Powered by Blogger.
"CINTA KEPADA ALLAH MEMBAWA KETENANGAN..CINTA KEPADA RASULULLAH MEMBAWA KE SYURGA YANG KEKAL ABADI "
"Cukuplah bila aku merasa mulia karena Engkau sebagai Tuhan bagiku dan cukuplah bila aku bangga bahawa aku menjadi hamba bagiMu. Engkau bagiku sebagaimana yang aku cintai, maka berilah aku taufik sebagaimana yang Engkau cintai" -Semoga dapat mengambil istifadah dan manfaat dari laman ini-

Thursday, December 31, 2009

SEMOGA ALLAH MERAHMATINYA...AMIN YA ROB


NAMA: Abdurrahman Wahid
LAHIR:
Denanyar, Jombang, Jawa Timur, 4 Agustus 1940.
JAWATAN
:
• Ketua Umum Nahdatul Ulama (1984-1999)
• Presiden Republik Indonesia (20 Oktober 1999-24 Juli 2001)

PENDIDIKAN:Universiti Al-Azhar Mesir

SEMOGA ALLAH MERAHMATI-NYA..AMIN YA ROB


TokohIndonesia 31/12/2009: Mantan Presiden KH Abdurrahman Wahid, yang akrab dipanggil Gus Dur, meninggal dunia di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo, Jakarta Rabu (30/12) pukul 18.45. Indonesia dan dunia berduka. Mantan Ketua Umum PBNU, kelahiran Jombang, Jawa Timur, 4 Agustus 1940 itu adalah guru bangsa. Mengabdi demi bangsa dalam keanekaragaman.

Jakarta 18/9/07: Mantan Presiden Abdurrahman Wahid (Gus DUR) siap dicalonkan kembali sebagai calon presiden (Capres) pada Pemilu 2009. Ketua Umum Dewan Syuro Partai Kebangkitan Bangsa, itu mengatakan hal itu di Jakarta, Selasa (18/9). "Kalau diperintahkan oleh orang-orang tua (kiai sepuh), saya siap saja dicalonkan," katanya.

Jakarta 10/9/07: The Wahid Institute berkomitmen terus mengembangkan falsafah pluralisme sebagai sintesis perdamaian. The Wahid Institute menjunjung pluralisme dengan menegakkan keadilan. Ikhtiar ini dipetik dari orasi Direktur The Wahid Institute Yenny Zanubba Wahid pada peringatan Hari Ulang Tahun Ke-3 The Wahid Institute, Sabtu (8/9) di Jakarta.

Dia akrab disapa Gus Dur, Sang Guru Bangsa yang sering melontarkan pendapat kontroversial. Bahkan ketika menjabat Presiden RI ke-4 (20 Oktober 1999-24 Juli 2001), ia tak gentar mengungkapkan sesuatu yang diyakininya benar kendati banyak orang sulit memahami dan bahkan menentangnya.

Mantan Presiden RI ke-4 (20 Oktober 1999-24 Juli 2001), ini diperkirakan bakal menjadi King Maker Pemilihan Presiden Pemilu 2004. Kendati namanya masih masuk dalam nominasi calon presiden Pemilu 2004 dan mendapat dukungan dari beberapa kyai serta sebagai satu-satunya calon presiden dari PKB, namun diperkirakan ia tidak akan dicalonkan atau mencalonkan diri secara resmi.


SUMBER-TOKOH INDONESIA.COM

Tuesday, December 29, 2009

PENGADUANKU PADAMU YA QUDDUS...




YA ALLAH ...AKU MENGADU PADAMU..... DENGARLAH RINTIHANKU INI.... SUNGGUH YA ALLAH..HATIKU MENANGIS...
DENGARLAH YA ALLAH....


Dengan NamaMu yang Agung Ya Rahim...
Semakin dekat dengan MU..semakin kuat cobaan dariMU...
Tapi aku redho dengan ketentuanMU...

Ya ALLAH..hati ini gusar kembali...selalu datang kepadaku...
Siapakah???...Tunjukkanlah Padaku...
Kerna hati ini tidak mahu kecewa jika cinta itu bukan dariMU..
Ya Rahim...Pemilik alam semesta...PadaMU aku mengadu..kegusaran hatiku...

Ya Rahman...kembali sekali lagi..ujian yang sama sebelum ini...aku tidak mampu untuk menghadapinya seorang Ya Rahman...Ya Rahman...Ya Rahman...Sesungguhnya hanya Engkau pemilik jiwaku...Hanya Engkau yang memahamiku...

Ya Rahim..Ya Muhaimin..Ya Sabor...Ya ALLAH...Hanya ungkapan namaMU dari bibirku..dapat menghilangkan keresahan di hati..dapat menghilangkan kegundahan hatiku...Segala yang Engkau berikan untukku ini...aku yakin semuanya adalah demi kebaikanku...

Aku tahu Ya Rob...Semua ini bukti cintaMU untukku..tapi Ya ALLAH aku mengadu padaMU..bukan aku tidak suka...tapi aku perlukan kekuatan dariMU untuk menempuhnya YA ROB...jangan Engkau tinggalkan aku...Sesungguhnya ketika ini...aku cukup merinduiMU...
Aku ingin berjumpa denganMU...Aku ingin mengadu semua yang aku alami padaMU...

Ya ALLAH Ya Rahman Ya Rahim....Sungguh Ya ALLAH....Sungguh ketika ini hatiku menangis...hatiku menagis dengan ketentuanMU untukku ketika ini...Berilah aku jalan keluar Ya ALLAH..Bantulah aku ya ALLAH....

" Ya ALLAH sesungguhnya Hatiku MILIKMU...
Kebahagianku dalam genggamanMU..
Rohku, jiwaku...segala-galanya milikMU...
Teruslah Dirimu bersamaku...
Tidak mampu untuk diriku ini berpisah denganMU lagi..
Cukuplah setakat ini ya ALLAH..
diriku tak pernah bahagia dengan cinta manusia..
Cukuplah diriMU terus mengujiku dengan kehadiran
cinta manusia yang tak pernah damai
dalam jiwaKU ini....Tapi jika itu adalah cara
bagaimana DiriMU ingin menguji kesetiaan
Cintaku untukMU...diriku rela untuk menerimanya...
Walaupun diri ini terpaksa menanggung rindu padaMU....
Ya Rahman..Ya Rahim...Ya Quddus..Ya Malik..
Sungguh Hatiku menderita MerinduiMU..
Ya Wajid..Yang MAHA MENEMUKAN........
Terima Kasih Ya ALLAH..
Terima Kasih Ya HAADI..Yang MAHA PETUNJUK...
TERIMA KASIH...
TERIMA KASIH YA ALLAH......"


" Demi Matahari dan sinarnya..
Demi Bulan apabila Mengiringinya...
Demi Siang apabila apabila melahirkan cahayanya..
Demi Malam apabila menutupinya...
Demi langit dan Yang Membangunkanya..
Demi Bumi Yang Menghamparkannya....
Demi manusia yang Menyempurnakannya..
Lalu diilhamkan kepadanya yang mana baik dan yang mana buruknya...
Beruntunglah bagi yang menyucikannya..
Merugilah bagi yang Mengotorinya...

Maha Besar ALLAH yang menguasai jiwaku...
SELURUHNYA SEMUANYA MILIKMU...

Monday, December 28, 2009

HANYA ALLAH YANG TAHU KEBENARANNYA..



Sanggahan Terhadap Keraguan Haramnya Berjabat Tangan Dengan
Perempuan Bukan Mahram

Keraguan 1:

Ketika pembai’ahan terjadi, para perempuan berjabat tangan
dengan Rasulullah s.a.w. dari atas baju Baginda s.a.w. Ia didasarkan kepada riwayat
Imam Ahmad dari Asma’ binti Yazid.

Sanggahan:
1. Hadis di atas tidak boleh dijadikan hujah kerana di dalamnya terdapat Syahr bin
Hausyab. Dia seorang yang banyak benarnya dan banyak irsalnya.

2. Hadis-hadis yang semakna dengannya juga tidak dapat dijadikan hujah kerana
semuanya mursal.

3. Hadis-hadis berkenaan bertentangan dengan kehendak hadis yang lebih sahih.

Keraguan 2:
Hadis 1. Hadis Ummi Athiyah: Rasulullah s.a.w. telah membai’ah kami, kemudian
membacakan kepada kami untuk tidak mempersekutukan Allah dan melarang kami
dari meratapi mayat. Seorang perempuan menggenggam tangannya sendiri sambil
berkata: “Si fulanah telah membahagiakanku, maka aku ingin membalasnya.” (HR al-
Bukhari)

Hadis ini memberi petunjuk, bai’ah dengan Rasulullah s.a.w. dilakukan menggunakan
tangan-tangan mereka.

Hadis 2. Hadis riwayat dari Ibnu Khuzaimah, Ibnu Hibban, al-Bazzar, At-Thabari dan
Ibnu Murdawaih dari jalan Ismail bin Abdur Rahman dari neneknya Ummi Athiyah
dalam hadis pembai’ahan: “Lalu Nabi s.a.w. menghulurkan tangannya dari luar
rumah, sedangkan kami mengeluarkan tangan kami dari dalam rumah. Kemudian
Baginda s.a.w. bersabda: “Ya Allah, saksikanlah.”

Sanggahan Hadis 1:
Hadis berkenaan menunjukkan yang sebaliknya, iaitu Nabi s.a.w. tidak berjabat
tangan dengan perempuan-perempuan yang berbaiah dengannya.

Sanggahan Hadis 2:
Menghulurkan tangan dari belakang tabir bukanlah menunjukkan Baginda s.a.w.
berjabat tangan tetapi adalah isyarat telah berlakunya bai’ah sekalipun tidak berjabat
tangan.

Keraguan 3:
Telah diriwayatkan bahawa saidina Umar r.a. pernah berjabat
tangan dengan perempuan dalam bai’ah mewakili Rasulullah s.a.w.

Sanggahan:
Al-Qadhi Abu Bakar bin al-Arabi: Riwayat di atas dha’if.

Keraguan 4:
Hadis: “Sesungguhnya aku tidak berjabat tangan dengan
perempuan.” Ini bermakna Rasulullah s.a.w. tidak melarangnya secara mutlak.
Sabdaan di atas khusus untuk bai’ah sahaja.
Sanggahan:

Pendapat di atas tidak menepati kaedah: Pengajaran tidak diambil dari kekhususan
sebab tetapi keumuman lafaznya.

Keraguan 5:
Berjabat tangan dengan bukan mahram dalam situasi zaman
sekarang telah menjadi perkara darurat kerana telah tradisi ini telah tersebar luas.
Sanggahan:
Tersebar dan meluasnya tradisi berjabat tangan dengan perempuan tidak termasuk hal
darurat.

Keraguan 6:

Kita hanya diperintah meneladani terhadap apa yang dikerjakan
oleh Rasulullah s.a.w., bukan terhadap apa yang Baginda s.a.w. tinggalkan (tidak
kerjakan).
Sanggahan:
Menurut al-Qastalani as-Syafi’I, sunnah ialah apa yang dikerjakan oleh Rasulullah
s.a.w. dan apa yang ditinggalkan (tidak dikerjakan) oleh Baginda s.a.w.

Keraguan 7:

Firman Allah Taala: “Dan jika kamu sakit atau sedang dalam
perjalanan atau datang dari tempat buang air atau kamu telah menyentuh perempuan,
kemudian kamu tidak mendapat air, maka bertayammumlah kamu dengan tanah yang
baik (suci).” (An-Nisaa’: 43)
Firman: “atau kamu telah menyentuh perempuan..” di atas menunjukkan bolehnya
berjabat tangan dengan perempuan bukan mahram sekalipun ia dapat membatalkan
wuduk.

Sanggahan:
Ayat di atas menunjukkan perkara-perkara yang mewajibkan bersuci dengan
menyentuh isteri ataupun perempuan bukan mahram. Ia tidak ada kaitan samasekali
dengan permasalahan berjabat tangan

Saturday, December 26, 2009

AKU MERINDUIMU YA RABB....



Dengan Nama ALLAH yang memiliki seluruh jiwaku.... PadaMU aku meminta..PadaMU aku mengadu... Segala yang ada di hatiku...Semuanya Engkau Tahu... Ya Rabb..Sesungguhnya aku serahkan jiwaku ini untuk Engkau menjaganya... Sesungguhnya Hanya Engkau penjaga Terbaikku...Ya ALLAH walaupun aku tidak pernah melihatMU..tetapi kehadiranMu dapat aku rasakan setiap waktu... Kasih sayangMU dapat aku semaikan dalam jiwaku... Ya ALLAH janganlah ENGKAU tinggalkan daku walaupun sesaat..karana aku tidak sanggup bersendirian walaupun sesaat..jika tanpa cintaMU untukku..Ya RAHMAN...YA RAHIM... YA ALLAH..hadirlah cintaMU walaupun di dalam tidurku..jadikanlah setiap tindakanku hanya untuk mencari redhaMU..kerna aku tidak mahu sesiapa mengganggu cinta kita...kerna aku tidak mahu manusia mencemburui cinta kita berdua..AKU MOHON PADAMU YA RABB... Sesungguhnya..hanya ENGKAU cintaku YANG SATU...

Thursday, December 24, 2009

AWAS!!! LAGU MADONNA - FROZEN UNSUR PEMUJAAN SYAITAN...

Madonna yang dikatakan menggunakan unsur pemujaan

Inilah gambar di saat madonna memanggil syaitan untuk
masuk ke dalam jiwanya..dan di akhirnya madonna bertukar
menjadi anjing hitam..

bilamana syaitan sudah menguasai jiwa madonna..


inilah dia rupa madonna..sebelum bertukar menjadi anjing hitam..

AWAS!!!! PERINGATAN!!!
LAGU MADONNA - FROZEN

BERUNSURKAN PEMUJAAN KEPADA
SYAITAN!!


MADONNA LYRICS "Frozen" [Verse:] You only see what your eyes want to see How can life be what you want it to be You're frozen When your heart's not open You're so consumed with how much you get You waste your time with hate and regret You're broken When your heart's not open [Chorus:] Mmmmmm, if I could melt your heart Mmmmmm, we'd never be apart Mmmmmm, give yourself to me Mmmmmm, you hold the key Now there's no point in placing the blame And you should know I suffer the same If I lose you My heart will be broken Love is a bird, she needs to fly Let all the hurt inside of you die You're frozen When your heart's not open [chorus] [verse] [chorus, repeat] If I could melt your heart Lirik lagu "Frozen" Madonna Lirik lagu Madonna "Frozen"

PERHATIAN!!!!

mmmmmm....
di atas sebenarnya adalah sebagai selingan yang telah digunakan oleh madonna untuk mengaburi mata kita...tetapi setelah diselidik oleh ahli ulamak dunia..sebenarnya ia adalah
ohmmmmm...
yang membawa maksud memanggil syaitan masuk kedalam hati dan jiwa kita...



WASPADA DENGAN TEKNIK YAHUDI!!!

Tuesday, December 22, 2009

ISU FATIEN...PERINGATAN DARI ALLAH

salah satu PERINGATAN ALLAH!!! untuk kita


ISU FATIEN..BUKAN PERKARA YANG PERLU KITA MAIN-MAIN

TETAPI IA ADALAH SALAH SATU

PERINGATAN!!!!!
DARI ALLAH UNTUK KITA SEMUA AMBIL
PENGAJARAN...


Nabi SAW bersabda :
“Kiamat tidak akan terjadi kecuali setelah lenyapnya ilmu, banyak terjadi gempa, waktu berlalu sangat cepat, munculnya berbagai fitnah, dan banyak terjadi pembunuhan. Sebelum terjadinya kiamat akan ada pertempuran yang besar dan setelahnya tahun-tahun yang penuh dengan gempa. (Hadits Shahih)


Assalamualaikum kepada semua sahabat dan sahabiah yang dirahmati ALLAH...Sekarang jika kita lihat isu fatien atau nama sebenarnya Mohammed Fazdil Min Bahari merupakan isu yang hangat diperkatakan pada ketika ini...Banyak pihak dan penulis blog yang menulis tentang keburukkan beliau...Bagi pendapat ana..kita mestilah sentiasa berdoa kepadaNYA untuk kembalikan saudara kita itu..tetapkan pendiriannya..

Memang dia telah jauh dari Islam...Tetapi kita selaku saudara seislamnya mestilah mendoakan yang terbaik..bukan kita menuduh yang bukan-bukan.. Kita perlu tahu yang ALLAH telah menguji Fatien sekarang..Kita juga mestilah mengambil pengajaran dan iktibar sebagai peringatan kepada kita semua..Semua ini adalah peringatan dari ALLAH buat kita semua..bukan isu yang nak dijadikan sebagai perkara yang bolah kita main-main.. Sesungguhnya peringatan ALLAH itu berada dimana-mana..Tetapi manusia yang lemah tidak pernah peka dengan semua peringatan yang ALLAH berikan kepada kita..

Bukan sahaja masalah Fatien..tetapi banyak lagi peringatan dari ALLAH yang telah ALLAH tunjukkan..antaranya ialah Masalah Sosial yang berlaku dikalangan remaja sekarang..Masalah Banjir yang berlaku di Timur Semenanjung..dan banyak lagi...


Firman Allah dalam Al-Quran surat Al-Isra (17) ayat 16 :

وَإِذَا أَرَدْنَا أَنْ نُهْلِكَ قَرْيَةً أَمَرْنَا مُتْرَفِيهَا فَفَسَقُوا فِيهَا فَحَقَّ عَلَيْهَا الْقَوْلُ فَدَمَّرْنَاهَا تَدْمِيرًا

“Dan jika Kami hendak membinasakan suatu negeri, Maka Kami perintahkan kepada orang-orang yang hidup mewah di negeri itu (supaya mentaati Allah) tetapi mereka melakukan kedurhakaan dalam negeri itu, Maka sudah sepantasnya Berlaku terhadapnya Perkataan (ketentuan kami), kemudian Kami hancurkan negeri itu sehancur-hancurnya”.


17.58 (QS. Al Israa’ ayat 58): “Tak ada suatu negeri pun (yang durhaka penduduknya), melainkan Kami membinasakannya sebelum hari kiamat atau Kami azab (penduduknya) dengan azab yang sangat keras. Yang demikian itu telah tertulis di dalam kitab (Lauh Mahfuz).”


8.52 (QS. Al Anfaal: 52): (Keadaan mereka) serupa dengan keadaan Fir’aun dan pengikut-pengikutnya serta orang-orang sebelumnya. Mereka mengingkari ayat-ayat Allah, maka Allah menyiksa mereka disebabkan disebabkan dosa-dosanya. Sesungguhnya Allah Maha Kuat lagi Amat Keras siksaan-Nya.”

FATIEN TIDAK PERLU TAKUT PULANG KE MALAYSIA - JAKIM

Ketua Pengarah Jabatan Kemajuan Islam Malaysia (Jakim),
Datuk Wan Muhammad Sheikh Abdul Aziz

JABATAN KEMAJUAN ISLAM MALAYSIA...

Fatine Perlu Berani Hadapi Kesan Tindakannya - Jakim

PETALING JAYA: Transeksual warga Malaysia, Mohammed Fazdil Min Bahari atau Fatine tidak perlu menyalahkan pihak lain dan takut untuk berhadapan dengan sebarang implikasi jika pulang ke tanah air.

Ketua Pengarah Jabatan Kemajuan Islam Malaysia (Jakim), Datuk Wan Muhammad Sheikh Abdul Aziz berkata, Fatine perlu berani menghadapi kenyataan dengan tindakan nekadnya menikahi kaum sejenis di United Kingdom (UK) pada Mei lalu.

"(Fatine)Tak boleh salahkan mana-mana pihak, dan dia tak perlu takut dengan sesiapa, dia dah berani buat perubahan pada dirinya, dia kena berani hadapi kesannya sekarang," katanya kepada mStar Online.

Beliau berkata demikian sebagi mengulas mengenai kenyataan Fatine yang takut untuk pulang ke Malaysia kerana menerima pelbagai reaksi mengenai tindakannya itu termasuk pihak imigresen atas kesalahan tinggal lebih masa di negara lain.

Wan Muhammad berkata, Jakim sedia memberikan sebarang pertolongan kepada Fatine termasuk memberikan bimbingan untuk memperbetulkan akidahnya.

"Kita sedia memberikan kaunseling ataupun bimbingan dari segi akidah kepadanya, perkara-perkara sebegini jabatan agama Islam negeri juga boleh uruskan.

"Saya difahamkan Fatine berasal dari Selangor, jadi Jakim boleh bekerjasama dengan pihak Jabatan Agama Islam Selangor (JAIS) untuk bantu mana yang perlu.

"Tapi bagaimanapun Fatine perlu pulang ke Malaysia dahulu dan beliau sendiri perlu sedia untuk berubah atas tindakannya," katanya.

Ditanya sama ada Jakim akan membantu membawa pulang Fatine, Wan Muhammad berkata: "Dia pandai pergi, pandailah dia pulang."

Fatine, 36, seorang jurusolek artis kini menghadapi tindakan dihantar pulang ke negara ini selepas tinggal melebihi tempoh visa di UK.

Berhubung tindakan Fatine menikahi kaum sejenis, Wan Muhammad berkata perkara tersebut sememangnya tidak dibenarkan dalam Islam.

"Memang tak boleh dalam Islam, malah komuniti-komuniti lain juga tidak membenarkannya," katanya.


PENGAKUAN FATIEN...

KUALA LUMPUR – Mohammed Fazdil Min Bahari atau Fatine, 36, dalam laman sembang, Facebook mengakui dirinya masih berpegang kepada ajaran Islam dan berterusan melaksanakan tuntutan agama meskipun sudah berada di United Kingdom (UK) sejak awal tahun lalu.

Fatine atau atau nama panggilan mesra keluarga, Fadil, menjawab komen seorang kenalannya dengan berkata: “Sejahil-jahil saya, insya-Allah datang UK ni, saya solat, puasa tak pernah tinggal, pasal hal keseksualan saya, biarlah Allah yang tentukan.”

Baru-baru ini, keluarga jurusolek terkenal kelahiran Malaysia yang kini tinggal di Derby, UK itu meluahkan rasa bimbang mereka kemungkinan Fadil bertukar kepada agama yang lain setelah berkahwin jantina sejenis dengan seorang lelaki Britain, Ian Young, 30.

Pada masa sama, keluarganya berharap Fatine yang kini terperangkap dalam masalah visa pelawat yang tidak dilanjut tempoh, tidak berasa tertekan.

Di ruangan itu juga, jurusolek itu menerangkan, perkahwinannya berlangsung secara sivil dengan menandatangani satu perjanjian yang mengesahkan hubungan pasangan tersebut di UK.

“Saya buat perkongsian sivil, tiada kena mengena dengan agama, dia masih dengan agama dia dan saya masih Islam.”

Sunday, December 20, 2009

SOLEHAHKAN DIRIKU..JIKA INGINKAN LELAKI SOLEH SEBAGAI SUAMIKU...





"SOLEHAHKAN DIRIKU...JIKA INGINKAN LELAKI SOLEH
SEBAGAI SUAMIMU...

kerana sesungguhnya
perempuan solehah itu hanya untuk lelaki
yang soleh...inilah pesan kakak naqibahku...terima kasih kakakku
nasihat itu akan ana tanam dalam hati..
buat kakak kesayanganku....SELAMAT MEMBINA
BAITUL MUSLIM PADA 18 DISEMBER YANG LALU..
SEMOGA KAKAK MENJADI ISTERI
SOLEHAH..ISTERI YANG MENYENANGKAN
HATI SUAMIMU...ISTERI YANG TAAT PADA PERINTAH
SUAMIMU....

Sesungguhnya.......
Rasulullah pernah bersabda: barangsiapa yang
memiliki isteri yang solehah maka sesungguhnya dia
telah memiliki separuh dari agamanya...

Abu hurairah pernah berkata..
Rasulullah pernah bersabda..sekiranya
aku boleh memerintahkan seseorang untuk
sujud kepada seseorang..maka
aku akan menyuruh seorang isteri untuk sujud
kepada suaminya..."

Friday, December 18, 2009

JANGAN PUTUS ASA...INI PESAN NABI KITA :-)

PESAN RASULULLAH: 'JANGAN PUTUS ASA BERDOA'

Daripada Abu Hurairah bahawa Nabi SAW bersabda bermaksud;

" Allah sentiasa memperkenankan doa seseorang hamba selama doa itu tidak mengandungi ( perkara ) dosa, ( perkara yang ) memutuskan silaturahim dan selama tidak meminta supaya cepat-cepat diperkenankan. "

Lalu Baginda ditanya oleh seseorang; "Apa maksudnya meminta dicepatkan? "

Jawab Baginda;

" Umpamanya seseorang itu berkata dalam doanya : Aku berdoa, aku berdoa tetapi aku belum melihat doaku diperkenankan. Lalu aku putus asa dan berhenti berdoa. "

Hadith Riwayat Muslim

Jangan Berputus-asa dikala Doa Belum dikabulkan

Ada Hadith yang menyatakan : " Doa adalah senjata bagi orang yang beriman. " Juga di sisi lain menerangkan : " Doa itu sumsum ibadah. "

Maka perjuangan tanpa doa binasa dan doa yang tidak diiringi dengan usaha hampa.

" Jangan engkau berputus asa kerana kelambatan pemberian Allah kepadamu, padahal doamu bersungguh-sungguh. Allah telah menjamin menerima semua doa sesuai dengan yang Dia kehendaki untukmu pada waktu yang telah Dia tentukan. Bukan menurut kehendakmu dan bukan pada waktu yang engkau tentukan. "

Oleh kerana itu jadikan doa dan usahamu sebagaimana fungsi ruh dengan jasad pada diri manusia. Sebab yang disebut insan kamil ( manusia seutuhnya ) ialah manakala jasad dengan ruh bertemu pada satu wujud manusia. Tidak akan disebut manusia yang sempurna, bila hanya ada ruh. Begitu pula sebaliknya, hanya akan disebut mayat, bila manusia hanya ada jasadnya sahaja tanpa dengan ruh.

Janganlah Membuatmu Putus Asa Dalam Mengulang Doa-Doa, Ketika Allah Menunda Ijabah Doa Itu?

Ibnu Athaillah as-Sakandari mengingatkan kepada kita semua agar kita tidak berputus-asa dalam berdoa. Mengapa demikian? Kerana nafsu manusia seringkali muncul ketika Allah menunda ijabah atau pengabulan doa-doa kita. Dalam keadaan demikian manusia seringkali berputus-asa, dan merasa bahawa doanya tidak dikabulkan. Sikap putus asa itu disebabkan kerana manusia merasakan bahawa apa yang dijalankan melalui doanya itu, akan benar-benar memunculkan pengabulan dan Allah. Tanpa disedari bahawa ijabah itu adalah Hak Allah bukan hak hamba. Dalam situasi keputusasaan itulah hamba Allah cenderung mengabaikan munajatnya sehingga ia kehilangan hudlur ( hadir ) bersama Allah.

Dalam ulasannya terhadap wacana di atas, Syekh Zaruq menegaskan, bahawa tipikal manusia dalam konteks berdoa ini ada tiga perkara :

Pertama :

Seseorang menuju kepada Tuhannya dengan kepasrahan sepenuhnya, sehingga dia meraih redhaNya. Hamba ini senantiasa bergantung denganNya, baik doa itu dikabulkan seketika mahupun ditunda. Dia tidak peduli apakah doa itu akan dikabulkan dalam waktu yang panjang atau lainnya.

Kedua :

Seseorang tegak di depan pintuNya dengan harapan penuh pada janjiNya dan memandang aturanNya. Hamba ini masih kembali pada dirinya sendiri dengan pandangan yang tidak acuh dan syarat-syarat yang tidak dipenuhi, sehingga mengarah pada keputusasaan dalam satu waktu, namun kadang-kadang penuh harapan optimis. Walaupun hasratnya sangat ringan, tapi syariatnya menjadi besar dalam hatinya.

Ketiga :

Seseorang yang berdiri tegak di pintu Allah namun disertai dengan sejumlah cacat jiwa dan kealpaan, dengan hanya menginginkan keinginannya belaka tanpa mengikuti aturan dan hikmah. Orang ini sangat dekat dengan keputusasaan, kadang-kadang terjebak dalam keragu-raguan, kadang-kadang terlempar dijurang kebimbangan. Semuga Allah mengampuninya.

Apakah Setiap Doa Akan Dikabulkan?

Pertanyaan ini akan terjawab bila engkau telah memahami apa yang disebut doa dan hakikatnya. Maka, tidak harus berhenti dari kesungguhan doamu, juga jangan berpaling dariNya kerana lambat masa diperkenankan pintamu. Pun pula jangan mengherdik seraya terlontar kalimah protes atas ketidak puasanmu dengan huraian firmanNya yang menyatakan :

" Dan Tuhan kamu berfirman : Berdoalah kamu kepadaKu nescaya Aku perkenankan doa permohonan kamu. Sesungguhnya orang-orang yang sombong takbur daripada beribadat dan berdoa kepadaKu, akan masuk Neraka Jahanam dalam keadaan hina. "

Q.S Ghaafir : 60

Perbaiki dahulu sangkamu kepada Allah dan yakinlah seraya husnuzhon ( bersangka baik ) kepadaNya, bahawa Ia tak akan mengingkari janjiNya. Kemudian perhatikan dengan saksama petunjukNya, terutama pada syarat-adab berdoa. Kemudian, cuba engkau renungkan firmanNya yang tertera di bawah ini;

" Dan apabila hamba-hambaKu bertanya kepadamu mengenai Aku maka ( beritahu kepada mereka ) : Sesungguhnya Aku ( Allah ) sentiasa hampir ( kepada mereka ); Aku perkenankan permohonan orang yang berdoa apabila dia berdoa kepadaKu. Maka hendaklah mereka menyahut seruanKu ( dengan mematuhi perintahKu ) dan hendaklah mereka beriman kepadaKu supaya mereka menjadi baik serta betul. "

Q.S Al Baqarah : 186

Allah itu dekat kepada setiap hamba-hambaNya, bahkan kedekatanNya dihurai dalam firmanNya;

" Dan demi sesungguhnya, Kami telah mencipta manusia dan Kami sedia mengetahui apa yang dibisikkan oleh hatinya, sedang ( pengetahuan ) Kami lebih dekat kepadanya daripada urat lehernya, "

Q.S Qaaf : 16

Maka tidak layak untuk mengatakan : "Allah tidak mengabulkan doa kami. "



Yang menjadi masalah di sini ialah, pemahaman tentang Allah dekat dengan hamba-hambaNya, juga Allah mengabulkan setiap pinta dan doa hamba-hambaNya. Tentunya memahami perkara semacam ini perlu ada kajian ilmu tauhid yang akan menyampaikan kepada pengetahuan tentang Allah dan keberadaanNya.

Allahlah yang menjamin ijabah doa itu menurut pilihanNya padamu, bukan menurut pilihan seleramu, kelak pada waktu yang dikehendakiNya, bukan menurut waktu yang engkau kehendaki.

Seluruh doa hamba pasti dijamin pengabulannya. Sebagaimana dalam firman Allah :

" Berdoalah kamu kepadaKu nescaya Aku perkenankan doa permohonan kamu."

Q.S Ghaafir : 60

Allah menjamin pengabulan itu melalui janjiNya. Janji itu jelas bersifat mutlak. Hanya saja dalam ayat tersebut Allah tidak memfirmankan dengan kata-kata, "menurut tuntutanmu, atau menurut waktu yang engkau kehendaki, atau menurut kehendakmu itu sendiri. "

Konsep doa yang dikabulkan harus difahami sebagai janjiNya yang pasti akan dipenuhi sesuai dengan kehendakNya. Pengabulan itu ada kalanya di dalam dunia dan ada pula di akhirat. Jika yang dipinta sesuai dengan kehendakNya, maka akan diberikannya segera, tetapi bila permohonannya tidak seiring dengan kehendakNya maka sebagai gantinya, Ia akan memberikan sesuai dengan kehendakNya sebagai alternatif yang tepat untuk dirimu dariNya. Perkara ini pun, jika Ia berkenan atas pintamu. Yang jelas Ia tidak pernah menyalahi janji-janjiNya.

Saya perjelas di sini, bahawa Allah telah mengakui pintamu juga akan memperkenankannya sesuai dengan apa yang Dia pilihkan bagimu. Tidak menurut pilihanmu bagi nafsumu. Gelora jiwa yang terasa padamu adalah rahmatNya. Terkadang engkau benci terhadap sesuatu yang tidak seirama dengan nafsumu, tetapi ia baik untukmu. Begitu pula sebaliknya, apa yang engkau cintai belum tentu baik untukmu, bahkan jahat serta merosakkan lahir batinmu. Sebagaimana firmanNya yang menyatakan;

" Kamu diwajibkan berperang ( untuk menentang pencerobohan ) sedang peperangan itu ialah perkara yang kamu benci dan boleh jadi kamu benci kepada sesuatu padahal ia baik bagi kamu dan boleh jadi kamu suka kepada sesuatu padahal ia buruk bagi kamu. Dan ( ingatlah ), Allah jualah Yang mengetahui ( semuanya itu ), sedang kamu tidak mengetahuinya. "

Q.S Al-Baqarah : 216

Maka itu pasrahkan dirimu dalam pilihanNya untukmu sesuai dengan kehendakNya, nescaya engkau akan menemui apa yang baik bagimu dan menurutNya.

" Dan Tuhanmu menciptakan apa yang dirancangkan berlakunya dan Dialah juga yang memilih (satu-satu dari makhlukNya untuk sesuatu tugas atau keutamaan dan kemuliaan); tidaklah layak dan tidaklah berhak bagi sesiapapun memilih (selain dari pilihan Allah). Maha Suci Allah dan Maha Tinggilah keadaanNya dari apa yang mereka sekutukan denganNya. "

Q.S Al-Qasas : 68

Oleh kerana itu jangan engkau memilih sesuatu apapun, jika harus memilih, maka pilih olehmu untuk tidak memilih. Jika engkau telah berhenti dari memilih sesuatu, kemudian engkau serahkan kepada Allah dalam segala hal pilihan atas kehendakNya, nescaya Ia akan memilihkan untukmu yang paling terbaik menurutNya.

Adapun diperkenankan doa itu terkadang diberi dengan wujud yang dipinta, namun tidak mustahil akan diganti dengan lainnya yang lebih baik bagimu seperti tercegah dari malapetaka, diampuni dosa atau kesalahannya, mendapat curahan nikmat serta pengabulannya ditunda untuk kelak di akhirat. Sebagaimana dihurai dalam hadith yang bersumber dari Anas RA. Berikut;

"Tiada seorangpun yang berdoa, melainkan Allah pasti akan mengabulkan doanya atau dihindarkan dari bahaya padanya atau diampuni sebahgian dari dosanya selagi ia tidak berdoa untuk sesuatu yang menjurus kepada dosa atau untuk memutuskan hubungan sanak keluarga. "

Pada hadith riwayat Muslim menerangkan;

" Tiada seorangpun yang berdoa kepada Allah dengan rangkaian doa yang tak durhaka, melainkan Allah akan menganugerahkan dengan salah satu dari tiga perkara: Pertama disegerakan doanya, kedua ditunda untuk di akhirat dan ketiga dihindarkan dari malapetaka walau sekadarnya. "

Maka hendaklah engkau harus mengakui kekuasaanNya yang mutlak, bahawa diperkenankan pintamu pada waktu yang dikehendakiNya bukan pada waktu yang engkau kehendaki. Kerana pilihan Allah bagi hambanya itu terlebih baik dari pada pilihan hamba bagi dirinya. Jadi, setiap doa itu pasti dikabulkan. Masalahnya hanya waktu, sebagaimana doa Musa A.S dan Harun A.S dalam firmanNya;

" Allah berfirman: Sesungguhnya telah dikabulkan doa kamu berdua; oleh itu hendaklah kamu tetap ( menjalankan perintahKu seterusnya ) dan janganlah kamu menurut jalan orang-orang yang tidak mengetahui ( peraturan janjiKu ). "

Q.S Yunus : 89

Firman ini menerangkan tentang pengabulan doa Nabi Musa A.S dan Harun A.S untuk kehancuran Fir'aun. Tetapi untuk menunggu dikabulkan doa tersebut memakan kurun waktu selama empat puluh tahun. Begitu pula Nabi Muhammad SAW berdoa untuk Umar Ibnu Khatab R.A, agar diberi hidayah dan sekaligus menjadi pendampingnya yang setia. Dalam perkara ini beliau, Nabi Muhammad SAW dihadapkan pada penantian dua tahun lamanya. Dan masih banyak lagi riwayat yang senada dengan huraian di atas.

Dalam hadith Rasutullah SAW bersabda;

" Tidak seorang pun pendoa, melainkan ia berada di antara salah satu dari tiga kelompok ini : Kadang ia dipercepat sesuai dengan permintaannya, atau ditunda ( pengabulannya ) demi pahalanya, atau ia dihindarkan dari keburukan yang menimpanya. "

HR. Imam Ahmad dan AI-Hakim

Dalam hadith lain disebutkan, " Doa di antara kalian bakal di ijabahi, sepanjang kalian tidak tergesa-gesa, ( hingga akhirnya ) seseorang mengatakan, ' Aku telah berdoa, tapi tidak diijabahi untukku. ' "

HR. Bukhari-Muslim

Kerana kasih sayang dan pertolongan Allah pada hambaNya. Sebab Allah Maha Pemurah, Maha Pengasih dan Maha Mengetahui. Zat Yang Maha Pemurah apabila dimohon oleh orang yang memuliakanNya, ia akan diberi sesuatu yang lebih utama menurut KemahatahuanNya. Sementara seorang hamba itu pada dasarnya bodoh terhadap mana yang baik dan yang lebih berfaedah. Terkadang seseorang hamba itu mencintai sesuatu padahal sesuatu itu buruk baginya, dan terkadang ia membenci sesuatu padahal yang dibenci itu lebih baik baginya. Inilah yang seharusnya difahami pendoa.

Doa itu sendiri adalah ubudiyah. Rahsia doa adalah menunjukkan betapa seseorang hamba itu serba kekurangan. Kalau sahaja ijabah doa itu menurut keinginan pendoanya secara mutlak, tentu bentuk serba kekurangan itu tidak benar. Dengan demikian pula, rahsia taklif ( kewajiban ubudiyah ) menjadi keliru, padahal erti dari doa adalah adanya rahsia taklij' itu sendiri. Oleh sebab itu, lbnu Athaillah as-Sakandari menyatakan pada wacana seterusnya :

" Janganlah membuat dirimu ragu pada janji Allah atas tidak terwujudnya sesuatu yang dijanjikan Allah, walaupun waktunya benar-benar nyata. "

Maksudnya, kita tidak boleh ragu pada janji Allah. Terkadang Allah memperlihatkan kepada kita akan terjadinya sesuatu yang kita inginkan dan pada waktu yang ditentukan. Namun tiba-tiba tidak muncul buktinya. Kenyataan seperti itu jangan hingga membuat kita ragu-ragu kepada janji Allah itu sendiri. Allah mempunyai maksud tersendiri disebalik semua itu, iaitu mengekalkan rububiyah atas ubudiyah hambaNya. Syarat-syarat ijabah atas janjiNya, terkadang tidak dipenuhi oleh hambaNya. Kerana itu Allah pun pernah menjanjikan pertolongan kepada NabiNya Muhammad SAW dalam perang Uhud dan Ahzab serta memenangkan kota Mekkah.

Kenapa kita tidak boleh meragukan janji Allah? Sebab sikap meragukan janji Allah itu dapat mengaburkan pandangan hati kita terhadap kurnia Allah sendiri.

As-Sakandari meneruskan;

" Agar sikap demikian tidak mengaburkan mata hatimu dan meredupkan cahaya rahsia batinmu. "

Bahawa disebut di sana padanya pengaburan mata hati dan peredupan cahaya rahsia batin, kerana sikap skeptik terhadap Allah itu, akan menghilangkan tujuan utama dan keleluasaan pandangan pengetahuan disebalik janji Allah itu.

" Sesungguhnya Allah jualah Yang Menguasai segala alam langit dan bumi; Dia menghidupkan dan mematikan dan tidaklah ada bagi kamu selain dari Allah sesiapa pun yang menjadi pelindung dan juga yang menjadi penolong. "

Q.S At-Taubah : 116

Thursday, December 17, 2009

SELAMAT MENYAMBUT MAAL HIJRAH 1431


Sungguh pantas masa berlalu. Tanpa disedari bulan Muharram kunjung tiba lagi. Tahun baru 1430 Hijriyah tahun ini mudah diingati kerana ketibaannya hampir serentak dengan tahun baru 2009 Masihi. Tanpa kita sedari juga sebenarnya usia kita semakin bertambah, rezeki kita juga semakin berkurangan, ajal semakin hampir dan kehidupan yang sebenar iaitu kehidupan akhirat juga semakin menghampiri kita.

Kehadiran bulan Muharram tahun ini sebaiknya kita mengambil manfaat sebaik mungkin kerana bulan ini mempunyai banyak kelebihannya. Sebab itu terdapat golongan yang ghairah beramal dalam bulan ini. Namun terdapat beberapa perkara yang perlu diambil perhatian dalam beribadat dalam bulan ini. iaitu ;
1.Melakukan Perubahan ke Arah Kebaikan Dengan kata lain kita juga hendaklah melakukan hijrah. Hijrah di sini dengan maksud berubah daripada melakukan kejahatan kepada kebaikan, daripada berakhlak buruk kepada berakhlak mulia dan daripada tidak bertakwa kepada bertakwa kepada Allah. Hijrah sebegini akan terus berkekalan sehingga hari kiamat. Sabda Nabi saw : “Orang yang melakukan hijrah yang sebenar ialah yang meninggalkan perkara yang dilarang oleh Allah”. ( Riwayat Imam al-Bukhari dan Muslim).

Sambutan Ma’al Hijrah yang diadakan dengan penuh semangat dan pelbagai acara akan menjadi sia-sia dan tidak berfaedah sekiranya ia tidak disusuli dengan perubahan sikap dalam diri setiap individu muslim ke arah yang lebih baik. 2. Berpuasa Sunat Bulan Muharram merupakan salah satu daripada bulan-bulan haram. Berpuasa pada bulan ini pada dasarnya dijanjikan dengan pahala yang besar. Sabda Rasulullah saw yang bermaksud : “Puasa yang paling utama selepas Ramadan ialah bulan Allah,Muharram dan solat yang paling utama selepas fardu ialah ialah solat malam”.(Riwayat Imam Muslim, Abu Daud, al-Tirmizi, Baihaqi, Ahmad) Hadis ini dengan jelas menyatakan keutamaan berpuasa pada bulan Muharram berbanding bulan-bulan lain selain Ramadan.

Hadis ini juga menjadi hujah bahawa kita digalakkan berpuasa sunatpada bulan Muharram lebih banyak berbanding bulan-bulan lain.
Puasa bulan Muharram lebih lagi digalakkan pada hari ’Asyura iaitu pada 10 Muharram. Puasa ‘Asyura ini pada asalnya adalah wajib. Kemudian menjadi sunat setelah puasa Ramadan difardukan sebagaimana sabda rasulullah saw hadis riwayat Muawiyah ra berkata : aku mendengar Nabi bersabda : Hari ini adalah hari ‘Asyura tidaklah wajib kamu berpuasa tetapi saya berpuasa. Maka sesiapa yang mahu ia boleh berpuasa dan sesiapa yang tidak mahu ia boleh berbuka. ( Imam al-Bukhari dan Muslim). Galakan berpuasa pada hari ‘Asyura ini berdasarkan hadis riwayat Imam al-Bukhari dan Muslim bahawa Ibn Abbas berkata : “Aku tidak melihat Rasulullah saw mengutamakan hari puasa yang dilebihkan atas hari lain kecuali hari ini, iaitu hari ‘Asyura dan bulan Ramadan”.

Berpuasa pada hari tersebut juga akan mendapat keampunan dosa setahun yang lalu sebagaimana hadis riwayat Abu Qatadah berkata bahawa Baginda saw ditanya tentang puasa ‘Asyura. Baginda menjawab :”Ia menghapuskan (dosa) setahun yang lepas”.( Riwayat Imam Muslim). Terdapat sebahagian ulama yang berpendapat puasa pada hari ‘Asyura ini hendaklah dilakukan bersama sehari sebelumnya iaitu dinamakan juga dengan hari Tasu’a (hari kesembilan). Ini berdasarkan hadis hadis Ibn Abbas ra : “Ketika Rasulullah saw berpuasa pada hari ‘Asyura dan menyuruh orang ramai supaya berpuasa, mereka berkata:Wahai Rasulullah saw Sesungguhnya hari itu adalah hari yang diagungkan oleh orang-orang Yahudi. Maka Nabi saw bersabda :”sekiranya aku masih hidup tahun hadapan, tentu aku akan berpuasa pada hari kesembilan”. ( Riwayat Imam Muslim) Ada sebahagian golongan menyunatkan berpuasa pada hari 9,10,11 Muharram berdasarkan hadis Ibn Abbas : Hendaklah kamu perpuasa pada hari ‘Asyura dan hendaklah kamu menyalahi orang Yahudi padanya, berpuasalah sehari sebelum dan sehari selepasnya. Hadis ini diriwayatkan oleh Imam Ahmad dan al-Bayhaqi.

Namun begitu hadis ini tidak boleh dijadikan hujjah untuk mensyariatkan sesuatu amalan kerana hadis itu adalah da’if lagi mungkar seperti yang dikatakan oleh Imam al-syaukaniy dalam Nayl al-Awtar. Al-Albaniy juga menghukum hadis itu da’if.
Oleh itu kita boleh memilih sama ada hendak berpuasa hanya pada hari ‘Asyura atau hendak berpuasa dua hari berturutan iaitu pada hari Tasu’a dan ‘Asyura. Kedua-dua cara ini mempunyai sandaran dalil masing-masing daripada hadis yang sahih. Seseorang itu juga boleh berpuasa pada hari-hari dalam bulan ini tanpa ditetapkan hari tertentu berdasarkan umum hadis keutamaan bulan Muharram berbanding bulan-bulan yang lain. 3. Puasa Khas 1 Muharram dan Sembilan awal Muharram Walaupun bulan Muharram mempunyai banyak keutamaan, Namun diingatkan bahawa terdapat sangat banyak hadis tentang kelebihan beramal dalam bulam Muharram ini bertaraf palsu dan mungkar yang tidak boleh diamalkan sama sekali kerana sabda Rasulullah saw riwayat Imam al-Bukhari :” Sesiapa yang melakukan sesuatu amalan bukan daripada perintah kami maka amalan itu tertolak ( tidak diterima”). Selain daripada puasa yang disebutkan di atas tiada lagi puasa khas yang lain seperti puasa khas 1 Muharram atau puasa khas Sembilan hari awal Muharram. Amalan ini berdasarkan hadis palsu iaitu; 1) Nabi bersabda :” Barangsiapa yang berpuasa pada akhir Zulhijjah dan hari pertama Muharram maka tidak telah mengkhatamkan tahun yang lalu dan memulakan tahun baru dengan puasa yang Allah jadikannya penghapus dosa selama lima puluh tahun. Hadis ini dikomentar oleh Ibn al-Jauziy sebagai palsu( al-Maudu’at). 2) Nabi bersabda :”Barangsiapa yang berpuasa sembilan hari dari awal maka Allah membina untuknya sebuah kubah yang luasnya satu batu persegi dan mempunyai empat buah pintu”. ( palsu,lihat al-Maudu’at, al-Fawaid) Terdapat juga golongan yang menyunatkan amalan-amalan khas pada hari ‘Asyura seperti mandi, bersuci, solat khas malam ‘Asyura, memotong kuku, memakai wangian, memakai celak, menziarahi orang sakit, bersedekah, membuat bubur ‘Asyura dan banyak lagi amalan-amalan lain. Semua amalan tersebut dijanjikan dengan ganjaran-ganjaran yang tidak masuk akal. Amalan-amalan tersebut dihukum oleh ulama muhaqqiq sebagai bid’ah kerana tiada sandaran dalil yang sahih dari Rasulullah saw dan para sahabat ra. Bahkan upacara tersebut mencermin amalan Yahudi, Nasrani dan orang Quraisy zaman jahiliah dan perayaan Syiah Rafidhah sesudah kedatangan Islam. Imam mUslim meriwayatkan dari Abu Musa al-Asy’ariy katanya :” Adalah penduduk Khaibar berpuasa pada hari ‘Asyura dan mereka menjadikannya sebagai hari raya serta mereka memakaikan wanita-wanita mereka dengan perhiasan dan pakaian yang cantik-cantik. Amalan-amalan di atas juga tidak pernah disunatkan oleh mana-mana imam empat mazhab. 4. Memasak Bubur ‘Asyura Memasak bubur ‘Asyura juga telah sinonim dengan bulan ini. Memasak bubur ini tidak menjadi masalah sekiranya seseorang itu berkeinginan untuk menjamu sanak saudara dan orang ramai. Menjamu makan merupakan amal soleh dan menepati ajaran al-Quran dan sunnah. Ia jadi masalah bila ditetapkan hanya pada bulan Muharram, tidak boleh pada bulan yang lain. Lebih teruk lagi bila amalan ini disandaran kepada Rasulullah saw. Perkara ini merupakan satu pendustaan atas nama Nami Muhammad saw. Ada juga yang menyandarkannya kepada Nabi Nuh as. Semua kisah tersebut adalah cerita dongeng Bani Israil. Demikian ditegaskan oleh Imam Ibn Kathir ra dalam kitabnya Qashas al-Anbiya’. 5. Doa Awal Tahun Berdoa merupakan satu ibadat dan perintah Allah SWT berdasarkan firman Allah SWT yang bermaksud : Berdoalah kamu kepadaKu, nescaya aku mustajab untuk kamu”.( Surah Ghafir ayat 60) Begitu juga banyak hadis-hadis yang mendorong kita agar sentiasa berdoa. Sesiapa sahaja boleh berdoa pada awal Muharram dengan doa yang dikehendaki berdasarkan umum ayat al-Quran di atas. Mengadakan majlis khas dengan upacara khas dan dibaca doa khas pada awal tahun dan akhir tahun dengan anggapan akan dihapuskan dosa selama setahun perlukan dalil yang sahih daripada amalan Nabi saw atau para sahabat. Tapi ternyata tiada satu pun hadis Nabi saw atau atsar yang menunjukkan para sahabat mengamalkan doa khas Muharram. Mustahil akan ada hadis Nabi saw dalam perkara ini memandangkan penetapan tahun Hijriyyah ini ditentukan oleh Amir al-Mukminin Sayidina Umar bin al-Khattab ra iaitu setelah lama kewafatan Rasulullah saw. Konklusinya, kita hendaklah berhati-hati dalam mengamalkan sesuatu amalan agar amalan kita sentiasa menepati sunnah Rasulullah saw. Beramal dengan hadis palsu dan hadis yang tidak sahih mengakibatkan amalan kita tidak diterima oleh Allah SWT. Alangkah beruntungnya seseorang yang kembali ke akhirat dalam keadaan amalannya yang diterima oleh Allah SWT dan alangkah malangnya seseorang yang mengadap Allah SWT, tiba-tiba mendapati amalannya ditolak. Fikir-fikirkanlah…. Rujukan utama : Kesempurnaan Ibadat Puasa ; Drs Abdul Ghani Azmi Hj Idris



Monday, December 14, 2009

SERANGAN PEMIKIRAN KEPADA SEMUA REMAJA MUSLIM KINI...

Serangan pemikiran atau al ghazwu'l-fikri dapat disebut sebagai sebuah istilah kontemporer yang banyak dipopulerkan di kalangan umat Islam. Sebagai serangan yang bukan berbentuk fisik, dia mempunyai karakteristik yang dekat dengan brain washing atau dengan istilah lain thought control, ideological reform. Setiap ideologi atau ajaran mengklaim mempunyai otoritas kebenaran dan berusaha meyakinkan pihak luar dengan berbagai cara. Penerimaan "kebenaran" pada pemikiran seseorang memerlukan pembersihan terhadap kepercayaan lama orang tersebut tentang makna kebenaran. Serangan pemikiran ini apabila kita lihat dari susunan katanya sudah jelas bahwa yang dimaksud dengan serangan itu bukanlah secara fisik seperti menggunakan senjata atau apapun yang berhubungan dengan kontak fisik secara langsung yang mengandung unsur kekerasan, tapi lebih merupakan serangan yang sepintas tidak terlihat dari segi fisik tetapi mampu menembus akal dimana akal seseoranglah yang menentukan gerak tubuh dan perilaku seseorang tersebut. Sebagai perang urat saraf, ia mempunyai strategi dan sasaran serta penghalalan berbagai cara untuk mencapai tujuannya. Misalnya, seorang musuh disulap sedemikian rupa sehingga ia menganggap lawan sebagai kawan atau juga sebaliknya, atau sekurang-kurangnya ia idak memihak kepada salah satu dari dua pihak yang sedang berkonfrontasi. Serangan pemikiran atau brain washing ini biasanya sangat efektif pada saat keadaan tidak normal atau tidak berimbang. Singkatnya serangan pemikiran ini akan mudah melancarkan serangannya di lingkungan atau individu-individu yang belum mempunyai kepribadian yang tangguh dan ilmu yang cukup. Penggunaan istilah ghazwu'l-fikri dikalangan umat Islam, berarti maksud sebenarnya adalah ghazwu'l-fikri al Islami atau serangan yang ditujukan kepada pemikiran Islam oleh lawan pemikiran itu sendiri. Serangan ini biasanya dipahami berasal dari dunia Barat secara umum yang mempunyai hubungan atau kepentingan di dunia Islam. Dalam hal ini Barat berada dalam posisi kuat karena dominasinya dalam segala bidang dan dunia Islam berada dalam posisi lemah karena pengaruh dominasi asing tersebut. Apabila kita cermati, serangan pemikiran terhadap umat Islam di Indonesia sangat-sangat terasa pengaruhnya dari serangan pemikiran tersebut. Dulu tidak ada kyai yang mendukung goyang erotis dan sekarang ada. Dulu tidak ada cendekiawan muslim yang menghalalkan nikah beda agama dan sekarang ada. Dan yang terpenting, di zaman sekarang sudah ada seorang profesor atau doktor yang bisa dengan mudahnya mengatakan bahwa al Qur'an yang sekarang telah mengalami distorsi dibanding ketika zaman al Qur'an pertama kali turun, oleh karena itu al Qur'an perlu dirombak dan dibuat edisi kritisnya. Itulah sekilas efek dari serangan pemikiran yang tanpa kita sadari telah masuk ke sendi-sendi umat Islam bahkan sampai ke level intelektual. Didalam tataran intelektual, sebenarnya gejala serangan pemikiran terhadap Islam ini dapat menjadi studi banding atau rival, sehingga dari berbagai perbandingan yang dilakukan diharapkan dapat menemukan suatu metodologi baru dalam memahami Islam dan menerapkannya nilai-nilainya di masyarakat. Tapi alih-alih untuk mempelajari Islam dari Barat dan menemukan kelemahan Barat dalam kajian Islam, seorang cendekiawan pun bisa terperosok. Prof. Dr. Harun Nasution yang sempat menjabat rektor IAIN Syarif Hidayatullah (1973-1984), berangkat ke Montreal, Kanada dan menuntut ilmu di McGill University yang saat itu dan sampai sekarang mempunyai program yang dinamakan The McGill - IAIN Relationship. Dan struktur organisasi nya pun diisi oleh beberapa tokoh pendidikan dari IAIN seperti Azyumardi Azra dari UIN Jakarta , Amin Abdullah dari IAIN Yogyakarta. Buku yang mungkin menarik untuk dibaca berkenaan dengan dampak dari program kerjasama antara IAIN dan McGill University adalah buku yang berjudul, "The Modernization of Islam in Indonesia, An Impact Study on the Cooperation between the IAIN and McGill University" Setelah menuntut ilmu disana, beliau pulang dengan membawa segudang pemikiran baru dan mengeluarkan buku berjudul "Islam Ditinjau dari Berbagai Aspeknya", yang ketika itu menuai banyak kritik yang cukup tajam dari kalangan cendekiawan muslim lainnya karena buku itu penuh dengan pemikiran Barat terhadap Islam yang mempunyai banyak kelemahan dan dapat membuka pintu ke arah sekularisme, plurarisme dan liberalisme, dimana faham-faham tersebut telah difatwakan haram oleh MUI pada tanggal 29 Juli 2005. Salah satu tokoh yang gigih mengkritik isi buku tersebut adalah Prof. HM Rasjidi yang ternyata adalah satu almamater dengan Prof. Dr. Harun Nasution dan sama-sama pernah menuntut ilmu dari McGill University. Hanya yang menjadikannya beda adalah, Prof. HM Rasjidi seakan menggunakan kaidah, know your enemy so you know how to defeat them, sebaliknya dengan Prof. Dr. Harun Nasution yang justru seakan berkompromi dengan mereka. Di dalam lingkungan pendidikan yang kelihatannya Islami pun belum tentu seratus persen terbebas dari serangan pemikiran ini. Serangan pemikiran bekerja dengan cara yang lihai, terselubung dan mematikan (swift, silent & deadly). Penanaman ideologi yang menyimpang sekarang sangat mudah dilakukan bahkan di belakang titel profesor dan doktor. Maka tidak heran ketika seorang profesor dan cendekiawan muslim saat ini bisa meneriakan slogan say no to syariat Islam. Tentunya tidak semua orang bisa mendeteksi gejala serangan pemikiran ini. Oleh karena itu penanaman ilmu tentang Islam di usia sedini mungkin sangatlah diperlukan dan juga materi pembelajarannya tidak hanya berhenti misalkan hanya sampai tahap al Qur'an itu wahyu Allah dan Hadits adalah sunnah Rasulullah oleh karena itu wajib diimani, tapi juga mengerti mengapa al Qur'an dan al Hadits bisa tetap asli dan layak untuk diimani sehingga hal-hal yang menyangkut kedua dasar aqidah Islam yang sudah pasti tersebut tidak perlu lagi diutak-atik dengan alasan modernisasi Islam. Belajar Islam kepada orang Barat yang belum muslim, walaupun hanya untuk belajar metodologi, juga akan menyangkut aqidah keagamaan, khususnya bila metodologi yang dimaksudkan adalah metodologi pengamalan ajaran Islam. Islam sebagai pandangan hidup muslim adalah risalah (pesan yang disampaikan) dan juga thariqah (metode) tentang bagaimana menerapkan pesan-pesan tersebut dalam kehidupan nyata. Thariqah tersebut banyak terdapat dalam sirah Rasulullah saw berupa langkah-langkah yang beliau lakukan selama hidup dalam menerapkan ajaran Islam. Bila memang dibutuhkan, maka sebenarnya belajar Islam ke Barat hanya dapat dibenarkan sebagai studi perbandingan dan pelengkap untuk memperluas wawasan. Hanya saja Allah telah memperingatkan kita di dalam surat Al Hujuraat ayat 6,

"Hai orang-orang yang beriman, jika datang kepadamu orang fasiq membawa suatu berita, maka periksalah dengan teliti, agar kamu tidak menimpakan suatu musibah kepada suatu kaum tanpa mengetahui keadaannya yang menyebabkan kamu menyesal atas perbuatanmu itu."

Didalam kitab Muzil Al-Ilbas, para ulama mendefinisikan orang yang termasuk golongan fasiq adalah seseorang yang mengakui hal-hal semacam shalat, zakat, puasa dan lain-lain sebagai ketentuan yang Allah tentukan kepada umat Islam, hanya saja dia tidak melakukan semua itu maka dia termasuk golongan yang fasiq. Tetapi apabila dia tidak mengakui semuanya termasuk hukum Allah, maka dia termasuk golongan yang kafir. Apabila Allah saja sudah memerintahkan kita untuk memeriksa lebih teliti dan hati-hati terhadap berita yang dibawa golongan yang fasiq, tentunya kita diharuskan lebih extra teliti lagi didalam mengambil berita atau ilmu dari golongan yang tidak mengakui Allah Subhana Wata'ala sebagai Tuhan mereka dan Muhammad sebagai nabinya agar tidak terjadi musibah seperti digambarkan Allah dalam surat al Hujuraat tadi.

RUJUKAN : http://indrayogi.multiply.com/journal/item/85

Sunday, December 13, 2009

PERKARA DILAKNAT ALLAH!!!!!! FATIEN ATAU NAMA SEBENARNYA Mohammed Fazdil Min Bahari TAKUT PULANG KE MALAYSIA...

Fatine (kiri) bersama suaminya, Ian Young semasa perkahwinan mereka. -Foto FACEBOOK-

LONDON: Transeksual warga Malaysia, Mohammed Fazdil Min Bahari berasa takut untuk pulang ke Malaysia ekoran reaksi negatif yang timbul daripada tanggapan salah berhubung perkahwinannya dengan seorang warga British.

Katanya, dia telah menerima banyak emel dan komen orang ramai yang mengkritik dan menuduhnya menghina kerajaan Malaysia.

Mohammed Fadzil atau Fatine kesal kerana orang ramai tidak memahami tujuannya datang ke United Kingdom (UK) adalah semata-mata untuk hidup bersama lelaki yang dicintainya.

Katanya, dia tidak boleh berbuat demikian di Malaysia kerana masyarakat mengkaitkan perkahwinan mereka dengan isu agama.

"Saya takut untuk pulang ke tanah air. Saya bimbang akan keselamatan saya," katanya yang mengulas tentang laporan akhbar tersebut yang didakwa memberikan gambaran kurang tepat mengenai kisah percintaan mereka sehingga mencetuskan reaksi negatif.

Bercakap pertama kali selepas akhbar The Sun di London mendedahkan berita itu, Fatine berkata dia tidak tahu hendak membuat apa-apa lagi kerana keluarganya telah memutuskan hubungan dengannya.

"Saya telah menghabiskan masa berjam-jam membuat panggilan telefon untuk memohon kemaafan. Saya amat menyayangi mereka tetapi saya tidak boleh mengubah apa yang telah berlaku," kata jurusolek artis berusia 36 tahun itu.

Fatine yang berasa kesal dengan laporan tersebut yang didakwanya telah memutarbelitkan kisah cinta mereka sedangkan mereka tidak berniat untuk menghina masyarakat Melayu.

"Mereka juga telah menyiarkan nama bapa saya, sedangan itu sebenarnya tak perlu. Ibu saya pula berasa takut untuk meninggalkan rumah sekarang," tambahnya.

Fatine kesal kerana masyarakat Melayu berasa tersinggung ekoran perkahwinan mereka, walhal mereka cuma ingin hidup bersama di UK memandangkan mereka tidak boleh berbuat demikian di Malaysia.

Fatine sedar orang-orang Melayu memegang nilai-nilai tradisional dan "tidak dapat menerima orang sepertinya".

Fatine sedar orang-orang Melayu memegang nilai-nilai tradisional dan "tidak dapat menerima orang sepertinya".

Bagaimanapun, dia berharap keadaan akan beransur reda.

Fatine "berkahwin" dengan Ian Young, 30, pemilik syarikat penyelenggaraan hartanah dalam satu upacara sivil Mei lalu, menghadapi tindakan dihantar pulang ke Malaysia selepas permohonannya untuk mendapatkan visa 'Leave to Remain' ditolak oleh Pejabat Dalam Negeri ekoran foto "salah".

Permohonan kedua yang disertakan foto berukuran pasport berlatar belakang putih dan bukannya biru telah dikemukakan untuk pertimbangan semula, namun permohonan itu juga telah ditolak Oktober lalu.

Pasangan itu baru mengemukakan permohonan buat kali ketiga untuk mendapatkan 'Right to Family Life (hak untuk kehidupan berkeluarga)' di bawah Akta Hak Asasi Manusia di Britain.

Pada Isnin lalu, Ketua Pengarah Imigresen, Datuk Abdul Rahman Othman berkata, Jabatan Imigresen berkemungkinan mengambil tindakan undang-undang terhadap Fatine.

Ini kerana katanya, pihaknya memandang serius kes rakyat Malaysia tinggal melebih tempoh di luar negara.

Young bagaimanapun menegaskan permohonan Fatine masih sedang diproses oleh Agensi Sempadan UK. Justeru, katanya, Fatine tidak sepatutnya dikategorikan dalam golongan yang tinggal terlebih tempoh di UK.

"Setahu saya, pihak berkuasa tidak dibenarkan menahannya buat masa ini," katanya.

Ekoran laporan tersebut yang tidak memaparkan perkara sebenar, Young mendakwa, orang ramai beranggapan cerita mereka merupakan satu penghinaan kepada Islam sedangkan mereka tidak berniat berbuat sedemikian.


Fatine (duduk) kesal kerana orang ramai tidak memahami tujuannya datang ke United Kingdom (UK) adalah semata-mata untuk bersama dengan lelaki yang dikasihinya.

"Kami cuma mahu berkahwin, hidup bahagia bersama. Satu-satunya cara kami dapat berbuat demikian adalah di UK," kata Young.

Tambahnya, laporan tersebut juga seolah-olah menggambarkan mereka menghina undang-undang Islam.

"Ekoran gambaran sedemikian, saya berasa kami akan berada dalam keadaan bahaya jika kami cuba tinggal di Malaysia," ujarnya.

Saturday, December 12, 2009

RINTIHAN HATIKU...




RINTIHAN HATIKU...


Jauh Perjalanan
Telahku Jelajahi
Membawa Seribu Impian
Berbekal Pengalaman
Mampukah Aku Melangkah
Menuju Satu Daerah
Masihkah Ada
Sinar Yang Menanti

Masa Dijanji Pasti Tiba
Ku Kan Dijemput Ke Sana
Bimbang Langkah Ku Terhenti
Ku Terpaut Dipersimpangan
Tak Inginku Mengngati
Detik Hitam Semalam
Tinggallah Semua
Jadi Kenangan

Keranamu Kan Ku Gagahi
Untuk Terus Sisa Hidup Ini
Biar Ku Tebus Segala Dosa
Selagi Jasad Bernyawa

Leraikanlah Rasa Hatiku
Padaku Hanya Engkau Yg Satu
Belum Pernah Ku Terasa
Hebatnya Cintamu

Sungguh Kau Lebih Mengerti
Apa Tersirat Di Dalam Diri
Ku Mohon Rasa Kasih Yang Abadi

Jujur Ikhlaskah Hati Ini
Menyintai Mu Sepenuh Hati
Ataukah Sekadar Bila Diuji
Rahmat Dan Kasihmu Tiada Sempadan
Biarpun Jiwa Dalam Kelalaian
Dihasut Dengan Pelbagai Godaan

Tuesday, December 8, 2009

KEJAHATAN KAUM YAHUDI TERBUKTI DALAM AL-QURAN...


Yahudi dalam Al-Quran

Fakta fenomenal saat ini yang menggambarkan arogansi, kecongkakan dan penindasan Yahudi terhadap kaum muslimin adalah hikmah yang harus diambil dari Firman-Nya: Dan telah Kami tetapkan terhadap Bani Israil dalam Kitab itu: “Sesungguhnya kamu akan membuat kerusakan di muka bumi ini dua kali dan pasti kamu akan menyombongkan diri dengan kesombongan yang besar.” (QS.17:4). Dalam tafsir Jalalayn dijelaskan bahwa maksud fil ardhi dalam ayat itu adalah bumi Syam yang meliputi Suriah, Palestina, Libanon, Yordan dan sekitarnya.

Pembunuhan bukan hal asing dalam sejarah Yahudi. Bahkan nabi-nabi mereka, seperti Nabi Zakariya dan Nabi Yahya pun dibunuh. Mereka juga mengira telah berhasil membunuh Nabi Isa dan bangga atas usahanya. Tapi Al-Quran membantahnya (QS.4:157). Inilah di antara makna bahwa yang paling keras permusuhannya terhadap kaum beriman ialah orang Yahudi dan musyrik (QS. 5:82).

Penolakan janji Allah (QS. 5:21-22) yang memastikan kemenangan jika mau berperang bersama Nabi Musa, membuktikan sebenarnya Yahudi adalah bangsa penakut, pesimis, tamak terhadap dunia dan lebih memilih hidup hina daripada mati mulia. Bahkan QS. 5:24 menggambarkan bahwa mereka tidak butuh tanah yang dijanjikan dan tidak ingin merdeka selama masih ada sekelompok orang kuat yang tinggal di sana. Lalu mereka meminta Nabi Musa dan Tuhannya berperang sendiri.

Oleh karena itu Al-Quran menggambarkan bahwa kerasnya batu tidak bisa mengimbangi kerasnya hati kaum Yahudi. Sebab masih ada batu yang terbelah lalu keluar mata air darinya dan ada juga yang meluncur jatuh karena takut kepada Allah (QS. 2:74). Keras hati kaum Yahudi ini di antaranya disebabkan hobi mereka mendengarkan berita dusta dan makan dari usaha yang diharamkan (QS. 5:24).

Dua Belas Kejahatan Yahudi

Dalam buku Qabaih al-Yahud dijelas 12 kejahatan Yahudi yang termaktub dalam Al-Quran. Kejahatan itu adalah sebagai berikut:

1.?????? Menuduh Nabi Musa punya penyakit kusta karena tidak mau mandi bersama mereka. (QS. 33:69)

2.????? Enggan melaksanakan Taurat, sehingga Allah mengangkat gunung Tursina untuk mengambil perjanjian yang teguh. (QS.2:93)

3.????? Tidak mau beriman kecuali jika melihat Allah langsung. (QS. 2:55 dan 4:153)

4.????? Merubah perintah agar masuk negeri yang dijanjikan seraya bersujud dan mengucapkan hithah, yakni memohon ampunan. Tapi mereka mengganti perintah itu dengan cara melata di atas anusnya dan mengatakan hinthah, yakni sebutir biji di rambut. (QS. 2:58-59)

5.????? Menuduh Nabi Musa mengolok-olok mereka saat mereka disuruh menyembelih sapi betina. (QS. 2:67)

6.????? Menulis Alkitab dengan tangan mereka, lalu mengatakan ini dari Allah. (QS. 2:79)

7.????? Memutar-mutar lidahnya untuk menyakinkan bahwa yang dibacanya itu adalah wahyu yang asli. (QS. 3:78)

8.????? Merubah Firman Allah. (QS.2:75)

9.????? Menyembah patung sapi saat ditinggal Nabi Musa mengambil Taurat. (QS.2: 51 dan 92)

10.?? Mengatakan Tangan Allah terbelenggu. (QS.5:64)

11.??? Menuduh Allah itu faqir. (QS. 3:181)

12.?? Menyuruh Nabi Musa dan Tuhannya berperang untuk mereka (QS.5:24)

Di samping itu, sosok nabi yang seharusnya dijadikan suri tauladan, justru dinistakan. Nabi Ibrahim dalam Kejadian pasal 12:10-16 dan 20:1-14, dikisahkan sebagai orang yang hina, menjijikkan dan rakus harta benda. Beliau dituduh menjual isterinya yang cantik demi meraih keuntungan. Kitab suci mereka tidak pernah menceritakan beliau sebagai Nabi pemberani yang menghancurkan patung meskipun harus dilemparkan kedalam api, menyeru ayah dan kaumnya meninggalkan kemusyrikan. Kisah memilukan juga menimpa Nabi Luth. Dalam Kejadian Pasal 19:30-38, beliau dikisahkan menzinahi kedua putrinya dalam keadaan mabuk.

Islam adalah musuh permanen bagi Yahudi dan Nasrani. Sebab Islam adalah satu-satunya agama yang kitab sucinya mengoreksi langsung kesalahan dua agama itu. Ibarat seorang adik, ia berani membongkar kejahatan kedua kakaknya. Oleh sebab itu, kedengkian mereka tidak akan padam dan masih eksis dalam kajian-kajian mereka. Contoh kedengkian intelektual ini seperti klaim bahwa Al-Quran banyak dipengaruhi kosa kata Ibrani, seperti diungkapkan Adnin Armas dalam bukunya Metodologi Bibel dalam Studi Al-Quran. Klaim ini dicetuskan oleh Abraham Geiger (1810-1874), seorang rabi dan pendiri Yahudi Liberal di Jerman dalam karyanya, Apa yang telah Muhammad pinjam dari Yahudi?

Jauh sebelumnya, Imam Syafi’i telah menolak tudingan semisal itu dan menguatkan bahwa Al-Quran diturunkan dalam bahasa Arab. Sebab semua lafadz dalam Al-Quran mustahil tidak dipahami oleh semua orang Arab, meskipun sebagian lafadz itu ada yang tidak dimengerti oleh sebagian orang Arab. Hal ini mengingat luasnya samudera bahasa Arab, bukan karena kata itu tidak berasal dari bahasa Arab. Karena kata-kata yang dituduhkan asing itu telah menjadi bahasa Arab, dikenal dan telah digunakan oleh masyarakat Arab sebelum turunnya Al-Quran.

Anehnya, virus Geiger kini berkembang subur di sebagian umat. Pengacauan studi Islam dan maraknya franchise-franchise hermeneutika untuk menafsirkan Al-Quran di sebagian institusi pendidikan tinggi Islam sangat potensial melemahkan akidah dan ukhuwah. Fenomena ini perlu dipertimbangkan para tokoh umat di samping fatwa tentang pemboikotan produk Israel dan Amerika.

Penulis adalah dosen STID M. Natsir Jakarta. Alumni ISID Gontor dan Pascasarjana di International Islamic University Malaysia (IIUM), fakultas Islamic Revealed Knowledge and Human Sciences

DOA IMAM BESAR MAKKAH..BELIAU DITANGKAP SESUDAH SELEDAI MEMBACA DOA TERSEBUT...

Imam besar Masjid al-Haram, Makkah al-Mukarramah, Syaikh Adil ibn Salim al-Kalbani


Doa Imam besar Mekah hingga menangis…Beliau telah ditangkap selepas selesai doa tersebut … semuga ALLAH menetapkan Imannya.

Ya Allah, Yang memiliki segala Keagungan dan Kebesaran. Ya Allah, Yang maha Berkuasa, Yang Agung, Yang Maha Besar, Yang Maha Tinggi. Kami memohon Keagungan dan Kekuasaan-Mu. Dan kemenangan bagi seluruh mujahiddin yang berjuang pada jalan-Mu. Ya Allah, tetaplah di sebelah mereka dan bersama-sama mereka. Anugerahkanlah kejayaan, dan perkukuhkanlah kedudukan mereka. Ya Allah, satukan wawasan mereka, tetapkanlahlah sasaran senjata mereka, dan teguhkanlah kata-kata mereka, Ya Allah, cekalkanlah hati-hati mereka. Ya Allah, uruskanlah dan musnahkanlah musuh mereka.

Ya Allah, usirkanlah perhimpunan mereka, hancurkanlah integriti mereka, lemahkanlah kekuatan mereka, dan tanamkanlah ketakutan ke dalam hati mereka, Ya Allah, nasib kami ditangan-Mu, dan urusan kami akan dikembalikan kepada-Mu, dan keadaan kami tidak terlindung dari pengetahuan-Mu, Kepada-Mu serahkan kesengsaraan kami, Dan jiwa kami, dan kepada-Mu kami mengadu, Kepada-Mu dan hanya kepada-Mu sahajalah kami mengadu tentang kekejaman mereka yang menindas, Dan kekejaman “Faajirin”, Dan kemarahan mereka yang dikhianati oleh penjenayah. Hanya kepada-Mu, Ya Allah, kami mengadu tentang kekejaman dendam Kristian, Ya Allah, kegelapan penindas telah dipanjangkan, Ya Allah, kegelapan penindas telah dipanjangkan, (lagi) Ya Allah, kegelapan penindas telah dipanjangkan, (dan lagi) Ya Allah, kegelapan penindas telah dipanjangkan, (lagi) Ya Allah, kegelapan penindas telah dipanjangkan.

Dendam golongan atheis telah berterusan jauh. Dan … Pemimpin penjenayah Ya Allah, (berhenti) Ya Allah, Kirimkan kepada mereka tangan-tangan kebenaran … Untuk mengangkat dengannya penghinaan kami, Dan untuk mengembalikan kepada kamu penghormatan kami, Dan untuk memusnahkan musuh kami dengannya, Ya Allah, (berhenti) Ya Allah, Engkau uruslah sumber kekejaman dan penindasan, (lagi) Engkau uruslah sumber kekejaman dan penindasan, Ya Allah, Kirimkan Kekuasaan-Mu menentang Amerika, Pusat kekufuran dan fasaad (lagi) Kirimkan kekuasaan-Mu menentang Amerika, (lagi) Pusat kekufuran dan fasaad, Ya Allah, kami menyedari tentang mereka, Mereka menyebarkan fasaad di bumi-Mu.

Dan mereka membunuh hamba-Mu, Dan mereka menghina agama-Mu (lagi) Ya Allah, kami menyedari tentang mereka, Dan di atas mereka segala kekuatan, Ya Allah, Kirimkan kekuasaan Kamu menentang mereka, (lagi) Ya Allah, Kirimkan kekuasaan Kamu menentang mereka. Ya Allah, hantarkan kepada mereka ribut kaum Aad, dan tangisan kaum Thamud, Dan taufan kaum Nuh, Ya Allah, Hantarkan kepada mereka sesuatu yang diturunkan dari langit, Dan dari apa yang keluar dari bumi, Ya Allah, Engkau pecah-belahkan negara mereka, Ya Allah, Jadikanlah negara mereka berpecahbelah dan pisahkanlah mereka, Ya Allah, Yang Maha Hidup dan Maha Berkuasa, Engkau tundukkanlah mereka di bawah genggaman hamba-Mu, (lagi) Engkau tundukkanlah mereka di bawah genggaman hamba-Mu, Ya Allah, Jadikanlah ribut taufan melanda mereka berterusan. (Lagi) Ya Allah, Jadikanlah ribut taufan melanda mereka berterusan.

(berhenti 30 saat) Ya Allah, bebaskanlah saudara-saudara kami yang ditawan, Ya Allah, bebaskanlah mereka, Ya Allah, berilah kekuatan kepada mereka, Ya Allah, Teguhkanlah keimanan mereka, Ya Allah, jadikanlah segala kemungkinan untuk mereka, Ya Allah, urusilah orang-orang yang menyiksa mereka. (Lagi) Ya Allah uruskanlah orang-orang yang menyiksa mereka, Ya Allah hapuskanlah mereka dengan kuasa-Mu dan Kekuasaan-Mu,

Ya Allah, jadikanlah perancangan mereka menentang kami sebagai sebab kepada kehancuran mereka, Dan kelicikan mereka, sebagai kelicikan terhadap mereka, Ya Allah, Tuhan sekalian alam, Yang Maha Hidup, Yang Maha Berkuasa, Yang Maha Besar dan Yang Maha Pengasih, Yang Mendengar segala doa, Yang terdekat, untuk menerima doa, Kami berdoa kepada-Mu, menyedari janji-janji- Mu, dan penerimaan-Mu. Kerana Engkau telah berfirman dan kata-kata-Mu adalah benar: “Mintalah kepada-Ku, Aku akan menerima permintaanmu”, Ya Allah, terimalah doa kami, (lagi) Ya Allah, terimalah doa kami,

Ya Allah, Yang Maha Kekal, Yang Maha Agong, Yang Maha Berkuasa di atas segala yang ada di langit dan bumi, kami memohon agar Engkau selamatkan al-Aqsa daripada kejahatan Yahudi, (lagi) Ya Allah, selamatkan al-Aqsa daripada kejahatan Yahudi, Ya Allah, bebaskanlah al-Aqsa daripada setiap kegelapan hati orang-orang kafir, Ya Allah, rehatkanlah kami dalam membebaskan Aqsa, dan kalahkanlah dendam Yahudi, Ya Tuhan yang Maha besar lagi Maha Pengasih, Seluruh makhluk merendah diri kepada-Mu, patuh, … Ya Allah, Penciptakami dari satu ruh, Ya Allah, Yang Maha Tinggi kedudukan-Mu, Ya Allah, Yang mempunyai kekuatan yang Maha Kuat, kami memohon kepada keagongan Islam dan umat Islam.

Ya Allah, Yang Maha Hidup, Yang Maha Berkuasa, Ya Allah, lindungilah para ulama yang berkerja keras (lagi) lindungilah para ulama yang berkerja keras, Dan teguhkanlah mereka yang ikhlas menyeru manusia pada jalan-Mu, Dan angkatlah kedudukan mereka yang menyeru kepada yang maaruf dan mencegah dari yang mungkar, Dan anugerahkanlah keampunan yang sama kepada umat Islam yang menyertai mereka, Ya Allah, Yang Maha Hidup, Yang Maha Berkuasa, Ya Allah, Yang Maha Besar lagi Maha Pengasih, Ya Allah, dia yang menyerah diri untuk menghancurkan mereka, Yang bercakap untuk memburukkan kehormatan mereka, Dan mencari tempat perlindungan mereka, Dan mereka yang tidak Engkau berikan petunjuk, Ya Allah, jadikanlah kesengsaraan destini mereka, Ya Allah, kekacauan di jalannya, Ya allah, tukarkanlah kesihatan mereka kepada kesakitan, Dan kekuatan mereka kepada penyakit, Dan kekayaan mereka kepada kemiskinan, Dan kekuasaan mereka kepada kelemahan.

Amin Ya Rabbal ‘alamin!

wibiya widget

  © Blogger templates The Professional Template by Ourblogtemplates.com 2008

Back to TOP