahui.

BIL : 1
SIFAT WAJIB : WUJUD
MAKNA : Ada
SIFAT MUSTAHIL : Allah Taala itu ada. Mustahil Allah itu tiada.

BIL : 2
SIFAT WAJIB :QIDAM
MAKNA : Sedia
SIFAT MUSTAHIL : Allah itu sedia ada. Mustahil didahului oleh Adam (tiada)

BIL : 3
SIFAT WAJIB : BAQA
MAKNA : Kekal
SIFAT MUSTAHIL : Allah itu bersifat kekal. Mustahil ia dikatakan fana (binasa)

BIL : 4
SIFAT WAJIB : MUKHALAFATUHU LILHAWADIS
MAKNA : Tidak sama dengan yang baharu
SIFAT MUSTAHIL : Allah itu tidak mempunyai sifat-sifat yang baharu yakni dijadikan dan dihancurkan. Mustahil bersamaan dengan yang baharu.

BIL : 5
SIFAT WAJIB : QIYAMUHUU BINAFSIH
MAKNA : Berdiri dengan dirinya sendiri
SIFAT MUSTAHIL : Allah Taala itu bersendiri. Mustahil tidak berdiri dengan dirinya sendiri atau berdiri pada lainnya.

BIL : 6
SIFAT WAJIB : WAHADAANIYAT
MAKNA : Esa
SIFAT MUSTAHIL : Allah itu Maha Esa Dzat-Nya, Esa sifat-Nya dan esa juga perangai-Nya. Mustahil ia mempunyai Dzat, sifat dan perangai yang berbilang-bilang.

BIL : 7
SIFAT WAJIB : QUDRAT
MAKNA : Kuasa
SIFAT MUSTAHIL : Alah Taala itu Maha Berkuasa. Mustahil Allah itu lemah atau tidak berkuasa.

BIL : 8
SIFAT WAJIB : IRADAT
MAKNA : Menentukan
SIFAT MUSTAHIL : Allah itu Menentukan segala-galanya. Mustahil Allah Taala itu terpaksa dan dipaksa.

BIL : 9
SIFAT WAJIB : ILMU
MAKNA : Mengetahui
SIFAT MUSTAHIL : Allah Taala itu amat mengetahui segala-galanya. Mustahil Allah tidak mengetahui.

BIL : 10
SIFAT WAJIB : HAYAT
MAKNA : Hidup
SIFAT MUSTAHIL : Allah Taala itu sentiasa hidup yakni sentiasa ada. Mustahil Allah Taala itu tiada atau mati.

BIL : 11
SIFAT WAJIB : SAMA
MAKNA : Mendengar
SIFAT MUSTAHIL : Allah Taala itu tidak tuli (pekak). Mustahil Allah tuli atau tidak mendengar.

BIL : 12
SIFAT WAJIB : BASAR
MAKNA : Melihat
SIFAT MUSTAHIL : Allah Taala itu sentiasa melihat. Mustahil Allah Taala itu buta.

BIL : 13
SIFAT WAJIB : KALAM
MAKNA : Berkata-kata
SIFAT MUSTAHIL : Allah Taala itu berkata-kata. Mustahil Allah Taala itu tidak bercakap atau bisu.

BIL : 14
SIFAT WAJIB : QOODIRUN
MAKNA : Maha Kuasa
SIFAT MUSTAHIL : Allah Taala itu amat berkuasa sifatnya. Mustahil bagi Allah memiliki sifat lemah atau tidak berkuasa.

BIL : 15
SIFAT WAJIB : MURIIDUN
MAKNA : Menentukan
SIFAT MUSTAHIL : Allah Taala itu berkuasa menentukan apa yang dikehendakinya. Mustahil sifatnya terpaksa atau dipaksa.

BIL : 16
SIFAT WAJIB : AALIMUN
MAKNA : Maha Mengetahui
SIFAT MUSTAHIL : Allah Taala itu maha mengetahui. Mustahil Allah Taala itu jahil atau tidak mengetahui.

BIL : 17
SIFAT WAJIB : HAYUUN
MAKNA : Hidup
SIFAT MUSTAHIL : Allah Taala itu Maha Hidup dan menghidupkan alam ini. Mustahil pula Allah itu mati.

BIL : 18
SIFAT WAJIB : SAMI'UN
MAKNA : Mendengar
SIFAT MUSTAHIL : Allah Taala itu maha mendengar. Mustahil jika Allah Taala tidak mendengar atau tuli.

BIL : 19
SIFAT WAJIB : BASIIRUN
MAKNA : Melihat
SIFAT MUSTAHIL : Allah Taala itu melihat semua kejadian di muka bumi. Mustahil jika sifat Allah itu tidak melihat atau buta.

BIL : 20
SIFAT WAJIB : MUTAKALLIMUN
MAKNA : Maha Berkata-kata
SIFAT MUSTAHIL : Allah Taala itu berkata-kata. Mustahil jika Allah Taala bisu atau tidak boleh berkata-kata.

Monday, November 8, 2010

jangan SOMBONG

Kategori : AKIDAH Akhlak
Tajuk :
Larangan Menyombong Diri
Hadith :
Rasulullah s.a.w. bersabda yang bermaksud:
“Tidak akan masuk syurga seseorang yang ada di dalam hatinya perasaan sombong walaupun sebesar zarah”. Seseorang lelaki berkata, Sesungguhnya seseorang itu suka pakaian dan kasutnya cantik. Baginda s.a.w. bersabda,”Sesungguhnya Allah itu Maha Indah dan Allah suka kepada keindahan”.
Riwayat Muslim

Sunday, November 7, 2010

Abdullah bin salam masuk islam hanya dengan melihat Rasulullah turun dari unta..


Assalamualaikum..semoga semuanya sihat insyaALLAH...
kali ini sahabat raudhah ingin berkongsi sedikit ilmu dengan semua sahabat-sahabat tentang kekasih kita Muhammad bin Abdulullah...iaitu Rasulullah saw yang mempunyai akhlak yang indah..sangat indah...sukar untuk kita gambarkan dengan kata-kata...

semoga akhlak Rasulullah kita ambil dan jadikan is sebagai panduan kita...insyaALLAH..

Dimana nak menggambarkan bertapa indahnya akhlak Rasulullah saw ini...bila mana Abdullah bin Salam hanya memeluk islam dan jatuh cinta dengn baginda Rasulullah saw bilamana melihat Rasulullah turun dari unta... ya ALLAH hebat sangat akhlak Rasulullah saw....sangat indah...itu belum lagi Abdulullah bin Salam mendengar Rasulullah saw berkata-kata...indah...sangat indah...

diceritakan lagi tentang akhlak Rasulullah saw..dimana hadis yang sangat popular yang kita selalu dengar adalah akhlak Rasulullah saw seperti Al-Quran... Hadis ini adalah dari Saidina Aisyah...apabila ditanya oleh Saad Bin Hisyam kepada Aisyah tentang akhlak Rasulullah...maka Saidatina Aisyah berkata "Akhlak baginda adalah seperti Al-quran..." seolah-olah Al-quran yang sedang berjalan...

subhanallah....semakin rindu rasanya hati ini dengan seorang lelaki yang bernama Rasulullah...
mari kita banyakkan selawat kepada baginda...tanda kita mencintai dan ingat sentiasa dengan Rasulullah...

Rasulullah saw juga sangat baik...apabila datang kepada baginda seorang wanita untuk mengadu masalahnya...maka Rasulullah saw mendengar dengan baik..walaupun baginda terpaksa berdiri dengan nama...kerana bersama Rasulullah saw ketika itu adalah saidina Ali...saidina Ali yang asalnya berdiri..terpaksa duduk kerana letih dan terlalu lama wanita itu bercakap dengan Rasulullah saw...tapi Rasulullah tak duduk....mari lihat...bertapa indah akhlak Rasulullah...

"sangat rindu dengan Rasulullah saw....tidak dapat diri ini menggambarkan dengan kata-kata...allhum ma solli ala saidina MUHAMMAD.."

"RINDU INI ENTAH BAGAIMANA...NAK DILUAHKAN PADAMU YA RASUL..TELAH BERTAHUN LAMA ENGKAU TINGGALKAN..."

YA RASUL YA HABIBULLAH...RINDUNYA KAMI PADAMU YA RASUL....

Friday, November 5, 2010

2 RAKAAT KEGEMARAN RASULULLAH.

“Nabi tidak pernah menjaga shalat sunnat melebihi perhatian beliau terhadap dua rakaat sebelum subuh.” [Muttafaq ‘alaih]

Antara solat sunat yang sangat dituntut adalah solat sunat subuh. Ada riwayat mengatakan bahawa Rasulullah sangat menjaga solat sunat subuh ini walau pun terlewat untuk mengerjakan solat subuh.

Diriwayatkan oleh Imam Muslim dengan sanadnya daripada Saiyidah Aishah r.a., isteri Rasulullah SAW, bahawa Baginda telah bersabda:

"Solat dua rakaat (sebelum) Solat Subuh itu lebih baik daripada dunia dan segala isi buminya".

Dan diriwayatkan oleh Saiyidah Aishah juga bahawa Rasulullah SAW bersabda lagi berkenaan solat dua rakaat ini:

"Dua rakaat ini lebih aku sukai daripada segala isi dunia."

Dan diriwayatkan lagi oleh Saiyidah Aishah r.a. bahawa Rasulullah SAW apabila di dalam perkara Solat Sunat, Baginda mengambil berat untuk mengerjakan Solat Sunat Subuh lebih daripada yang lain-lain.

Marilah kita melapangkan masa selama lebih kurang empat minit untuk mendengar sedutan mengenai tuntutan menunaikan solat sunat subuh.. Wallah hua'lam..



blog rujukan
http://syukri-hakim.blogspot.com/2008/08/kelebihan-solat-sunat-subuh-sunat-fajar.html

Thursday, November 4, 2010

PAS TETAP DIHATI


Walaupun PAS kalah di GALAS...tetapi ISLAM yang dibawa PAS tetap menang.... KALAH MENANG BUKAN ALASANNYA...

insyaALLAH...mari kita perjuangkan ISLAM...ROH KITA hanya UNTUK ISLAM..
ALLAH, RASULULLAH, AL-QURAN, HADIS, SUNNAH, IJMAK ULAMAK, dan QIAS..... semua rujukan kita......

Wednesday, November 3, 2010

UCAPLAH MAAF PADA ISTERI,IBU ATAU ADIKMU

Walau marah macam mana kita dekat seseorang itu, kita jangan pernah melupakan 2 kata ajaib iaitu “terima kasih” dan “maaf“. Mungkin bagi kalian perkataan ini tidak membawa maksud apa-apa, tapi tahukah kalian bahawa hanya dengan meminta maaf kepada perempuan dengan iklas dapat membantu memanjangkan usianya.

Mengucapkan ‘maaf’ mungkin sangat susah dilafaskan kebanyakkan orang terutama lelaki. Akan tetapi, kajian ilmuwan dari Massachusetts University membuktikan, meminta maaf yang ditujukan pada seorang perempuan boleh meningkatkan kesihatannya terutama jantung.

Perempuan yang mempunyai sifat kelakuan kasar atau menyakitkan dari orang lain boleh menyebabkan peningkatan tekanan darah yang dapat memacu risiko serangan jantung atau stroke. Namun ketika mendengarkan kata ‘maaf‘ dapat menurunkan tekanan darahnya dan secara automatiknya dapat kembali normal sekitar 20% lebih cepat.

Sebaliknya tekanan darah laki-laki akan 20% lebih lama untuk pulih setelah mendengar permintaan maaf kerana mendapat perlakuan tak tenang. Hal ini menunjukkan seseorang lelaki cenderung bekerja lebih keras setelah mendengar pengakuan bersalah.

Kajian ini dilakukan ilmuwan di University of Massachusetts Medical School di Worcester, AS. Kajian mengukur tekanan di astolik dari 29 orang lelaki dan 59 perempuan.

Tekanan darah yang diukur dalam kajian ini adalah tekanan darah di astolik, iaitu tekanan dalam darah antara detik jantung atau tekanan dalam arteri-arteri ketika jantung istirehat setelah penat 'bekerja'. Jika tekanan terlalu tinggi, ia dapat meningkatkan kemungkinan stroke atau serangan jantung pada orang tersebut.

Jadi,sayangilah pasangan kalian.Jangan lupa berterima kasih dan meminta maaf.

Sila share dengan sesiapa yang kalian suka...

Salam Ukhuwah..~


KISAH SAFURA DENGAN NABI MUSA


kisah Nabi Musa a.s. yang secara tidak sengaja telah mem-bunuh seorang pengikut Firaun bernama Nafun. Musa kemudian lari menyelamatkan diri daripada buruan tentera Firaun. Semasa bersembunyi itulah suami Masitah (Hizqil) datang menemui Musa dan menyuruh baginda lari meninggalkan Mesir. Hizqil berkata:
"Hai Musa, sesungguhnya pembesar negeri sedang berunding tentang kamu untuk membunuhmu. Sebab itu, keluarlah (dari kota ini), sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang memberi nasihat kepadamu." (terjemahan Al-Quran surah Al-Qasas ayat 20).

Setelah mendengar kata-kata Hizqil itu, Nabi Musa a.s. terus berjalan menuju ke arah timur negeri Mesir. Akhirnya baginda tiba di negeri Madan. Kebetulan tempat pertama yang ditemuinya ialah suatu kawasan mata air. Di situ banyak terdapat gembala kambing biri-biri sedang memberi minum ternakannya. Mereka saling berebut untuk lebih dahulu memberikan air kepada ternakannya.
Di antara kumpulan gembala kambing biri-biri itu terdapat dua orang gadis sedang berusaha mencegah agar biri-biri ternakan mereka tidak mendekati tempat air itu.

Ketika melihat perbuatan gadis-gadis itu, Nabi Musa a.s. berasa hairan, lantas baginda bertanya: "Mengapakah kamu berdua berbuat begitu?"
Secara serentak gadis-gadis manis itu menjawab:
"Biasanya kami tidak dapat memberi minum (ternakan kami) sehingga semua gembala itu memulangkan ternakannya, sedangkan bapa kami adalah orang tua yang telah lanjut usianya." (terjemahan Al-Quran surah AI-Qasas ayat 23).

Setelah mendengar kata-kata kedua gadis tersebut, Nabi Musa a.s. terus menolong mereka. Baginda mengiring biri-biri kepunyaan kedua gadis itu ke tempat minuman. Dengan berdesak-desak bersama kumpulan gembala yang lain, akhirnya baginda berjaya memberi minum semua biri-biri milik gadis-gadis itu.
Kedua gadis itu sangat berterima kasih kepada Nabi Musa a.s. Mereka dapat pulang lebih awal daripada biasa. Ayah mereka hairan melihat hal itu.

Lantas kedua gadis tersebut menceritakan perihal seorang lelaki muda yang telah menolong mereka Kemudian ayah mereka menyuruh anak sulungnya yang bemama Safura supaya memanggil Nabi Musa a.s.
"Maka datanglah kepada Musa salah seorang daripada kedua gadis itu berjalan malu-malu. Dia berkata, "Bapaku memanggil kamu untuk membalas kebaikanmu memberi minum ternakan kami." (terjemahan al-Quran surah Al-Qasas ayat 25).
Nabi Musa a.s. menerima pelawaan itu. Baginda berjalan di belakang Safura menuju ke rumah ayahnya. Dalam perjalanan itu angin bertiup agak kencang sehingga kain Safura terselak dan nampak betisnya. Oleh kerana khuatir kepada godaan nafsu maka Nabi Musa meminta agar Safura berjalan di belakangnya. Safura menerima saranan itu dengan senang hati. Setelah tiba di rumah ayah Safura, Nabi Musa a.s. menemui seorang lelaki yang sudah tua dan soleh. Setelah berkenalan maka Nabi Musa a.s. menceritakan kisahnya yang menyebabkan baginda terpaksa merantau ke negeri itu. Orang tua itu bersimpati dengan nasib baginda, lantas berkata:
"Janganlah kamu takut. kamu telah selamat daripada orang-orang zaiim itu." (terjemahan Al-Quran surah Al-Qasas ayat 25).

Safura pula meminta agar ayahnya mengambil Nabi Musa a.s. sebagai pekerja mereka. Beliau berkata:
"Ya bapaku, ambillah dia sebagai orang yang (bekerja) dengan kita. kerana sesungguhnya orangyang paling baik yang kamu ambil untuk bekerja (dengan kita) ialah orang yang kuat lagi dapat dipercayai."(terJemahanAl-Quran surah Al-Qasas ayat 26).
Ayah Safura setuju dengan saranan anak gadisnya itu. Lantas beliau bertanya Safura mengenai Nabi Musa a.s. Maka Safura menceritakan hal kekuatan Nabi Musa a.s. ketika berdesak-desakan untuk memberi minum ternakan mereka di tempat air itu. Safura juga tidak lupa menceritakan betapa mulia dan beradabnya Nabi Musa a.s. ketika dijemput datang ke rumah mereka. Malah menceritakan juga tentang sikap baginda semasa dalam perjalanan sewaktu kainnya tersingkap oleh tiupan angin kencang itu.
Apabila mendengar cerita itu, ayah Safura semakin yakin kepada Nabi Musa a.s. Beliau setuju mengambil baginda sebagai pekerja malah beliau sangat suka kalau pemuda berhati mulia itu mahu menjadi menantunya.

Untukitu ayah Safura berkata:
"Sesungguhnya aku bermaksud menikahkan kamu dengan salah seorang daripada kedua anakku ini, dengan syarat bahawa kamu bekerja denganku selama lapan tahun, dan jika kamu cukupkan sepuluh tahun maka itu adalah atas kemahuanmu dan aku tidak hendak memberati (memaksa) mu, dan kamu insyaallah akan mendapatiku termasuk orang-orang yang baik." Nabi Musa a.s. setuju dengan usul itu lalu berkata:
"Itulah perjanjian antara aku dengan kamu. yang mana saja daripada kedua waktu yang ditentukan itu aku sempurnakan, maka tiada tuntutan tambahan atas diriku (lagi) dan Allah adalah saksi atas apa yang kita ucapkan." (terjemahan Al-Quran surah Al-Qasas ayat 27 o 28).

Maka kahwinlah Nabi Musa a.s. dengan Safura. Dan baginda menepati janjinya untuk bekerja dengan keluarga itu. Baginda sempurnakan tugasnya selama sepuluh tahun dengan ikhlas dan penuh amanah.
Setelah genap sepuluh tahun bermukim di Madyan, maka Nabi Musa a.s. pun berhasrat untuk pulang ke Mesir. Baginda mahu membawa isterinya bersama. Setelah meminta izin daripada mertuanya, maka Nabi Musa a.s. pun bertolaklah menuju Mesir. Mereka dibekalkan beberapa ekor biri-biri yang dihadiahkan oleh ayah Safura.
Nabi Musa a.s. bersama isterinya menuju Mesir melalui semenanjung Sinai. Ketika itu udara sangat dingin. Mereka berjalan menyusuri bukit Tur bahagian barat. Cuaca amat gelap, awan mendung bergumpal-gumpal di angkasa disertai guruh dan kilat sambar-menyambar. Tidak lama kemudian hujan turun dengan lebatnya. Ketika itu Safura sedang sarat mengandung dan hampir akan bersalin.

Melihat keadaan itu, Nabi Musa a.s. berlari-lari untuk mencari api. Baginda menoleh ke kanan dan ke kiri. Tiba-tiba baginda melihat ada cahaya api di atas sebuah bukit yang tinggi. lantas baginda berkata kepada Safura:
"Tunggulah (di sini), sesungguhnya aku melihat api, mudah-mudahan aku dapat membawa suatu berita kepadamu dari (tempat) api itu atau (membawa) sesuluh api agar kamu dapat menghangatkan badan." (terjemahan Al-Quran surah Al-Qasas ayat 29).

Nabi Musa a.s. berlari menuju tempat api itu. Ternyata kiranya itulah permulaan tugas untuknya menerima dan menyerukan risalah Allah s.w.t
"Masa tatkala Musa sampai di (tempat) api itu, diserulah dia dari (arah) pinggir lembah yang sebelah kanan (nya) pada tempat yang diberkati. dari sebatang pokok kayu: "Ya Musa, sesungguhnya Aku adalah Allah, Tuhan semesta alam." (terjemahan Al-Quran surah Al-Qasas ayat 30).
Maka sejak itulah Safura memulai kehidupan baru sebagai pendamping setia Nabi Musa a.s. yang memikul tugas berat sebagai Rasulullah. Pembawa risalah untuk menyeru umat zamannya menuju jalan kebaikan, jalan yang diredai Allah s.w.t. Musa a.s. diurus untuk memerangi Firaun dan kaumnya yang sentiasa berbuat sewenang-wenang dan mengaku dirinya tuhan.
Sesungguhnya Safura adalah pembantu utama Nabi Musa a.s. dalam mendukung tugas risalah yang mulia itu.

Sumber : Perempuan Ogos 1992

Tuesday, November 2, 2010

KESALI LAH...

Imam Muslim dalam Shahihnya , dan juga para penulis kitab sunnah telah meriwayatkan sebuah kisah taubat yang paling mengagumkan yang diketahui oleh manusia. Pada suatu hari Rasulullah
duduk di dalam masjid, sementara para sahabat beliau duduk mengitari beliau. Beliau mengajari, mendidik dan mensucikan (hati) mereka.
Majelis tersebut dipenuhi oleh sahabat besar Nabi .

Tiba-tiba datanglah seorang wanita berhijab masuk ke pintu masjid. Kemudian Rasul pun diam, dan diam pula para sahabat beliau .
Wanita tersebut menghadap dengan perlahan, dia berjalan dengan penuh gentar dan takut, dia lemparkan segenap penilaian dan pertimbangan manusia, dia lupakan aib dan keburukan, tidak takut kepada manusia, atau mata manusia dan apa yang akan dikatakan oleh manusia.

Hingga dia sampai kepada Rasulullah , kemudian dia berdiri di hadapan beliau, dan mengabarkan kepada beliau bahwa dia telah berzina!!

Dia berkata: “Wahai Rasulullah, aku telah melakukan (maksiat yang mewajibkan adanya) hukuman had (atasku), maka sucikanlah aku!”

Apa yang diperbuat oleh Rasulullah ?!
Apakah beliau meminta persaksian dari para sahabat atas wanita tersebut?
Tidak, bahkan memerahlah wajah beliau hingga hampir-hampir meneteskan darah. Kemudian beliau mengarahkan wajah beliau ke arah kanan, dan diam, seakan-akan beliau tidak mendengar sesuatu. Rasulullah berusaha agar wanita ini mencabut perkataannya, akan tetapi wanita tersebut adalah wanita yang istimewa, wanita yang shalihah, wanita yang keimanannya telah menancap di dalam hatinya. Maka Nabi bersabda kepadanya: “Pergilah, hingga engkau melahirkannya.”

Berlalulah bulan demi bulan, dia mengandung putranya selama 9 bulan, kemudian dia melahirkannya. Maka pada hari pertama nifasnya, diapun datang dengan membawa anaknya yang telah diselimuti kain dan berkata: “Wahai Rasulullah, sucikanlah aku dari dosa zina, inilah dia, aku telah melahirkannya, maka sucikanlah aku wahai Rasulullah!”

Maka Nabipun melihat kepada anak wanita tersebut, sementara hati beliau tercabik-cabik karena merasakan sakit dan sedih, dikarenakan beliau menghidupkan kasih sayang terhadap orang yang berbuat maksiat.

Siapa yang akan menyusui bayi tersebut jika ibunya mati? Siapakah yang akan mengurusi keperluannya jika had (hukuman) ditegakkan atas ibunya?
Maka Nabi bersabda: “Pulanglah, susuilah dia, maka jika engkau telah menyapihnya, kembalilah kepadaku.”

Maka wanita itupun pergi ke rumah keluarganya, dia susui anaknya, dan tidaklah bertambah keimanannya di dalam hatinya kecuali keteguhan, seperti teguhnya gunung. Tahunpun bergulir berganti tahun. Kemudian wanita itu datang dengan membawa anaknya yang sedang memegang roti. Dia
berkata: “Wahai Rasulullah, aku telah menyapihnya, maka sucikanlah aku!”

Dia dan keadaannya sungguh sangat menakjubkan! Iman yang bagaimanakah yang membuatnya berbuat demikian. Tiga tahun lebih atau kurang, yang demikian tidaklah menambahnya kecuali kekuatan iman.

Nabi mengambil anaknya, seakan-akan beliau membelah hati wanita tersebut dari antara kedua lambungnya. Akan tetapi ini adalah perintah Allah, keadilan langit, kebenaran yang dengannya kehidupan akan tegak.

Nabi bersabda: “Siapa yang mengkafil (mengurusi) anak ini, maka dia adalah temanku di sorga seperti ini…” Kemudian beliau memerintahkan agar wanita tersebut dirajam.

Dalam sebuah riwayat bahwa Nabi memerintahkan agar wanita itu dirajam, kemudian beliau menshalatinya. Maka berkatalah Umar : “Anda menshalatinya wahai Nabi Allah, sungguh dia telah berzina.” Maka beliau bersabda:

“Sungguh dia telah bertaubat dengan satu taubat, seandainya taubatnya itu dibagikan kepada 70 orang dari penduduk Madinah, maka taubat itu akan mencukupinya. Apakah engkau mendapati sebuah taubat yang lebih utama dari pengorbanan dirinya untuk Allah ?” (HR. Ahmad)

Sesungguhnya ini adalah rasa takut kepada Allah. Sesungguhnya itu adalah perasaan takut yang terus menerus berada pada diri wanita mukminah tersebut saat dia terjerumus ke dalam jerat-jerat syetan, dia menjawab jerat-jerat tersebut pada saat lemah. Ya, dia telah berbuat dosa, akan tetapi dia
berdiri dari dosanya dengan hati yang dipenuhi oleh iman, dan jiwa yang digerakkan oleh panasnya maksiat. Ya, dia telah berdosa, akan tetapi telah berdiri pada hatinya tempat pengagungan terhadap Dzat yang dia bermaksiat kepada-Nya. Sesungguhnya ini adalah taubat sejati wahai hamba-hamba Allah.

Ya, ini taubat nashuha wahai hamba-hamba Allah.

KESALI LAH...

Imam Muslim dalam Shahihnya , dan juga para penulis kitab sunnah telah meriwayatkan sebuah kisah taubat yang paling mengagumkan yang diketahui oleh manusia. Pada suatu hari Rasulullah
duduk di dalam masjid, sementara para sahabat beliau duduk mengitari beliau. Beliau mengajari, mendidik dan mensucikan (hati) mereka.
Majelis tersebut dipenuhi oleh sahabat besar Nabi .

Tiba-tiba datanglah seorang wanita berhijab masuk ke pintu masjid. Kemudian Rasul pun diam, dan diam pula para sahabat beliau .
Wanita tersebut menghadap dengan perlahan, dia berjalan dengan penuh gentar dan takut, dia lemparkan segenap penilaian dan pertimbangan manusia, dia lupakan aib dan keburukan, tidak takut kepada manusia, atau mata manusia dan apa yang akan dikatakan oleh manusia.

Hingga dia sampai kepada Rasulullah , kemudian dia berdiri di hadapan beliau, dan mengabarkan kepada beliau bahwa dia telah berzina!!

Dia berkata: “Wahai Rasulullah, aku telah melakukan (maksiat yang mewajibkan adanya) hukuman had (atasku), maka sucikanlah aku!”

Apa yang diperbuat oleh Rasulullah ?!
Apakah beliau meminta persaksian dari para sahabat atas wanita tersebut?
Tidak, bahkan memerahlah wajah beliau hingga hampir-hampir meneteskan darah. Kemudian beliau mengarahkan wajah beliau ke arah kanan, dan diam, seakan-akan beliau tidak mendengar sesuatu. Rasulullah berusaha agar wanita ini mencabut perkataannya, akan tetapi wanita tersebut adalah wanita yang istimewa, wanita yang shalihah, wanita yang keimanannya telah menancap di dalam hatinya. Maka Nabi bersabda kepadanya: “Pergilah, hingga engkau melahirkannya.”

Berlalulah bulan demi bulan, dia mengandung putranya selama 9 bulan, kemudian dia melahirkannya. Maka pada hari pertama nifasnya, diapun datang dengan membawa anaknya yang telah diselimuti kain dan berkata: “Wahai Rasulullah, sucikanlah aku dari dosa zina, inilah dia, aku telah melahirkannya, maka sucikanlah aku wahai Rasulullah!”

Maka Nabipun melihat kepada anak wanita tersebut, sementara hati beliau tercabik-cabik karena merasakan sakit dan sedih, dikarenakan beliau menghidupkan kasih sayang terhadap orang yang berbuat maksiat.

Siapa yang akan menyusui bayi tersebut jika ibunya mati? Siapakah yang akan mengurusi keperluannya jika had (hukuman) ditegakkan atas ibunya?
Maka Nabi bersabda: “Pulanglah, susuilah dia, maka jika engkau telah menyapihnya, kembalilah kepadaku.”

Maka wanita itupun pergi ke rumah keluarganya, dia susui anaknya, dan tidaklah bertambah keimanannya di dalam hatinya kecuali keteguhan, seperti teguhnya gunung. Tahunpun bergulir berganti tahun. Kemudian wanita itu datang dengan membawa anaknya yang sedang memegang roti. Dia
berkata: “Wahai Rasulullah, aku telah menyapihnya, maka sucikanlah aku!”

Dia dan keadaannya sungguh sangat menakjubkan! Iman yang bagaimanakah yang membuatnya berbuat demikian. Tiga tahun lebih atau kurang, yang demikian tidaklah menambahnya kecuali kekuatan iman.

Nabi mengambil anaknya, seakan-akan beliau membelah hati wanita tersebut dari antara kedua lambungnya. Akan tetapi ini adalah perintah Allah, keadilan langit, kebenaran yang dengannya kehidupan akan tegak.

Nabi bersabda: “Siapa yang mengkafil (mengurusi) anak ini, maka dia adalah temanku di sorga seperti ini…” Kemudian beliau memerintahkan agar wanita tersebut dirajam.

Dalam sebuah riwayat bahwa Nabi memerintahkan agar wanita itu dirajam, kemudian beliau menshalatinya. Maka berkatalah Umar : “Anda menshalatinya wahai Nabi Allah, sungguh dia telah berzina.” Maka beliau bersabda:

“Sungguh dia telah bertaubat dengan satu taubat, seandainya taubatnya itu dibagikan kepada 70 orang dari penduduk Madinah, maka taubat itu akan mencukupinya. Apakah engkau mendapati sebuah taubat yang lebih utama dari pengorbanan dirinya untuk Allah ?” (HR. Ahmad)

Sesungguhnya ini adalah rasa takut kepada Allah. Sesungguhnya itu adalah perasaan takut yang terus menerus berada pada diri wanita mukminah tersebut saat dia terjerumus ke dalam jerat-jerat syetan, dia menjawab jerat-jerat tersebut pada saat lemah. Ya, dia telah berbuat dosa, akan tetapi dia
berdiri dari dosanya dengan hati yang dipenuhi oleh iman, dan jiwa yang digerakkan oleh panasnya maksiat. Ya, dia telah berdosa, akan tetapi telah berdiri pada hatinya tempat pengagungan terhadap Dzat yang dia bermaksiat kepada-Nya. Sesungguhnya ini adalah taubat sejati wahai hamba-hamba Allah.

Ya, ini taubat nashuha wahai hamba-hamba Allah.

Monday, November 1, 2010

seindah HIASAN adalah wanita SOLEHAH


Siapakah wanita yang menjadi ahli Syurga? Apakah ciri-ciri atau sifat-sifat yang menjadi kunci bagi wanita memasuki syurga?

Sebuah hadis Nabi menyatakan: Daripada Anas, Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam bersabda yang bermaksud: "Apabila seorang perempuan mendirikan sembahyang lima waktu, berpuasa sebulan (Ramadhan), menjaga kehormatan dan taat kepada suami, dia akan disuruh memasuki syurga melalui mana-mana pintu yang dia sukai." (Hadis Riwayat Ahmad)

Menurut hadis di atas sekurang-kurangnya ia telah menggariskan empat dasar atau sifat utama yang menjadi teras bagi seorang wanita muslimah memasuki syurga, iaitu menunaikan kewajipannya kepada Allah dalam makna melaksanakan ibadah-ibadah yang diwajibkan ke atasnya seperti sembahyang, puasa, dan lain-lain ibadah wajib yang mampu dilaksanakan.
Sebuah hadis menyebutkan bahawa sembahyang adalah perkara pertama yang akan disoal di hari Kiamat.

Daripada Abu Hurairah Radhiallahu Anhu, Nabi Sallallahu Alahi Wasallam bersabda: "Sesungguhnya perkara yang pertama sekali dikira dari amalan hamba di hari kiamat ialah sembahyang; sekiranya sembahyang itu sempurna, maka beruntung dan berjayalah dia, dan sekiranya ia rosak, maka kecewa dan rugilah dia, kalau kewajipan fardhu masih kurang, Allah berfirman: Lihatlah adakah amalan-amalan sunat untuk menyempurnakan kekurangan tersebut. Demikianlah seterusnya dengan amalan yang lain" (Hadis riwayat at-Tirmizi)
Disamping menunaikan kewajipan kepada Allah, menunaikan hak dan kewajipan kepada suami juga merupakan hal yang tidak boleh diabaikan oleh seorang wanita.

Tertunainya hak dan tanggungjawab suami barulah akan turun keredhaan dan rahmat Allah kepadanya. Menjaga kehormatan diri juga merupakan hal yang digariskan oleh hadis di atas. Antara hal-hal yang boleh diketegorikan dalam konteks menjaga kehormatan itu ialah mempunyai sifat pemalu, jika suaminya keluar dia akan menguruskan dan menjaga dirinya dan harta suaminya dengan amanah. Bila suaminya datang kepadanya dia akan menjaga mulut daripada menyebutkan perkataan yang tidak elok didengar.

Sebuah hadis Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam menyatakan bahawa: "Sesungguhnya sopan santun dan keimanan adalah saling berkaitan, jika salah satunya dikeluarkan, yang satu lagi juga akan hilang serentak." (Hadis Riwayat Baihaqi)

Maksud hadis ini ialah jika kesopanan atau sifat malu sudah hilang, iman juga akan hilang bersama-samanya. Betapa besarnya pengaruh antara kesopanan dan keimanan kepada diri seorang wanita itu, Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam menegaskan dengan sabda baginda: "Apabila sesesorang itu terlibat dengan penzinaan, ia bukan lagi seorang beriman, apabila seseorang itu mencuri ia bukan lagi seorang beriman, apabila seseorang itu meminum arak ia bukan lagi seorang beriman, apabila seseorang itu menyelewing setelah diberi amanah oleh orang lain ia bukan lagi seorang beriman, dan apabila seseorang diantara kamu menipu ia bukan lagi seorang beriman, oleh itu berjaga-jagalah!"

Taat kepada suami merupakan satu lagi sifat wanita yang digambarkan oleh hadis yang dipaparkan di awal makalah ini. Taat kepada suami adalah tanggungjawab isteri yang wajib di sempurnakan. Sebuah hadis yang diriwayatkan oleh al-Imam Bazzar Nabi Sallallahu Alaihi Wasallam bersabda: "Kamu sampaikan kepada perempuan yang kamu jumpa, bahawa taat kepada suami, dan mengakui hak-hak suami, sama pahalanya dengan berperang dan bertempur dengan musuh-musuh Islam di medan pertempuran, tetapi sedikit sangat daripada isteri-isteri yang menyempurnakan hak-hak suami mereka." (Hadis riwayat Al Imam Bazzar)
Isteri adalah pusat dan sumber kebahagiaan dan ketenteraman di dalam sebuah rumahtangga. Ia perlu mempunyai sifat-sifat sabar dan perhatian yang sepenuhnya kepada suami dan juga anak-anak.

Sikap inilah yang boleh mewujudkan suasana yang tenang, aman dan damai dalam rumahtangga. Dalam hal ini, para isteri sayugialah akan sentiasa bersikap baik kepada suami.
Saidina Abu Bakar Radhiallahu Anhu meriwayatkan bahawa Rasullullah Sallallahu Alaihi Wasallam pernah bersabda: "Seorang wanita yang menyakiti hati suami dengan lidahnya, dia mendatangkan celaan dan kemurkaan Allah, para malaikat dan umat manusia."

Selain itu, Saidina Ali Radhiallahu Anhu meriwayatkan sebuah hadis mengenai setiap isteri yang tidak menghormati status suaminya. "Wanita yang berkata kepada suaminya yang tidak melihat apa-apa kebaikan pada suaminya, Allah menghapuskan segala perbuatan baiknya selama 70 tahun, walaupun dia berpuasa selama itu siang hari dan bersembahyang pada malamnya." (Hadis Riwayat Imam Majah dan An-Nasai)

Berdasarkan huraian ringkas di atas, para wanita semestinyalah mengamalkan sikap taat dan bertakwa kepada Allah, bertanggungjawab kepada suami dan menjaga kehormatan dirinya. Semoga dengan itu, akan mudahlah mereka mendapat rahmat dan keredhaan Allah. Rahmat dan redha Allah itulah yang akan menjamin kebahagian hidupnya di dunia dan di akhirat.

wibiya widget

  © Blogger templates The Professional Template by Ourblogtemplates.com 2008

Back to TOP